@muslimalover
Aina Humaira
Posts
204
Last update
2021-06-12 05:29:06

    Dalam hidup ini pasti ada momen yang menjadi titik balikmu. Titik balik yang menumbuhkan semangat baru untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dirimu di hadapan Sang Pencipta. Bukankah tidak ada kata terlambat untuk membangun kembali kebiasaan baik yang mendekatkanmu pada tujuanmu juga penciptamu? Yuk bisa yuk. Manfaatkan keleluasaan waktu dan energi di masa sendiri ini seoptimal mungkin dalam kebaikan dan ketaatan. Sebelum suatu saat nanti waktu dan energimu tersalurkan untuk menunaikan tanggung jawab baru setelah peranmu bertambah dan tentu tidak lagi sama seperti saat ini.

    Bintara, 27 Februari 2021 | 22.33 WIB

    Perasaan Kita

    Bagaimana perasaan kita saat kita tahu bahwa orang yang kita kira tidak peduli sama sekali kepada kita adalah orang yang paling sering menyebut nama kita di dalam doanya?

    Bagaimana perasaan kita saat kita tahu orang yang menulis begitu dalam dan indahnya dan kita kira untuk orang lain, ternyata untuk kita? Bagaimana perasaan kita saat kita tahu orang yang sering bersikap dingin kepada kita adalah orang yang paling dalam memendam perasaannya kepada kita? Bagaimana perasaan kita saat kita tahu bahwa orang yang kita benci adalah orang yang paling sabar menghadapi kita? Bagaimana perasaan kita saat kita tahu orang yang menyuruh kita pergi adalah orang yang paling takut kehilangan kita? Bagaimana perasaan kita saat kita tahu orang yang kita kira meninggalkan kita adalah orang yang paling ingin kita bahagia? Bagaimana perasaan kita saat kita tahu…?

    - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

    Bandung, 7 Januari 2014

    © Kurniawan Gunadi

    ?

    Perempuan Sederhana

    Aku ingin menjadi perempuan sederhana, yang kelak saat kau memutuskan untuk menempuh perjalanan hidup bersama, kuharap kau tidak kecewa, karena memutuskan mengarunginya bersamaku.

    Aku ingin menjadi perempuan sederhana, tanpa topeng apapun dihadapanmu. Yang kau sadari bahwa kurangku lebih besar dari lebihku. Yang kau sadari bahwa lembut dan cemasku adalah kelemahanku dan tidak mempermainkan itu.

    Aku ingin menjadi perempuan sederhana, dengan perasaan kasih yang tidak pernah sederhana. Yang kuharap begitu berarti untuk membuatmu merasa cukup hanya dengan "aku".

    Aku ingin menjadi perempuan sederhana, dengan segala kesederhanaanku mendoakanmu tanpa henti. Yang menjaga seluruh kotak ceritamu dengan baik. Yang marah saat kau ceroboh, yang menyebalkan saat kau lupa cara melindungi dirimu, yang selalu belajar memasak saat kau bilang kau ingin makan. Yang selalu siap sedia saat kau memerlukanku, dan yang menjagamu agar tetap sehat selalu.

    Aku ingin menjadi perempuan sederhana, yang selalu kau syukuri kehadirannya.

    Aku ingin menjadi perempuan sederhana, yang bersamamu berjuang setiap detik meraih keridhaanNya.

    Pagi dingin, 16 Agustus 2020 07.31

    nitadhyana06

    Ada yang bertanya padaku, "aku menyukai seseorang, bolehkah aku mendoakan sambil menyebut namanya?"

    Mungkin kebanyakan orang yang sedang jatuh cinta akan berdoa dan meminta orang yang ia cintai itu benar menjadi jodohnya. Tapi apakah kau yakin itu cinta? Yang aku tau cinta itu tulus. Selayaknya cinta ibu yang tak harap imbalan atau cinta ayah yang selalu dalam diamnya. Memang benar cinta seorang ibu dan ayah juga menyebutkan nama anaknya dalam doa, namun itu cinta yang nyata. Bagaimana kamu yakin bahwa cintamu nyata untuk seseorang?

    Kamu mungkin berpikir, bahwa kamu telah benar jatuh cinta padanya. Segala kekhawatiranmu akan tumbuh mengikutinya. Bahkan dalam hatimu takut tidak bisa melakukan apapun bila kehilangan kabar darinya. Tahukah kamu jika itu semua hanya buah ilusi pikiranmu yang kamu bawa kedalam hati?

    Cinta dapat dikendalikan. Cinta itu murni. Jangan biarkan segala fikir dan nafsumu untuk mengatas namakan cinta. Jika itu terjadi, kamu telah jatuh paling dalam dasar jurang sesuatu berlabel cinta.

    Kawanku, aku juga bukan seorang ahli cinta. Tapi aku hanya tak ingin kau terluka atas harap dalam doamu. Kau percaya Tuhan mengabulkan segala doa, maka kau meminta dia menjadi jodohmu. Namun sesuatu yang tertuliskan untukmu tak sama atas pintamu. Kau mengamuk pada Tuhan atas kekecewaan yang kau dapat.

    Ketahuilah, cara seseorang mencintai dalam doa adalah dengan mengikhlaskan cinta. Berdoa pada Tuhanmu untuk menjadikan cintamu suci. Sesungguhnya luka atas kekecewaan itu hadir karena berharap dan memaksakan sesuatu yang kau tak tahu jalan takdirnya. Maka gantungkan semua itu pada Tuhanmu. Biarkan Dia menggerakkan hatimu dan menjaga cintamu. Kuyakin kau akan bisa mendapatkan cintamu yang sebenarnya.

    Nitt, 606

    kamukopibuku

    Ya Rabb.

    jejakimaji

    MasyaAllah🥰

    Wanita dan Sifatnya

    Ibuku menasehati perihal wanita, semua wanita berbeda dengan sifat dan kepribadiannya. Ada yang hatinya bagai lautan api, emosi dan perasaannya mudah terbakar. Ada juga yang seperti layang-layang, ikut kemana saja arah angin, tanpa pendirian. Tapi, ada juga wanita dengan hati dan perasaan seperti mata air, sejuk dan menenangkan. Tentunya semua tadi sering berganti-ganti. Mendapatkan mata air juga harus ada usaha untuk mendaki dan mencari. Dimulai dari pendidikan keluarganya, dari lingkungannya, dari cara berkata dan berpakaiannya.

    Tenangnya seorang wanita yang sudah bersuami itu, ada pada kepatuhannya kepada suami. - Kata Ibu -

    Kejadian-Kejadian Kemarin

    Ternyata, kemarin-kemarin kita terlalu polos (atau mungkin terlalu bodoh) karena mengira kalau kita memiliki perasaan yang sama, kemudian mau memperjuangkannya, kita pasti akan bisa bersama-sama. Merangkai sebuah cerita yang indah serupa bayangan kita selama ini. 

    Dan karena kebodohan itu, kita lupa untuk mengerti bahwa takdir itu tidak bergerak mengalir seiring perasaan manusia. Kita lupa untuk bersiap, bahwa apapun bisa terjadi. Sayangnya, waktu itu kita masih terlalu muda untuk mengaku dewasa, dan terlalu dewasa untuk melakukan kesalahan yang sangat mudah diantisipasi.

    Bertahun-tahun kemudian, kita baru bisa belajar, baru menyadari semua hal yang dulu dengan polosnya ingin kita perjuangkan. Seakan-akan kita hendak melawan api, tapi dengan tangan kosong. Seakan-akan kita akan mengarungi samudera, tapi dengan modal bisa renang tanpa punya kapal sama sekali, tak punya kemampuan membaca arah. 

    Kita terlalu muda dan terlalu bersemangat untuk mewujudkan kebaikan, sayangnya kita memperjuangkannya dengan cara-cara yang justru jauh dari kebaikan. 

    Kini kita bisa menertawakan diri kita sendiri atas kebodohan kita kemarin, meski kita akhirnya tidak lagi sama-sama. Nyatanya, apa yang terjadi diantara kita mengajarkan kita lebih banyak dan lebih berguna untuk hari ini.

    Kita banyak sekali melakukan hal seperti ini, dalam banyak kejadian kan?

    ©kurniawangunadi | 2 Mei 2019

    Cerpen : Reda

    Kudengar, seseorang yang bernama Hujan itu ternyata menyimpan perasaan kepada seorang lelaki. Kudengar itu dari sudut matanya, dari bagaimana ia melihat matahari pagi, bagaimana ia memandang hujan, juga bagaimana ia melihat barisan awan yang konon katanya berbentuk bunga, seperti perasaannya yang tengah berbunga-bunga.

    Hujan adalah seorang perempuan yang tidak pandai berbohong, tidak pandai menyembunyikan perasaannya. Rona merah diwajahnya mudah terlihat saat ia malu, marah, atau hal-hal lain yang membuncahkan perasaannya. Juga, ia tidak pandai berpura-pura.

    Perasaannya kepada lelaki itu seperti matahari, terang benderang. Siapapun yang mengenal Hujan, sudah pasti mereka bisa menerka bila Hujan sedang jatuh hati pada seorang laki-laki. Dan laki-laki yang itu, bukan yang lainnya.

    Tulisan-tulisannya tidak menyembunyikan nama, aku juga sering membacanya. Hujan yang begitu polosnya tentang cinta, seperti melihat kisah cinta anak SMA. Penuh liku, lebih banyak lucunya. Namun, aku tahu. Perasaan Hujan tidak bercanda, ia memang seperti itu adanya. Perempuan yang tidak pandai menyembunyikan perasaan. Bukankah banyak yang seperti Hujan?

    Dan lelaki itu, adalah lelaki yang sial. Ia terlambat menangkap hujan yang turun begitu deras. Ia terus menerus bersembunyi dari Hujan. Sampai suatu hari, hujan sudah reda dan ia baru mencari-cari kemana hujannya. Mengapa tak lagi turun?

    Suatu hari, perasaan Hujan reda tak berbekas. Mengetahui jika perasaannya hanya turun tanpa arti ditempat yang salah, tempat yang tidak bisa menumbuhkan apapun. Ia sudah tumbuh menjadi perempuan yang berbeda, perempuan yang berhasil belajar dari kesalahan.

    Aku bertemu dengan lelaki itu di sebuah kedai buku. Melihatnya melipat-lipat halaman buku, seperti menemukan paragraf yang mewakili perasaannya. Meminjam kata temanku, untuk menggambarkannya : Aku mendengarmu habis hujan berturut-turut, kemudian aku datang, kamu reda.

    Hujan telah reda.

    Yogyakarta, 30 November 2017 | ©kurniawangunadi