@bunjai
bunjai
Posts
42
Last update
2022-05-17 11:28:38

    Cs - Cerita Melayu Dewasa:

    Budak sekolah - 4

    Aku permainkan lidahku di dalam mulutnya dan dengan mesra Lisa mulai berani membalas cumbuanku dengan menggigit lembut dan mengulum lidahku dengan bibirnya. Terasa nikmat dan manis. Ketika kedua lidah kami bersentuhan, hangat dan basah. Lalu kukucup dan kukulum bibir atas dan bawahnya berganti-ganti. Terdengar bunyi kecapan-kecapan kecil saat bibirku dan bibirnya saling berlaga. Tak kusangka Lisa dapat membalas semua kucupan dengan ghairah begitu. 

    "Aah. Lisa. Pandaipun. Lisa pernah ada boyfriend ya?", tanyaku. 

    "Mm. Lisa belum pernah ada boyfriend. Ini Lisa buat yang pertama. Bang.", jawabnya. 

    "Macam dah biasa aje. Lisa pernah tengok blue film yaa?", tanyaku kembali. 

    "I. Iya Bang. Ada beberapa kali.", jawab Lisa lalu tersenyum. Tunduk. Malu. 

    Aku tersenyum. Jemari tangan kananku yang masih berada di kelangkangnya mulai bergerak menekan bukit cipapnya semula. Kuusap-usap ke atas dan ke bawah dengan perlahan. Lisa menjerit kecil dan mengeluh perlahan, kedua matanya dipejamkannya rapat-rapat, sementara mulutnya yang kecil terbuka sedikit. Wajahnya nampak berpeluh sedikit. Kucium telinganya dengan lembut. 

    "Oohmm. Bb.. Bangg..", bisiknya perlahan. 

    "Sedap tak Abang buat begini", tanyaku bernafsu. 

    "Hh.. I.. Iyyaa.. Sedap Bang..", bisiknya terus terang. Dia ni dah naik nafsunya ni. Fikirku dalam hati. 

    Aku merangkul tubuhnya lebih rapat ke badanku lalu kami kembali berkucupan. Tangan kirinya menarik pinggangku dan memegang kemejaku kuat-kuat. Bila puas mengusap-usap bukit cipapnya, kini jemari tangan kananku bergerak merayap ke atas, mulai dari pangkal pehanya terus ke atas. Di bawah baju kurungnya. Menyelusuri pinggangnya yang kecil ramping tapi padat, sambil terus mengusap. Kurasakan hujung jemariku mulai berada di antara dua buah dadanya. Jemari tanganku merasakan betapa padat buah dadanya. Aku usap perlahan di situ lalu mulai mendaki perlahan-lahan. Kekadang jemari tanganku meramas buah dadanya terlalu kuat. Lembut dan semakin kenyal. Ketika itu juga Lisa melepaskan bibirnya dari kuluman bibirku. Mulutnya menjerit kecil. 

    "Aaww.. Bang sakitt.. Jangan kuat-kuat..", protes Lisa tapi tetap tersenyum. 

    Kini secara berganti-ganti aku meramas kedua buah dadanya dengan lebih lembut. Lisa menatapku dengan senyumnya yang mesra. Ia membiarkan saja tanganku menjamah dan meramas kedua buah dadanya sampai puas. Hanya sesekali ia merintih dan mendesah lembut bila aku ramas buah dadanya terlalu kuat. Aku sudah tak berdaya lagi menahan desakan batangku yang sudah kembang sekembang-kembangnya. Aku buka seluar panjangku di hadapannya. Tinggal seluar dalamku dengan baju kemejaku. Aku tak peduli, macamanapun dia akan lihat juga nanti adik kesayanganku ini. Lisa hanya memandangku. Agak terperanjat. 

    Aku ambil tangan kirinya dan kuletakkan di celah kelangkangku. Kulihat kedua matanya dipejamkan rapat-rapat. Dalam hatiku berkata. Eehh. Dia. Ni malu-malu tapi mau.,. Tangan Lisa itu mulai menyentuh batangku yang beralaskan seluar dalamku. Apalagi batangku tersengguk-sengguk tak boleh diam. Langsung aku buka seluar dalamku. Aku genggamkan tangannya pada batangku. Aku mengerang nikmat bila tiba-tiba saja Lisa bukannya menggenggam lagi tapi malah meramas dengan kuat. Aku mengeluh nikmat. Kulihat Lisa kini sudah berani menatap batangku yang sedang diramasnya, aku tak tahu apa yang sedang ada dalam fikirannya, aku tak peduli, yang penting kenikmatan. 

    Aku tarik tubuh Lisa rapat di sampingku dan aku peluk dengan kemas. Lisa menggeliat manja saat aku merapatkan badanku ke tubuhnya yang kecil sehingga buah dadanya yang terasa menekan dadaku. Mm asyikknya. Sementara itu aku cari bibirnya, Lisa merangkulkan kedua lengannya ke leherku, dengan gelojoh tiba-tiba ia pun mengucup bibirku, aku membalasnya dengan tak kurang ganasnya. Lisa termengah-mengah kehabisan nafas. Sementara itu aku tekan batangku kuat ke arah cipapnya. Semasa berkuluman, jemari tanganku mulai merayap ke bahagian belakang tubuhnya, sampai jemari kedua tanganku berada diatas bulatan kedua belah ponggongnya. Kuramas dan kuusap-usap. Aku goyang-goyang daging di p

    onggongnya sehingga aku dapat merasakan kekenyalan daging ponggongnya yang padat itu. 

    Lisa merintih dan mengerang kecil dalam cumbuanku. Lalu kurapatkan ke bahagian bawah tubuhnya ke depan sehingga mau tak mau batangku yang telah keras itu berlaga dengan cipapnya yang masih berbungkus. Aku mulai menggesel-geselkan batangku. Lisa diam saja. Mungkin terasa nikmatnya. 

    Kedua tanganku mulai berleluasa. Mencari kancingnya. Aku turunkan badanku sehingga mukaku berada di depan kelangkangnya. Setelah aku buka kancing kainnya segera aku tarik ke bawah sampai terbuka, pandanganku tak lepas dari kelangkangnya, dan kini terpampanglah di depanku seluar dalam yang berwarna putih. Tampak kesan basah air mazinya di tengah-tengah. Aku memandang ke atas dan Lisa menatapku sambil tetap tersenyum. Wajahnya tampak merah padam menahan malu. 

    "Abang buka yaa.. Ya?", tanyaku pura-pura. Meminta izin. 

    Lisa hanya menganggukan kepalanya perlahan. Kedua tanganku kembali merayap ke atas menyelusuri kedua betisnya yang kecil terus ke atas sampai kedua belah pehanya yang putih mulus tanpa cacat sedikitpun, halus sekali kulit pehanya, aku usap perlahan dan mulai meramas. 

    " Ooh.. Bang..", Lisa merintih kecil. 

    Kemudian jemari kedua tanganku merayap ke belakang. Ke ponggongnya yang bulat. Aku ramas-ramas ganas. Aahh. Begitu halus, kenyal dan padat. Ternyata Lisa pandai menjaga diri. Ketika jemari tanganku menyentuh tali bahagian atas seluar dalamnya, aku tarik ke bawah. Betapa indahnya bentuk cipapnya. Seperti kuih putu piring aje. Di bahagian tengah bukit cipapnya terbelah. Masih tertutup rapat liang cipapnya. 

    Di sekitar kawasan itu hanya terlihat beberapa helai bulu cipapnya. Itupun halus-halus. Begitu bersih dan putih cipap milik Lisa ni, bisik hatiku. Sedang aku menghayati keindahan cipapnya itu. Aku lihat Lisa membuka baju kurungnya. Kemudian aku tolong dia buka branya. Wajahnya sedikit kemerahan menahan malu namun ia berusaha untuk tetap tersenyum. Aduhai. Buah dadanya itu memang cantik. Berbentuk bulat seperti bola tennis, warnanya putih. Bersih. Puting-putingnya masih kecil. Berwarna merah muda brownish pun ada sikit-sikit. Sungguh cantik. Fikirku. 

    "Lisa ni cantik sekali", bisikku perlahan. 

    Batangku semakin tersengguk-sengguk tak tentu hala. Lalu Lisa menghulurkan kedua tangannya kepadaku mengajakku berdiri. Kini rasanya kami seperti sepasang kekasih saja. 

    "Bang. Lisa dah siap. Lisa akan serahkan semuanya. Seperti yang Abang. Dan Lisa inginkan", bisiknya. 

    Aku memeluknya. Badanku seperti terkena medan elektrik statik saat kulitku menyentuh kulit halusnya yang hangat dan mulus apalagi ketika kedua buah dadanya yang bulat menekan lembut dadaku. Jemari tanganku tak berhenti-henti mengusap ponggongnya yang telanjang. Begitu halus dan mulus. aku tak sanggup menahan nafsuku lagi. 

    "Aahh. Atas katil jom. Abang dah tak tahan ni", bisikku tanpa malu-malu lagi. Lisa tersenyum. 

    "Terserah Bang. Abang nak buat kat manapun", sahutnya. 

    Tooiinng. Batangku tersengguk-sengguk seolah-olah bersetuju. Dengan penuh nafsu aku segera menarik tubuhnya ke katil. Kurebahkan tubuh Lisa yang telanjang bulat itu di atas katil, Tubuh Lisa yang telanjang bulat kelihatan dengan jelas dari hujung rambut sampai hujung kaki. Lisa memandangku. Menunggu apa yang akan berlaku seterusnya. 

    Aku buka baju kemejaku. Aku merayap keatas katil. Dan baring di sebelahnya. Kami berkulumam lidah sebentar. Sementara tanganku merayap ke seluruh tubuhnya. Aku usap kedua buah dadanya sambil meramas-ramas perlahan. Kemudian tanganku turun ke bawah. Ke celah kelangkangnya. Sambil mengusap-usap di situ. Sampai terasa lelehan air mazinya di jariku. Lisa merintih-rintih kecil. 

    Aku geserkan mukaku tepat berada di atas kedua bulatan buah dadanya, Jemari kedua tanganku mulai merayap di dua gunung miliknya itu, seolah hendak mencakar kedua buah dadanya. Dan aku uli secukupnya gumpalan kedua buah dadanya yang kenyal dan montok. Lisa merintih dan menggeliat antara geli dan nikmat. 

    "Bang.. Mm.. Mm.. Iih.. Geli Bang..", erangnya perlahan. 

    Beberapa saat kumainkan kedua puting-puting bu

    ah dadanya yang kemerahan dengan ujung jemariku. Lisa menggeliat lagi. Aku gentel sedikit putingnya dengan lembut. 

    "Mm Bang", Lisa semakin mendesah tak karuan dan aku ramas-ramas kedua buah. 

    "Aaww. Bbaa.. Nngg..", Lisa mengerang dan kedua tangannya memegang kain cadar dengan kuat. 

    Bersambung . . . . .

    Cs - Cerita Melayu Dewasa:

    Budak sekolah - 5

    Aku semakin menggila. Tak puas kuramas lalu mulutku mulai menjilati kedua buah dadanya secara berganti-ganti. Seluruh permukaan buah dadanya basah. Kugigit-gigit lembut puting-puting buah dadanya secara bergantian sambil kuramas-ramas sampai Lisa berteriak kecil kesakitan. 

    "Bangg.. Sshh.. Shh.. Oohh.. Oouww.. Banngg..", erangnya. 

    Aku tak peduli. Lisa menjerit kecil sambil menggeliat ke kiri dan kanan, sesekali kedua jemari tangannya memegang dan meramas rambut kepalaku. Kedua tanganku tetap meramasi kedua buah dadanya berganti-ganti sambil kuhisap-hisap dengan penuh rasa nikmat. Bibir dan lidahku dengan sangat rakus mengucup, mengulum dan menghisap kedua buah dadanya yang kenyal dan padat. Di dalam mulut, puting buah dadanya kupilin-pilin dengan lidahku sambil terus menghisap. Lisa hanya boleh mendesis, mengerang, dan beberapa kali menjerit kuat ketika gigiku menggigit lembut putingnya. Beberapa tempat di kedua bulatan buah dadanya nampak berwarna kemerahan bekas hisapan dan garis-garis kecil bekas gigitanku. Mm. Mm. Ini benar-benar nikmat. 

    Setelah cukup puas. Bibir dan lidahku kini merayap menurun ke bawah. Kutinggalkan kedua belah buah dadanya yang basah dan penuh dengan lukisan bekas gigitanku dan hisapanku, terlalu jelas dengan warna kulitnya yang putih. Ketika lidahku bermain di atas pusatnya, Lisa mulai mengerang-erang kecil keenakan, bau tubuhnya yang harum bercampur dengan peluh menambah nafsu sex-ku yang semakin memuncak, kukucup dan kubasahi seluruh perutnya yang kecil sampai basah. 

    Aku undur ke bawah lagi. Dengan cepat lidah dan bibirku yang tak pernah lepas dari kulit tubuhnya itu telah berada di atas bukit cipapnya yang indah mempesona. Tapi kelangkangnya terkatup membuatku kurang berleluasa untuk mencumbu cipapnya. 

    "Buka kaki Liza ye", kataku tak sabar. 

    "Ooh. Bbaanngg", Lisa hanya merintih perlahan bila aku membuka kelangkangnya. 

    Kelihatannya dia sudah lemas aku permainkan, tapi aku tau dia belum orgasme walaupun sudah terangsang. Sekarang ini aku ingin merasakan kelazatan cairan kewanitaan dari liang cipap seorang gadis sunti. Aku memperbetulkan position kepalaku di atas kelangkang Lisa. Lisa membuka ke dua belah pehanya lebar-lebar. Kini wajahnya yang manis kelihatan kusut dan rambutnya tampak tak terurus. Kedua matanya tetap terpejam rapat namum bibirnya kelihatan basah merekah indah sekali. Kedua tangannya juga masih tetap memegang kain cadar, dia kelihatannya rasa tertekan. 

    "Lisa", kataku mesra. 

    "Lepaskan saja perasaan. Jangan takut. Kalau Lisa merasa nikmat. Menjerit saja. Biar puass", kataku selanjutnya. 

    "I.. Iya b.. Bbanngg.. Se.. Seedapp banngg..", sambil tetap memejamkan mata ia berkata perlahan. 

    Aku tersenyum senang, sebentar lagi kau akan merasakan kenikmatan yangg luar biasa sayang, bisikku dalam hati, dan setelah itu aku akan meragut kegadisanmu dan menyetubuhimu sepuasnya. Kuhayati beberapa saat keindahan cipapnya itu. Cipap milik Lisa ini masih Fresh. Kulit di bibir cipap dan di sekitar cipapnya itu masih tembam, tidak kerepot. Kedua bibir cipapnya tertutup rapat sehingga susah untuk aku melihat lubang cipapnya. Benar-benar dara sunti fikirku bangga. Aahh. Betapa nikmatnya nanti saat celah cipap dan liang cipapnya mengemut batangku, akan kutumpahkan sebanyak-banyaknya air maniku ke dalam liangnya nanti sebagai tanda kenikmatan dunia yang tak terkata. Aku berharap agar Lisa juga boleh merasakan pancutan air maniku yang hangat, agar dia juga dapat merasakan kenikmatan yang kurasakan. 

    Seterusnya tanpa kuduga kedua tangan Lisa menekan kepalaku ke bawah. Ke arah cipapnya. Hidungku menjunam di antara kedua bibir cipapnya. Empuk dan hangat. Kuhidu sepuas-puasnya bau cipapnya penuh perasaan, sementara bibirku mengucup bahagian bawah bibir cipapnya dengan penuh bernafsu. Aku sudu-sudu cipapnya dengan mulutku, sementara jemari kedua tanganku merayap ke balik pehanya dan meramas ponggongnya yang bulat dengan ganas. Rasa cipapnya. Mm. Yummy. Ada sedikit manis dan masin. Nikmat. Lisa menjerit-jerit nikmat tak karuan, tubuhnya menggeliat hebat dan kekadang melonjak-

    lonjak kencang, beberapa kali kedua pehanya mengepit kepalaku yang asyik berkulum dengan bibir cipapnya. Kupegang kedua belah ponggongnya yang sudah agak berpeluh agar tidak bergerak terlalu banyak, sementara bibirku masih bermain-main di cipapnya. 

    "Mm.. Bangg.. Auuww.. Aaww.. Hgghhkkhh..". Lisa mengerang-erang. 

    "Bang.. Ssedapp.. Bangg.. Aahh aduuhh.. Oouuhh..", ia memekik cukup kuat kerana nikmatnya. 

    Kedua tangannya bergerak meramas rambut kepalaku, sambil menggoyang-goyangkan bahunya yang seksi. Kekadang ponggongnya dinaikkannya sambil terkejang nikmat kekadang. Digoyangkan ponggongnya seirama dengan nyonyotanku kepada cipapnya. 

    "Bangg.. Oouhh.. Yaahh.. Yaahah.. Bang.. Huhuhu.. Huhu..", Lisa berteriak semakin keras. 

    Terkadang Lisa seperti menangis. Mungkin tidak berdaya menahan kenikmatan yang kuhasilkan pada cipapnya. Tubuhnya menggeliat hebat dan kepala Lisa berpaling ke kiri dan ke kanan dengan cepat, mulutnya mendesis dan mengerang tak karuan. Aku semakin bersemangat melihat reaksinya. Mulutku semakin buas, dengan nafas tersekat-sekat kusingkap bibir dengan jemari tangan kananku. Mm. Kulihat daging berwarna merah muda yang basah oleh air liurku bercampur dengan cairan air mazinya. Sebelah bawah terlihat celah liang cipapnya yang amat sempit dan berwarna kemerahan. Aku cuba untuk membuka bibir cipap Lisa agak luas, namun Lisa tiba-tiba menjerit kecil. Ternyata aku terlalu luas menyingkap bibir cipapnya. 

    Kuusap dengan lembut bibir cipapnya. Kemudian lalu kusingkap kembali perlahan-lahan bibir nakalnya itu, celah merahnya kembali terlihat, atas liang cipapnya kulihat ada tonjolan daging kecil. Juga berwarna kemerahan. Batu permatanya. Bahagian paling sensitif. Mm. Ni dia mutiara nikmat bagi Lisa fikirku, lalu dengan rakus lidahku kujulurkan keluar dan mulai menjilat batu permata itu. 

    Tiba-tiba Lisa menjerit keras sambil kedua kakinya menyentak-nyentakkan ke bawah. Lisa mengejang dengan hebat. Dengan kemas aku memegang kedua belah pehanya dengan kuat lalu sekali lagi kulekatkan bibir dan hidungku di atas celah kedua bibir cipapnya, kujulurkan lidahku keluar sepanjang mungkin lalu kuteluskan lidahku menembusi apitan bibir cipapnya dan kembali menjilat nikmat permatanya. 

    "Hgghggh.. Hhgh.. Sshshhshh..", Lisa menjerit tertahan dan mendesis panjang. 

    Tubuhnya kembali mengejang. Ponggongnya diangkat-angkat ke atas sehingga lebih senang lidahku menyelusup masuk dan mengulit-ulit batu permatanya. Tiba-tiba kudengar Lisa seperti terisak dan kurasakan terdapat lelehan hangat singgah ke bibir mulutku. Aku mengulit permatanya sehingga tubuh Lisa mulai terkulai lemah dan akhirnya ponggongnyapun jatuh kembali ke katil. Lisa melenguh tak menentu. Menghayati nikmat yang baru pertama kali dia rasakan, kenikmatan syurga dunia miliknya. Celah cipapnya kini tampak agak lebih merah. Seluruh kelangkangnya itu nampak basah. Penuh dengan air liur bercampur lendir yang kental. Mm. Mm. Aku jilati seluruh permukaan bukit cipapnya. 

    "Sedap kan?", bisikku. Lisa sama sekali tak menjawab, matanya terpejam rapat. 

    Kulihat lidah Lisa mambasahkan bibirnya. Tanda menikmati keasyikan yang amat sangat. Mulutnya kelihatan tersenyum bahagia. Tanpa menunggu jawabannya, aku segera duduk setengah berlutut di atas tubuhnya. Buah dada Lisa penuh dengan lukisan hasil karyaku. Nafasnya kelihatan turun naik laju. Dengan agak kasar aku bengkokkan kakinya. Dan kutumpangkan kedua pehaku pada pangkal pehanya sehingga kelangkangnya menjadi terbuka luas memperlihatkan cipapnya yang merangsang itu. Kutarik ponggongnya ke arahku sehingga batangku yang sudah cukup lama sengsara, aku geselkan diatas bukit cipap milik Lisa yang masih basah. Kuusap-usapkan kepala batangku pada kedua celah bibir cipapnya. Nikmat. Lisa menggeliat manja. 

    "Bangg.. Iih.. Gelii.. Aah.. Ggeellii..", jeritnya manja. 

    Aku pegang batangku yang sudah keras dan aku ulit-ulitkan di alur cipapnya. Sambil kuusik-usik batu permatanya dengan kepala batangku. Kemudian aku tusuk celah bukit cipapnya, mencari liang cipapnya perlahan-lahan. Kurasakan bukit cipapnya nikmat dan hangat. Aahh. Kua

    rahkan batangku dengan tanganku menusuk bukit cipapnya yang lembut lalu kepala batangku menyelusup masuk di antara kedua bibir cipapnya. 

    "Perlahan-lahan Bangg..", bisiknya lemah. 

    Dengan jemari tangan kananku mengarah batangku yang sudah tak sabar ingin segera masuk dan meragut selaput daranya itu. Lisa memegang pinggangku kemas-kemas, sementara kulihat Lisa memejamkan kedua belah matanya seolah menungguku. Aku tekan lagi perlahan-lahan. 

    "Aahh.. Bangg.. Mm.. Aaww.. Pelan-pelan Bangg.. Sakiit..", Lisa memekik kecil. Menggeliat kesakitan. 

    Segera aku pegang bahunya agar jangan bergerak. Aku berhenti menekan. aku main-mainkan setakat itu sahaja. Tak mahu terus menekan ke dalam. Dalam pada itu. Tanganku merayap-rayap di dadanya. Aku sedut-sedut dadanya. Dan aku kucup telinganya. Akhirnya aku berjaya melupakan kasakitannya dengan kenikmatan. Dan apabila nampak saja Lisa berada di alam kenikmatan. Aku terus menekan dan chreess. Aku merasa seperti ada yang carik. 

    "Aauuww.. Huk.. Huk.. Huu.. Huu.." Lisa menjerit keras lalu menangis terisak-isak. 

    Bersambung . . . . . . .

    Cs - Cerita Melayu Dewasa:

    Budak sekolah - 6

    Selaput daranya dah carik dah. Aku tak begitu peduli dan terus menekan. Kulihat bibir cipapnya mekar semakin besar seperti kembang kuncup. Aagghh. aku menahan rasa nikmat kemutan cipapnya. Kupegang bahu dan kutarik kearahku. Srrtt.. Crrkrktt.. Batangku masuk makin ke dalam. Oouuhh nikmatnya setengah mati., Lisa terus menangis terisak-isak kesakitan, sementara aku sendiri pejam celik keenakkan. Batangku keenakan bila kupaksa untuk menyelusup ke dalam liang cipapnya yangg sempit. Terasa hangat dan sedikit basah. 

    Lisa merintih dan memekik-mekik kecil ketika batangku berjaya menyelusup liang cipapnya yang tersangat sempit. Wooww. Nikmatnya saat liang cipapnya menyepit kepala batangku, daging cipapnya terasa hangat dan agak licin, namun kemutannya begitu kuat seakan-akan kepala batangku seperti diramas-ramas. Aku kembali menekan hingga de dasarnya dan Lisa menjerit kecil lagi, aku tak peduli. 

    "Aaww. Bbaanngg sakiit..", teriak Lisa meminta belas kasihan, tubuhnya menggeliat kesakitan dan gemetar. 

    Aku berusaha menenteramkannya. Kukulum bibir dan lidah Lisa dengan penuh nafsu sekali sambil kugoyang ponggongku perlahan-perlahan. Kemudian aku kucup dahinya. Perlahan aku bawa bibirku ke arah dadanya. Kesedut-sedut lagi. Sehingga bertambah lagi kemerah-merahan tubuhnya yang putih. Mendesah-desah Lisa. Kegelian dan nikmat. 

    Akhirnya aku tarik batangku. Hanya kapala batangku sahaja yang masih di dalam cipapnya. Aku tarik dan sorong kepala batangku di liang cipapnya berkali-kali. Lisa mula merintih-rintih kembali. Dan aku mengambil kesempatan itu dengan menghentak batangku masuk menyelusup terus ke dasarnya. Tubuh Lisa terangkat ke atas sambil memelukku. 

    "Ssaakiit.. Oohh... Ssedapnya Bang..", erang Lisa perlahan. Perkataan sakit sudah bertukar menjadi sedap. 

    Aku buat begitu berkali-kali. Itulah keenakan bermain dengan seorang dara sunti. Masih perawan. Dan mungkin betapa nikmatnya seorang dara sunti mengalaminya pertama kali. Aku peluk erat tubuhnya. Aku menggeliat kenikmatan merasakan kehangatan dan kehalusan kulitnya, apalagi masa dadaku menekan kedua buah dadanya yang montok. Rasanya begitu kenyal dan hangat. Puting-puting susunya terasa mengeras dan tajam. Perut kami bersentuhan lembut dan yang paling merangsang adalah waktu batangku berenag-renang di dalam liang cipapnya yang lembut tapi sempit. 

    "Lisa. Hh. Bagaimana sekarang..", bisikku mesra. Ia memandangku dan tersenyum malu. 

    "Mm.. Sedap Bang.. Rupanya nikmat ya Bang..", ujarnya terus terang. 

    Belum sempat dia selesai berkata-kata, aku tarik kepalanya dan mengulum bibirnya yangg nakal itu, Lisa membalas. Kujulurkan lidahku ke dalam mulutnya dan Lisa terus mengulumnya hangat. Kurayapkan kedua jemari tanganku di belakangnya. Mengusap dan menyelusuri tubuhnya dari bahu terus ke bawah. Di bahunya yang hangat dan padat. Kuramas-ramas dan ketika tanganku bergerak ke bulatan ponggongnya yang bulat merangsang. 

    Aku genggam dan ramas semahunya. Aku mulai menggoyangkan ponggongnya aku gesel tubuh Lisa yang bogel terutama pada bahagian kelangkangnya dimana batangku masih terpacak. Menekan cipap kecil milik Lisa yang lembut, betapa nikmatnya kurasakan. Lisa menggeliat kegelian namun ia sama sekali tak menolak. Batangku terasa senak bergesel dengan dasar liang cipapnya. Lisa hanya merintih kesedapan dan memekik kecil. 

    "Aahh.. Sedap Banngg..", erangnya membuatku makin terangsang. 

    "Aahh.. Lisa.. Cipapmu.. Nikmat.. Sshh..", aku melenguh keenakan. 

    "Goyaang Bbaanng..", bisiknya hampir tak terdengar. Manja. 

    Aku menuruti kehendaknya. Aku goyang perlahan-lahan. Sambil aku cium bibirnya dengan bernafsu, dan iapun membalas dengan bernafsu. Nafasnya mendengus-dengus. Batangku menggesel-gesel liang cipapnya dengan agak kasar. Lisa memeluk ponggongku dengan kuat, ujung jemari tangannya menekan punggungku dengan keras. Kukunya terasa menembusi kulitku. Tapi aku tak peduli, aku sedang melayang-layang menikmati tubuhnya. Lisa merintih-merintih dalam cumbuanku. Beberapa kali ia cuba menggigit bibirku, namun aku tak peduli. Aku hanya merasakan betapa liang cipapnya yan

    g hangat dan lembut itu mengemut ketat batangku. Seakan ketika kutarik keluar batangku. Seolah cipapnya mahu ikut sama. Agghh. Nikmatnya luar biasa. Aku mendesis panjang kerana terlalu nikmat. 

    Aku tarik dan sorong batangku. Keluar masuk menggesel liang cipapnya. Aku rasa dah tak tahan. Nak klimaks. Lisa kulihat seperti terawang-awang perasaannya. Kedua jemari tangannya mengusap-usap perlahan yang berpeluh. Aku kembali mengucup bibirnya. Mengajak bercumbu, Lisa menyambut bibirku. Aku mulai menggerakkan ponggongku turun naik. Tetapi lambat dan teratur. Kutarik perlahan batangku keluar dari kemutan liang cipapnya. 

    Perlahan-lahan batangku kusorongkan kembali di celah liang hangatnya. Cipapnya kembali mengemut lembut kulit batangku. Kemutan liang cipapnya kembali menahan laju gerakan masuk batangku. 

    "Aagghh", kembali aku mengerang menahan rasa nikmat yang tiada tara saat itu. 

    Lisa menjerit kecil lalu merintih-rintih perlahan diantara rasa nyilu dan nikmat. Aku tekan ponggongku lebih ke bawah hingga seluruh batangku tidak ada lagi yang tersisa di luar celah cipapnya, kutekan dan kutekan sampai kurasakan di antara kemutan ketat bibir dan liang cipapnya kepala batangku menyentuh dasar cipapnya. Mulut rahimnya. 

    "Aaghhghh", Lisa kini mengerang-erang mulai merasakan nikmatnya permainan indah ini. 

    "Oouuhwhww.. Bangg.. Lisa ssee.. Ssedapp.. Nyee.. Oouuhhww.." ia kembali mengerang kenikmatan. 

    "Aahhgghh.. B.. Bangg.. Aahhghgh. Nikmat b.. angg..", erangnya lagi. 

    Saat itu seluruh batangku kembali kubenamkan ke dalam liang cipapnya secara perlahan. Kedua jemari tangan Lisa mengusap-usap dan mencengkam-cengkam kedua belah ponggongku yang terus bergerak turun naik secara lembut menyetubuhinya. Badannya ikut bergoyang perlahan naik turun bahkan kekadang mengayak-ayak seirama dengan tarikan. Beberapa kali dia melepaskan kucupannya dan mendesah lembut melepaskan rasa nikmat. Dia sudah mulai terbiasa dengan gerakan permainan ini. 

    Aku tarik dan sorong batangku dengan penuh kenikmatan. Kekadang aku sengaja aku main-mainkan kepala batangku di alur cipapnya. Aku sondol-sondol batu permatanya. Tubuh Lisa bergetar-getarku rasakan. Dan ketika Lisa mengerang-erang kesedapan. Aku hentak batangku masuk sampai ke dasarnya kembali. Tubuh Lisa terangkat-angkat bila aku lakukan begitu. Itu yang menjadi keseronokanku. Menikmati tubuh seorang dara sunti. 

    Tiba-tiba tubuh Lisa mengejang dan bergetar lembut. Mulutnya mendesis dalam kuluman bibirku. Kedua kakinya tiba-tiba dihentakkan ke belakang ponggongku. Sambil ponggongnya diayak-ayak. Aku rasa liang cipap miliknya terkemut-kemut membuat batangku seakan diramas-ramas kuat. Tubuhku ikut merasakan kenikmatan yang amat sangat. Aku biarkan lagi batangku terbenam di dalam liang cipapnya yang sedang berkemut-kemut itu. Suatu cairan yang hangat dan licin mulai membasahi seluruh batang. Lisa menjerit kecil dan melenguh panjang. Aku tau. Lisa dah klimaks lagi. 

    "Aagghh.. Oouuhh..", erangnya nikmat. 

    Kubiarkan Lisa menikmati klimaksnya. Sambil kurendam batangku seketika. Mata Lisa terpejam rapat. Kemudian aku terus berdayung di dalam kehangatan cairan klimaksnya. Semakin laju dan laju. Aku tak dapat menahan. Air maniku mengalir deras menuju hujung batangku. Aku cuba menahan lagi. Tersengguk-sengguk batangku jadinya. Namun akhirnya aku menyerah kalah. 

    Aku benamkan seluruhnya batangku dan seterusnya ikut melepaskan rasa nikmat yang tertahan dan mencapai puncak nikmat. Air maniku menyembur tumpah keluar dari dalam liang cipapnya. 

    "Aaghh", akupun meraung keras, melepaskan segala perasaan yang tertinggal. 

    Dansambil tanganku memaut ponggong Lisa dan Lisa ayak-ayak tanpa kupinta. Merasai kehangatan air maniku di dalam cipapnya. Tubuh kami sama-sama bergetaran dan mengejang. 

    "Oouuh.. Bbaanngg.. Oouugghh..", Lisa melenguh melepas klimaknya. 

    "Hhgghh... Lii.. Sa.. Hhghgghhg... Oouhh nikmatnya...", erangku sambil menikmati. 

    Batangku tersengguk-sengguk memuntahkan air maniku di dalam liang cipapnya. Kugoyang-goyang pinggangnya ke kiri dan aku sudah tak berdaya mengangkat tubuhku lagi. aku rasakan liang

    cipap Lisa mengendur. Tiba-kedua kakinya terkulai lemas tak bertenaga. Akhirnya akupun ikut terkulai layu di atas tubuhnya. 

    Aku benar-benar sangat letih namun penuh dengan kenikmatan. Kami berdua hanya mendesah panjang merasai sisa-sisa kenikmatan yang masih tersisa. Aku memeluk erat tubuh Lisa, lalu kukulum bibirnya dengan lembut, lalu aku berguling di sampingnya, batangku menggelungsur keluar dari dalam liang cipap yang kini sudah licin. Ia merintih ngilu. Aku menghempaskan tubuhku di samping tubuh bogel Lisa yang putih mulus berpeluh. Kelemasan. 

    Begitulah pengalamanku. Selama beberapa hari aku di PJ, aku dan Lisa kerap melakukannya. Sebelum aku meninggalkan Lisa, dia sempat menceritakan kisah Winnie kepadaku. Sebenarnya Winnie telah dijadikan mistress seorang datuk. Tapi Lisa tak bagi tau sapa. Dan Lisa juga akan mengikuti langkahnya. Selepas itu aku putus terus hubungan dengan mereka berdua. Dan aku terus memburu gadis-gadis sunti. 

    Tamat

    Cs - Cerita Melayu Dewasa:

    Layan Batang Benggali

    MAR 24

    Posted by mrselampit

    Halim meminta anaknya yang berusia enam tahun itu menjengok di luar rumah untuk melihat sama-ada sesiapa yang datang ke rumahnya. Bunyi deruan angin lori yang agak kuat di luar seolah ada orang datang ke rumahnya. Setahunya tidak ada pun dia menempah atau meminta sesiapa menghantar barang untuknya. Setelah dia sendiri menjengoknya, barulah dia tahu ada orang yang akan duduk atau sewa rumah kosong di sebelahnya.

    “Dah ada orang sewa rumah sebelah tu. Nampaknya benggali pula yang sewa rumah Che Ibrahim tu” kata Halim bila ditanya oleh isterinya.

    Kesal juga Halim kerana sepanjang dia menyewa di rumah itu, belum ada lagi jiran-jiran terdekatnya orang melayu. Kesemuanya berbangsa asing. Di depan dan di sebelahnya kesemuanya bangsa cina.

    “Apa khabar”.

    Halim menjengok keluar bila terdengar dirinya dipanggil. Seorang lelaki yang lebih kurang sebaya dengannya telah mencegat dan tersenyum ke arahnya di muka pintu. Rupa-rupanya penghuni baru yang akan menyewa di sebelah rumahnya yang datang. Terkejut juga Halim kerana sebelum ini jiran-jirannya yang lain yang berbangsa asing itu tidak pernah datang ke rumahnya.

    Setelah lelaki tersebut memperkenalkan diri barulah Halim tahu bahawa yang menyewa rumah itu adalah sepasang suami isteri berbangsa benggali. Walaupun lelaki tersebut tidak memakai sarban, Halim tahu yang dia adalah berbangsa benggali, kerana beberapa orang keluarganya yang datang sama adalah memakai sarban di atas kepalanya. Hanya lelaki yang ingin menyewa rumah itu saja yang tak memakai sarban..

    Setelah beberapa hari benggali itu tinggal di situ barulah Halim merasa lega. Didapatinya Jagjit (namanya) baik orangnya dan tahu menghormati dia sekeluarga yang berbangsa melayu. Isterinya Susmita juga ramah orangnya, walaupun cakapnya agak pelat, tidak seperti suaminya yang begitu fasih berbahasa melayu. Jagjit juga tidak memelihara anjing seperti jiran cinanya yang lain. Jadi bila Jagjit mengajak mereka sekeluarga bertandang ke rumahnya, tidaklah menjadi masaalah bagi Halim sekeluarga.

    “Milah, pergilah bertandang ke rumah sebelah tu. Tak ada salahnya kita berbuat baik kepada jiran walaupun dia berbangsa asing. Kebaikan kita adalah mencerminkan kebaikan bangsa kita” kata Halim menasihati isterinya.

    Setelah beberapa bulan berjiran, hubungan Milah dan Susmita begitu baik sekali. Oleh kerana mereka sama-sama tidak bekerja dan saling menghurmati antara satu sama lain, hubungan mereka berjalan dengan baik. Malah mereka juga saling menghulurkan apa saja makanan. Susmita juga lebih suka dengan masakan melayu, jadi dia selalu meminta Milah mengajarnya.

    Pendek kata, bila saja ada masa terluang atau ketika anaknya ke tadika, Milah akan berkunjung ke rumah Susmita. Apatah lagi sekarang ini Susmita telah mengandong, kadang-kadang dia banyak bertanya dan meminta nasihat dari Milah. Milah sendiri bukannya tahu sangat, tapi pengalamannya ketika mengandungkan anaknya itu dapat dikongsinya dengan Susmita. Walaupun ketika Jagjit ada di rumah, Milah tak rasa kekok untuk berbual-bual dengan Susmita. Tambah-tambah lagi Jagjit pandai mengusiknya dan agak kelakar juga.

    Tapi yang Milah terpesona ialah dengan ketampanan Jagjit. Rupa paras Jagjit tak ubah seperti DJ Dave, penyanyi pujaannya semasa anak dara dulu. Bukan saja Milah yang selalu berkunjung ke rumah Susmita malah Halim juga suka berbual-bual dengan Jagjit. Tambah lagi Jagjit cukup pandai berbual.

    Sejak akhir-akhir ini Milah rasa satu kelainan ketika dia berada di rumah Susmita, terutama ketika suaminya Jagjit ada bersama. Jagjit yang selalu berseluar pendek dan tak berbaju itu kadang-kadang membuatkan dia geli melihatnya. Tubuhnya yang sasa dan dadanya yang bidang serta ditumbuhi bulu-bulu itu agak menyeramkannya. Tambahan pula Jagjit sekarang sering memerhatikannya.

    Dalam kekerapan Jagjit memerhatikan dirinya begitu, perasaan bangga Milah datang juga dalam dirinya. Dia yang sudah beranak satu itu, dapat juga menarik perhatian lelaki setampan Jagjit, fikir Milah dalam hati. Pernah pada suatu hari Milah sedang mangajar Susmita membua

    t kueh karipap. Jagjit yang kebetulan ada di rumah telah ikut sama memerhatikan cara-cara membuat kueh karipap. Dan dalam berbual sambil membuat kueh ketika itu, Milah telah bertanya kepada Jagjit, kueh apakah yang disukainya. Lalu dengan selamba sambil tersenyum Jagjit menjawab yang dia sangat suka makan “apam melayu”.

    Milah berubah mukanya tiba-tiba bila mendengar jawapan tersebut kerana Milah faham sangat bila disebut “apam”. Tapi Milah tak tahu sama ada Susmita faham atau tidak maksud “apam” yang dikatakan oleh suaminya itu. Tapi Milah pasti maksud “apam” yang dikatakan oleh Jagjit itu adalah kemaluan perempuan. Yang lebih tak sedap lagi di hati Milah ialah bila Jagjit kata “apam melayu”. Mungkinkah Jagjit maksudkan yang dia suka pada kemaluannya?, fikir Milah dalam hatinya.

    Bulu romanya mula berdiri.. Bukan itu saja yang membuatkan Milah seram, malah pada suatu malam, ketika Susmita mengajak keluarganya makan malam bersama-sama. Kebetulan pula malam itu suaminya tidak dapat bersama kerana ada kelas tambahan, jadi hanya dia dan anaknya saja ke rumah Susmita. Semasa makan Milah duduk di hadapan Jagjit. Anaknya duduk di sebelahnya dan Susmita pula duduk di sebelah Jagjit.

    Ketika Susmita bangkit menuju ke dapur untuk tambah makanan, Milah terasa kakinya disentuh-sentuh. Dia ingatkan ada kucing atau lain-lain binatang peliharaan, tapi bila dia menjengok ke bawah meja, didapatinya kaki Jagjit yang menyentuh-nyentuh kaki dan betisnya. Lalu dia mengalih kakinya ke belakang. Tapi selepas itu, walaupun Susmita ada bersama, Milah terasa kaki dan betisnya disentuh lagi walaupun sudah dijauhkannya.

    Milah begitu serba salah. Nak bangkit dan bertukar tempat dengan anaknya, takut Susmita perasan atau bertanya kenapa dia tukar tempat. Bagi Milah, dia tidak ingin Susmita mengetahui akan perkara ini. Ia bimbang akan terjadi perkelahian pula di antara mereka suami isteri. Dia memang menghurmati Susmita selama ini. Jadi nak tak nak Milah terpaksa bertahan dan membiarkan saja kaki Jagjit menyentuh-nyentuh betisnya. Tapi rupanya tidak betis saja yang disentuhnya, malah kaki Jagjit semakin ke atas dan sudah menyentuh pada pahanya pula.

    Dari rasa geli menjadi bertambah geli lagi. Dan dari bertambah geli, Milah mula terasa lain macam pula. Naluri wanitanya mula datang, maklumlah bila betis dan pahanya disentuh-sentuh begitu. Suaminya Halim tidak pernah pun mengusik-usik di betis dan pahanya begitu. Yang suaminya sentiasa sentuh ialah pada buah dadanya dan terus pada kemaluannya. Milah pun tidak tahu bahawa betis dan pahanya itu akan memberikan rasa nikmat bila diusik-usik dan disentuh begitu. Milah semakin serba salah. Dan akhirnya dia cepat-cepat menghabiskan makanannya, lalu bangkit dari kerusi dan menuju ke dapur.

    “Eh.. Tambah lagi. Makanan banyak lagi kat dapur tu” kata Susmita pada Milah.

    Tapi Milah segera menjawab bahawa dia sudah kenyang. Walhal kalau dikirakan dia masih ingin menambah lagi. Semenjak malam itu Milah agak takut untuk ke rumah Susmita ketika Jagjit ada. Tapi Susmita pula yang selalu sangat mengajaknya, tak kira suaminya ada di rumah ataupun tidak. Kerana memikirkan pada Susmita, Milah pergi juga. Dia tidak ingin mengecilkan hati Susmita yang sangat baik kepadanya itu. Dia juga tidak ingin Susmita mengesyaki apa-apa dan tak ingin menunjukkan perubahan pada dirinya.

    Milah tahu yang Susmita tidak mengentahui akan kegatalan suaminya itu. Dan bila mereka sama-sama berada di meja makan, Milah cuba mengelak untuk duduk berhadapan dengan Jagjit lagi. Kalau Jagjit hendak perhati dan renung dirinya, biarkanlah. Bukannya mendatangkan kerugian apa-apa pada dirinya.

    Halim terpaksa menghadiri kursus kaunseling yang dianjurkan oleh Kementerian Pendidikan. Kursus yang akan diadakan di Pantai Timur itu memakan masa selama sebulan. Halim menyedari bahawa dengan ketiadaannya di rumah, agak susah sikit bagi isterinya jika memerlukan apa-apa keperluan rumah. Kalau sekadar lauk dan sayur tu memang ada yang datang menjaja di hadapan rumahnya, tapi kalau lain-lain keperluan terpaksalah ke bandar.

    Walau bagaimana pun Halim meminta ister

    inya menumpang Susmita jirannya itu jika kebetulan dia dan suaminya hendak ke bandar. Ataupun kirim saja kepada mereka. Bagi Milah, kalau tidak kerana anaknya bersekolah tadika, lebih baik dia balik kampong selama sebulan itu. Tapi kerana anaknya terpaksalah dia tinggal di rumah sewanya ini.

    Setelah dua minggu Halim menghadiri kursus, baru kali ini Milah akan ke bandar. Susmita yang mengajaknya menemani beliau. Kata Susmita, dia ingin membeli pakaian bayi yang bakal dilahirkan itu. Lagipun pada minggu depan Susmita akan balik ke kampongnya. Dia akan melahirkan anak sulongnya itu di rumah keluarganya di kampong. Walaupun jangkaan doktor lebih kurang dua minggu lagi, tapi doktor menasihatkan supaya balik awal kerana kebiasaannya kelahiran berlaku lebih awal dari yang dijangkakan.

    Susmita yang akan balik kampong besok pagi telah bersungguh-sungguh meminta Milah menemaninya. Kata Susmita, kalau berlaku apa-apa di tengah jalan nanti, bolehlah juga dia meminta tolong Milah. Nak harapkan suaminya, memang mereka berdua tak tahu apa-apa. Maklumlah mereka baru kali ini menempuh keadaan begini. Baru anak pertama. Kata Susmita, kalau Milah tak nak bermalam pun tak apa, Milah boleh terus balik pada petangnya kerana memang suaminya akan balik pada petang itu juga disebabkan dia tak dapat cuti.

    Milah agak serba salah juga. Tapi tak sampai hati juga dia untuk menghampakan Susmita. Dan setelah Milah menalipon suaminya untuk meminta izin, dan suaminya membenarkannya, Milah telah memberikan kesanggupan. Pukul 9.00 pagi Milah dan anaknya bertolak bersama-sama Susmita dan suaminya untuk menghantar Susmita. Tengah hari baru mereka sampai di rumah keluarga Susmita. Milah merasa terharu dengan penerimaan keluarga Susmita.

    Patutlah Susmita peramah dan baik, kerana keluarganya juga memang begitu. Keluarga Susmita membeli makanan di kedai untuk dijamu kepadanya kerana bimbang dia tidak memakan masakan mereka. Milah juga agak kembang hidungnya bila dipuji oleh Susmita di depan keluarganya. Pada sebelah petang Susmita telah meminta keluarganya memasak kueh-kueh makanan orang benggali. Dia ingin agar Milah mencuba bagaimana rasanya kueh tradisional mereka. Dan bila Milah cuba didapatinya sedap juga kueh tradisional mereka.

    “Orang melayu pun, kalau dah rasa kueh benggali, pasti nak lagi” kata Jagjit suami Susmita ketika mereka semua sedang makan.

    Dan sekali lagi Milah berdegup jantungnya bila mendengar kata-kata Jagjit itu. Dalam hati Milah berkata bahawa Jagjit ni tak habis-habis dengan gatalnya. Milah tahu sangat yang Jagjit tujukan kata-kata tersebut ditujukan kepadanya. Dari air muka dan senyumannya pun Milah sudah dapat membacanya.

    Pukul 8.00 malam Milah bertolak balik ke rumahnya. Susmita beberapa kali telah meminta Milah datang lagi ke rumahnya. Dan Milah memberi jaminan bahawa dia akan datang lagi bila Susmita melahirkan anaknya nanti. Milah duduk di tempat duduk belakang. Dia telah meminta anaknya duduk di kerusi hadapan di sebelah Jagjit. Bukannya apa-apa kerana ada juga perasaan bimbangnya, manalah tahu Jagjit mengambil kesempatan menghulurkan tangannya untuk merabanya nanti.

    Semasa isterinya ada bersama pun Jagjit boleh mengambil kesempatan menghulurkan kakinya di bawah meja, inikan pula hanya dia dua beranak saja. Setelah sampai di pertengahan jalan, anak Milah telah mula mengantok. Kepalanya terhoyong-hayang ke kiri ke kanan. Seringkali kepalanya terhantok pada pintu kereta. Jagjit memberhentikan kereta. Dia mencadangkan agar anak Milah dibaringkan di tempat duduk belakang. Tempat duduk hadapan sememangnya tidak dapat direbahkan kerana rosak. Kata Jagjit dia bimbang anak Milah akan terlintok ke arahnya dan terkena stering dan tentu akan membahayakan. Dan Jagjit sendiri yang menolong mengangkat anak Milah yang lena itu. Dan oleh kerana anaknya telah baring di tempat duduk belakang maka terpaksalah Milah duduk di kerusi hadapan.

    Yang ditakuti dan dibimbangkan oleh Milah memang benar terjadi. Setelah beberapa lama perjalanan Milah terkejut bila tiba-tiba sebelah tangan Jagjit berada di atas pahanya. Milah cuba menepis dan mengalihka

    n tangan yang dipenuhi bulu-bulu itu, tapi Jagjit lebih kuat darinya. Untuk ditepis dengan lebih kuat lagi, Milah bimbang kerana Jagjit hanya memandu dengan sebelah tangan saja. Manalah tahu steringnya akan terbabas pula nanti.

    Milah cuba untuk menjerit, tapi tak jadi bila teringatkan anaknya yang sedang lena di belakang. Milah bimbang bila anaknya terjaga dan melihat tangan Jagjit di atas pahanya, pasti anaknya akan beritahu pada suaminya dan sudah tentulah akan kecoh keseluruhannya. Mungkin juga suaminya nanti menganggap yang dia sendiri sememangnya gatal. Atau pun mungkin berlaku pergaduhan bahkan mungkin hingga ke mahkamah dan sebagainya. Dan bagi Milah yang pastinya dia yang akan mendapat malu nanti. Jadi nak tak nak, Milah cuba bertahan dan menenangkan keadaan.

    Tangan Jagjit dipegangnya supaya hanya berada setakat di atas pahanya saja, tidak bergerak kebahagian-bahagian lain. Walaupun tangan Jagjit tidak bergerak dan hanya terpekap di pahanya saja, tapi jari-jari Jagjit bergerak juga. Kulit paha Milah digaru-garunya perlahan-lahan. Dan cara Jagjit menggaru-garu inilah yang membuatkan Milah terasa geli. Walaupun pahanya ditutupi kain baju kurung tapi kegeliannya terasa juga.

    Dan tanpa Milah sedari kegelian itu telah membuatkan bulu romanya mula berdiri dan naluri nafsunya mula datang. Milah yang sudah beberapa minggu tidak menikmati hubungan sex itu agak cepat terangsang. Tangannya yang mengawal tangan Jagjit tadi sudah mula semakin longgar menyebabkan tangan dan jari-jari Jagjit semakin bebas bergerak. Milah bertambah geli bila tangan Jagjit menyentuh pada celah kangkangnya. Apa lagi Jagjit telah mengusap-usap perlahan celah kangkangnya itu.

    Dia dengan sendirinya mula semakin tersandar pada kerusi dan membiarkan saja tangan Jagjit untuk terus mengusap-usap di celah tersebut. Bukan setakat itu saja, malah Milah juga sudah membiarkan saja walaupun dirasanya tangan Jagjit mula menyingkat kainnya ke atas. Dan selepas itu Milah terasa tangan Jagjit menyelinap masuk ke bawah kainnya pula. Milah bertambah khayal bila bersentuh dengan tidak berlapikkan lagi itu. Apa lagi jari-jari Jagjit mula menyelinap masuk ke bawah seluar dalamnya pula. Dan tanpa disedarinya juga yang dia sendiri sudah membuka kangkangnya.

    Milah terkejut bila kereta Jagjit terhenti. Rupa-rupanya mereka sudah sampai ke rumah. Kereta Jagjit sudah sudah pun berhenti di bawah porch rumah Jagjit. Ketika ini hanya dua tiga buah rumah yang masih cerah. Yang lainnya sudah gelap, mungkin telah tidur. Maklumlah jam sudah menunjukkan pukul 12.00 tengah malam.

    Milah yang tengah syok tadi membetulkan kain baju kurungnya yang disingkat oleh Jagjit lalu turun dari kereka. Dia sebenarnya masih khayal lagi dengan kenikmatan sebentar tadi. Dan Milah seakan-akan menyesal kenapa begitu cepat sampai ke rumah. Milah cuba mengejutkan anaknya yang masih lena dengan nyenyaknya untuk balik ke rumahnya, tapi Jagjit mengatakan tak apalah, biar dia tolong dukong dan angkatkan anaknya itu untuk hantar ke rumahnya. Milah hanya mencapai bag yang dibawanya dan keluar dari perkarangan rumah Jagjit untuk masuk ke rumahnya.

    Jagjit yang mendukong anaknya mengekori dari belakang. Anaknya yang mungkin keletihan itu masih terus lena. Milah telah meminta Jagjit meletakkan anaknya di dalam bilik tidurnya. Memang ada satu katil kecil di bilik itu yang khusus untuk anaknya. Dan di katil itulah Jagjit membaringkan anaknya. Setelah Jagjit membaringkan anaknya, Milah membongkok mengambil selimut untuk diselimut anaknya itu. Tapi sekali lagi Milah terkejut bila Jagjit telah meraba punggongnya. Tapi Milah sudah tidak lagi menepis tangan itu. Dia yang tidak puas merasa syok tadi, seakan-akan ingin merasanya lagi.

    Semakin punggongnya diraba-raba begitu, semakin syok dan nikmat lagi. Dan di dalam keadaan nikmat begitu Milah tidak sedar yang dia hanya menurut saja bila Jagjit memimpinnya menuju ke katilnya. Milah merasa begitu cepat Jagjit menerkam kepadanya. Telinga dan tengkoknya terus dicium oleh Jagjit. Tangan Jagjit pula merayap-rayap pada dadanya dengan sesekali buah dadanya diramas-ramas ol

    ehnya. Milah yang semakin nikmat ini telah membiarkan saja Jagjit membuka baju kurungnya.

    Dan sekejap saja tubuhnya sebelah atas telah terdedah kesemuanya. Inilah pertama kali tubuh Milah terdedah begitu. Suaminya tidak pernah mendedahkan begitu, sebaliknya ditutupnya dengan kain selimut. Malah ketika melakukan hubungan sex dengan suaminya, Milah tidak pernah dalam keadaan bogel. Suaminya mengatakan tidak boleh berbogel kerana iblis akan melihatnya sama. Jadi mereka melakukannya dalam kain selimut.

    Milah semakin kelemasan bila Jagjit telah mengucup dan mencium pada dadanya. Dan dia seakan-akan meraung kenikmatan bila kedua buah dadanya dihisap bergilir-gilir oleh Jagjit. Puting buah dadanya seringkali digigit-gigit perlahan. Dan inilah pertama kali dirasanya yang buah dadanya dihisap begitu. Suaminya hanya meramas-ramasnya sahaja. Barulah Milah tahu betapa nikmatnya dia bila kedua-dua buah dadanya dihisap begitu. Selain dari itu Milah juga terasa geli bila dadanya tersentuh dengan dada Jagjit yang berbulu itu.

    Entah bila Jagjit membuka bajunya, Milah tidak perasan. Tahu-tahu dada mereka sama-sama terdedah. Milah tidak menyangka yang Jagjit terus mencium dan mengucupnya semakin ke bawah lagi. Dari buah dadanya, mulut dan lidah Jagjit terus mencium dan menjilat-jilat pada perutnya. Kemudian turun lagi hingga ke pusatnya dan akhirnya Jagjit mengucup dan mencium pada seluar dalamnya. Milah seakan-akan ingin bertempek kenikmatan bila seluar dalamnya dikucup dan dicium oleh Jagjit.

    Dan dalam keadaan dia tengah khayal begitulah, dia merasa Jagjit telah menanggalkan kain baju kurungnya. Kemudian Jagjit telah menanggalkan pula seluar dalamnya. Milah yang dalam keadaan nikmat begitu sudah tidak kesah lagi walaupun dirinya telah bogel kesemuanya. Suara Milah semakin kuat merengek bila Jagjit mula mencium dan menjilat pada kemaluannya. Milah sudah tidak malu lagi untuk membuka kangkangnya. Milah sudah lupa segalanya. Dan Milah akhirnya mendengus dengan kuat bila Jagjit mengulum kelentitnya. Dia menggelepar mencapai kepuasannya yang pertama.

    Jagjit masih menjilat-jilat kemaluan Milah. Lidahnya sentiasa berlegar-legar pada sekeliling bibir kemaluan dengan sesekali dijelirnya masuk ke dalam lubang kemaluan Milah. Kelentit Milah menjadi kemerahan dikucup dan dikulum olehnya membuatkan Milah yang telah mencapai kepuasan pertama tadi datang ghairah semula. Bagi Milah tidak ada tandingnya kenikmatan yang dirasainya bila kelentitnya itu dikulum oleh Jagjit. Lalu Milah memegang kepala Jagjit agar kelentitnya itu terus dikulum-kulum begitu.

    Milah yang telah ghairah kali kedua seakan-akan tidak sabar untuk merasa nikmat yang seterusnya. Dia memerhatikan ke arah seluar dalam Jagjit. Dia begitu ingin supaya benda yang ada di dalam seluar dalam itu menerjah masuk ke dalam kemaluannya. Dan bila Jagjit melurutkan seluar dalamnya ke bawah, Milah dapat melihat betapa besar dan panjangnya konek Jagjit. Dan Milah cuba membayangkan betapa nikmatnya bila konek itu menerjah masuk ke dalam kemaluannya.

    Milah mengangkangkan kakinya lebar-lebar supaya Jagjit terus memasukkan koneknya. Tapi Jagjit masih lagi mengesel-geselkan kepala koneknya di celah kemaluannya saja. Milah begitu tidak sabar untuk merasa konek yang besar dan panjang itu. Tapi tidak lama kemudian Milah mula merasa yang kemaluannya mula dimasuki oleh konek Jagjit. Seakan ingin terkoyak rasanya lubang kemaluannya untuk menerima kemasukan konek tersebut. Dan tanpa disedari Milah terbeliak matanya bila Jagjit terus menjunamkannya.

    Milah dapat merasa yang kepala konek Jagjit telah sampai ke dasarnya. Milah sudah tidak menghiraukan keadaan sekeliling. Dia terus meraung dan merengek-rengek bila Jagjit menghenjutkan punggongnya. Konek Jagjit yang besar dan panjang itu keluar masuk seolah-oleh mengorek-ngorek lubang kemaluannya. Milah terasa dirinya seperti diawang-awangan.

    Jagjit juga sudah tidak menghiraukan rengetan Milah lagi. Dia terus menghenjutnya semakin laju, dan laju. Dan laju. Dan akhirnya Jagjit mencabut koneknya lalu dilepaskan air maninya dan terpancut pada pusat, perut dan dada

    Milah. Jagjit juga sudah mendengus-dengus dan berdesis-desis mulutnya seperti orang kepedasan. Mungkin dia begitu nikmat ketika air maninya terpancut itu.

    Jagjit memakai semula pakaiannya. Dia ingin segera balik ke rumahnya. Kalau anak Milah terjaga nanti buruk padanya. Milah yang masih terkangkang dan telentang di katil diperhatikannya sekali lagi. Tercapai sudah hajatnya untuk merasakan ‘apam melayu’. Dan memang Jagjit cukup puas hati dengan kemaluan Milah. Dia dapat merasa betapa kuatnya kemutan dan cengkaman kemaluan Milah.

    Cs - Cerita Melayu Dewasa:

    Rumah Sewa Isteriku 2

    Sharing rumah sewa ni dah lumrah di antara lelaki maupun pompuan yg dah berumah tangga - pertama disebabkan pasangan sukar mendapat pindah tempat kerja, dan sementara menungu keputusan majikan utk dapat pindah, mereka share rumah sewa dengan kawan2 dari satu pejabat atau office lain.

    Dilla melorotkan pantiesnya... mari la bang...

    sekali jer... ermmm!

    Keduanya, mereka baru berkahwin, dan menunggu keputusan majikan utk berpindah... ada juga yg sengaja tak mahu pindah sebab nak dekat dgn family masing2... dan adalah sebab sebab yang lainnya.

    Namaku Ilham... 35 tahun dan bekerja sebagai engineer di JB, dan wife aku bekerja di KL. Namanya Noraida, 30 dan kami dah dekat 2 tahun dah berkahwin, tapi tak dapat juga dapat berpindah... so, aku selalu lah ke KL, dan bersama wife aku ni....

    So, masa dalam aku berulang alik tu, aku ni terperangkap dengan skandal seks dengan housemates dia... Raida, atau Aida, menyewa dengan dua lagi rakannya... seorang bernama Liza dan seorang lagi Dilla.... dua dua andartu, dalam awal 30an lah... mungkin mereka tak mau kawin atau masih mencari lagi kut... nak kata mereka ni lesbos.... tak mungkin sebab aku dapat fuck dua dua ni dah!

    Ini kisah aku dapat main dengan Dilla.... dia ni pernah putus tunang, dan dah pernah merasa main dengan tunangnya... tapi entah macam mana putus... mula2 frustrated lah dia dan duduk moyok jer macam 'it's the end of the world' dah utk dia! Tapi lama kelamaan dengan Liza dan wife aku memujuk, dia bertambah baik dan macam biasa, tapi selalu horny -sebabnya, kalau bersama tunangnya itu, dia selalu jer dapat lepaskan rasa hornynya... tapi bila dah putus tunang ni....

    Aku masa tu tak tahu... Dilla ada saja di rumah masa aku datang ke rumah wife aku... dia tak kemana - pelik sikit sebab selalunya dua dua kawan penyewa sama wife aku tu tak ada, akan keluar dan lewat malam akan balik... masa tu, aku dah pernah main dengan Liza sekali dua - di belakang wife aku! Sedap juga dapat dua pantat sekali datang jauh jauh ni!

    Hujung minggu berkenaan wife aku pulak yg tak sihat! Dan Liza fly ke Phuket dengan kawan2 nya.... dan aku datang ke KL masa tu niat utk jaga wife aku yg demam dan sakit period pains yg amat sangat!

    Malam tu selepas Aida tidur berehat, aku pun keluar cari makanan... dan masa aku balik, aku dapati Dilla ada - dia tengah tengok tv. Aku pelawa dia makan sama.... aku ada membeli makanan lebih. Setelah aku menjenguk wife aku di bilik atas.. aku pun turun ke bawah semula....

    "Aida masih lena tu bang...." kata Dilla. "Sian abang datang jauh jauh ni... kena jaga kak Aida.." kata Dilla.

    "Dah macam tu lah, lumrah hidup berkeluarga ni, abang jaga dia kalau dia tak sihat.... dan dia jaga akan abang kalau abang tak sihat.." aku jawab begitu saja lah... kami makan....

    "dah tu Dilla sian pulak abang tak ada yg jaga.... hehe!" kata nya mengusik aku.... aku tahu maksud dia tu... dia tahu yg kami akan main kalau aku datang... Aida pun pernah cerita kat aku, kawan2nya tu akan mengusiknya bila aku balik, pada malam Isnin....

    Aku senyum saja... "hehehe... tak apa... atau Dilla ke yang nak jaga abang?" aku usik dia balik... "...nanti marah pulak bf Dilla... hehehe!" aku cakap macam tu.

    "Ala.... tak apa... sian Dilla tengok abang... penat abang jaga kak Aida tu...." kata Dilla mengambil pingan aku dan mencuci nya di sinki.

    Kami beredar ke ruang depan...dalam kepala aku ni... kalau aku cuba ni, tentu dapat ni... macam si Liza tu juga ni... tapi nak berhati hati juga... takut2 Dilla ni lain... nampak jer dia mengatal dengan aku ni.... tapi mana lah tahu... dia berubah pulak, dan menjerit dan marah kat aku... aku rasa macam nak raba jer bontot Dilla ni... horny tu memang ada... Dilla ni lawa... bukan tak lawa....

    Kami pun menonton TV... aku ke DVD player tu.... baru aku nak ON kan... "Bang..!! Jangan!!" kata Dilla dan dia datang meluru ke arah aku, tersenyum lebar macam malu malu pulak!

    "Kenapa" aku tanya.... aku pegang piring dvd tu, Dilla beria ia nak amek dari tangan aku.... aku tengok, "Eh? Tengok citer XXX eh?" aku kata.... merah blushing muka Dilla...

    .

    "Alaaa... malu la Dilla , abang ni!!" katanya dan kami entah macam mana berpelukan masa bergelut dia nak amek DVD disk tu dari aku...

    "Nakal eh? Tengok cter XXX?" aku pun dah geram, terasa horny saja... dan aku kiss Dilla... dia pun lemah dan membalas kissing aku! Kami di depan TV flat skrin tu, dan berpelukan dan kissing.... "Ermmmm.... bangg!! Arhhh!! Banggg!!" keluh Dilla... kami terlerai dari kissing, kami berpandangan... tangan aku memegang elngannya.... dan aku bawa tangan aku ke teteknya..... dia pejam mata dan mendesah.... "Ermm... bangg!!" keluh nya manja...

    "Abang tahu..... Dilla horny eh?" aku bisik... dia mendesah , kami berpelukan... "rahsiakan ni.... tahu? Tak boleh sapa sapa pun tahu!" aku kata..... sebab aku dah rasakan yang kami akan main malam tu!

    "Ermm... ye bang.... rahsia kita... " dia memeluk aku dan aku memeluk Dilla kembali dan tangan aku meramas ramas bontotnya... dan meraba belakangnya.... aku selukkan tangan aku di dalam baju T nya... dan aku buka kancing branya..... tetek Dilla tak lah sebesar tetek Liza dan tetek wife aku.... tapi dia masih seksi juga....!!

    Aku mula meramas ramas tetek nya.... kami kissing lagi, tangannya mengosok gosok batang aku... aku dengar dia mendesah dan membisik pada aku... "puaskan Dilla bangg! Macam mana abang selalu puaskan kak Aida..."

    Aku bawa Dilla ke kerusi dan aku duduk dan Dilla berbogel.... aku tak perlu nak suruh dia tanggalkan pakaiannya.... aku perhatikan dia menanggalkan satu persatu pakaiannya... dia senyum. Aku senyum dan horny... "Puaskan Dilla bangg!!" katanya dan dia pun rapat pada aku , di celah peha aku dan dia mula mengeluarkan batang aku..... aku tanggal seluar dan seluar dalam aku... aku pun nak sama bogel!

    Dilla memegang batang aku - memang dah keras! Dari kami kissing tadi lagi batang aku dah keras! "Ermmm... patutlah kak Aida selalu saja mengerang kuat malam2 masa abang ada.... ini sebabnya eh?" dan Dilla pun terus menghisap dan menjilat batang aku... kepala takok aku dijilatnya.... dikolomnya... aku perhatikan...

    "Ermmm.... puas Dilla? Dapat hisap batang abang ni..." aku kata.

    "Ermm... setakat ni puas laa.... " katanya senyum dan kembali menghisap danmenjilat batang pelir aku yg dah keras tu... "...besarnyer bang... besar!" katanya dan dia menjilat... aku menikmati setiap jilatan dan hisapan Dilla.... telur aku pun dijilat dan dihisapnya..... aduhh!

    Lepas agak lama juga Dilla menghisap danmenjilat batang aku... aku pun menarik Dilla ke atas aku... aku duduk bersandar...."Naik atas abang...." aku kata. Dilla senyum dan mengetap bibirnya...

    "Dilla selalu main kan? Dlla nak rasa batang abang dalam dalam Dilla?" aku tanya....

    "Ermmm... banggg!! Dah lama bang tak rasa... Liza tu selalu lah... tapi Dilla.... " dia menganga masa dia memasukkan batang aku ke dalam lubang pantatnya.... dah basah pantatnya.... aku perhatikan wajahnya... seksi giler... batang aku pun masuk! Masuk dan masuk! Dilla mengerang masa dia menurunkan punggungnya... pantatnya ketat! Memang dia dah lama tak main ni!

    Dilla pun mula mengesel dan mengenjut enjutkan pantatnya menelan dan membenamkan batang aku! Peergh! Ketat aku terasa dia mengemut! Mengerang tak henti Dilla masa dia menghenjut dan menghenjut! Kami fuck dan fuck , Dilla mengerang dan mengerang sedap.... dan dia klimaks beberapa kali masa tu!

    Lepas tu kami tukar posisi dengan Dilla baring mengangkang di sofa... aku suka posisi ini, mudah nak kawal pergerakan aku.... danaku pun mula menghenjut dan menujah pantat ketat sicantik manis Dilla ni.... teteknya aku nyonyot dan aku kiss.... pputingnya yg tegang tu aku jilat dan hisap... mengeluh dann mengerang Dilla aku kerjakan! Dia mencapai klimaksnya tak lama selepas kami tukar posisi itu...

    Dilla kemudiannya kata pada aku dia nak doggie, itu lah style yg terkahir sebelum aku pancut dalam pantatnya... aku henyak dan Dilla mengerang.... dia kata, "fUck Dilla banggg!! Puaskan Dilla!!" berkali kali dan berulang ulang... aku tak tahan dengan cara dia mengemut batang aku! Lalu aku pun mencapai klimaks aku dan aku lepaskan di dalam lubang pantatnya....

    "Ohhhhhhhhhh

    h bangggggggg!! Hangatnyerr!!" mengerang Dilla dan dia mengemut masa aku pancutkan air mani aku di dalamnya.... aku benam dan tanam dalam dalam.. terbeliak mata Dilla... aku nampak dia puas...

    Kami berpelukan dan kiss... "Ohh banggg...thanks.... banggg!!" bisik Dilla masa tu... dan kami berpelukan dan kissing. Dia bercerita yang dia selalu main sama tunangnya sebelum mreka putus beberapa bulan sebelum tu... dan bila dah putus... dia tak ada sesiapa yg nak puaskan nafsu seksnya... dan dia nak aku jadi pemuas nafsunya.... aku kata, tak boleh, takut nanti Aida tahu... atau Liza tahu... aku kata.

    Walau apa pun, aku kata, aku akan cuba fuck dengan dia... kalau ada peluang... Dilal menghisap batang aku, dijilat2nnya... dan semua air mani aku ditelannya...

    Aku puas main dengan Dilla, kami sambung main di dalam bilik mandi dan dalam biliknya lepas tu.... malam tu sehingga jam 4 pagi aku pancut 3 kali dalam pantat ketat Dilla.... "senggal pantat Dilla abang kerjakan..." bisik Dilla esok petangnya.... Dilla tidur dalam biliknya sampai petang... kepenatan... aku tinjau tengah hari tu, aku nampak air mani aku dah kering di bibir pantatnya... aku senyum, aku amek gambar utk kenangan aku... hehee!

    Malam tu, kami fuck dan fuck... jam 4 pagi, baru lah aku balik ke bilik aku, aku perhatikan Aida masih lena... dia tak berapa sihat lagi... dan perlukan banyak berehat...

    dan aku ambil keputusan utk ambil cuti sehingga selasa. Dari Jumaat hingga selasa itu, pantat Liza berkali kali aku rasa fuck dan pantat Dilla aku dapat kerjakan setiap malam....

    Dilla pun memang nak kan belaian dan batang aku.... aku tak kisah dah, asalkan rahsia ni tak sampai pada Aida... aku tak tahu si Liza tahu atau tidak kami (aku dan Dila) fuck... aku harap tak ada sesiapa yang tahu yang aku fuck semuanya dalam rumah tu.... tiga tiga pantat aku dapat rasa..... yang penting semua puas dan rahsia terpelihara... hehehe!

    Ini lah kisah aku dengan kawan kawan serumah Aida, wife aku... now dah setahun sejak kali pertama aku main dengan Dila dan Liza.... so far ni, tak pecah rahsia kami .... dan dalam setahun tu, aku pun dah kurang fuck Liza dan Dilla.... sebab mereka dah ada bf masing masing....

    Masa aku dan Aida kawin, mereka ada datang... masing2 menjeling jeling manja pada ak, dan ada yang mesej2 lucah lagi pada aku.... hehehe... buat sementara ni aku nak fokus cuma pada wife aku Aida... yang lain tu... ermm.... tunggu lah dulu, kalau dia orang nak, aku akan bagi... what a life!!

    Tamat

    Jiran Yang Baik

    Iqbal dan ida duduk berjiran di kawasan perumahan teres. Iqbal tinggal dgn 2 org lagi kawan bujangnya manakala Ida pula tinggal seorang. Ida selalu menjadi intipan teruna-teruna sebelah rumahnya, tambahan pula dengan dressing Ida yang memang seksi dengan bentuk badan yang menggiurkan.

    Ketika di rumah, Ida memang lebih selesa berpakaian santai dan simple, dan selalunya tanpa bra dan panties. Topless pun pernah. Sekiranya keadaan memerlukan dia keluar ke laman seperti mengambil surat atau pun menyidai baju, akan disarungnya sahaja cardigan atau pun sweater. Melainkan pada waktu malam, kalau dia yakin tak ada orang di luar, dia keluar saja seadanya.

    Walaupun begitu, Ida tidak pernah sombong dengan jirannya. Dia rajin menegur mereka tetapi bukan dgn cara menggoda atau menggedik. Seperti biasa, si bujang mesti selalu try masuk line, tapi Ida tak pernah melayan atau tergedik-gedik dengan mereka.

    Satu malam, Iqbal plan nak melepak di luar rumahnya. Bosan. Roomate nya lain kerja shift malam. Bila dia melqngkqr keluar, terdengar bunyi semburan air dari rumah Ida. Trus diintai ke rumah jirannya itu. Satu pandangan yang indah terpampang di hadapannya. Ida sedang membelakangkannya dalam posisi membongkok, menampakkan punggungnya yang bulat dibaluti hot pants yang ketat. Sebelah tangannya sedang mengelap keretanya sambil sebelah tangan lagi memegang paip air.

    "Dah kenapa minah ni cuci kereta malam2 buta ni" dilihatnya jam menunjukkan pukul 11.45 malam.

    "Ehemm...Cik Ida oii...pukul berapa dahni cuci kereta malam2?" Sapa Iqbal.

    Ida yang tersentak terus bangun dan menoleh ke arah Iqbal. Mata Iqbal terus tertancap pada bahagian dada Ida. Bentuk dadanya yang bulat menggunung sangat jelas disebalik tshirt ketat berwarna merah bercorak yang dipakai. Iqbal menelan air liurnya.

    "Eh Iqbal. Haha..I tak sempat la nak cuci kereta siang. Malam je ada. Malas nak carik carwash bukak malam-malam ni. Cuci sendiri la" Ida menjawab.

    "Nak I tolong?" Iqbal mengoffer diri.

    "Takpela dah malam ni. U nak tidur kan" Ida menolak.

    "Taklah. I keluar pun sebab tak boleh tidur. Esok tak kerja pun. I datang ye? Iqbal terus keluar dan masuk semula melalui pagar runah Ida. Ida tak mampu nak menolak pelawaan Iqbal. Lagi satu, dia segan dengan pakaiannya malam tu. Sangkanya dah takde orang kat luar malam-malam camni.

    Mereka berbual-bual kosong sambil mencuci kereta Ida. Sempat Iqbal menjeling dan meneliti bentuk tubuh Ida yang menggiurkan, lebij-lebih lagi bajagian dadanya. Setiap kali Ida menggosok keretanya, ternampak gegaran teteknya disebalik bajunya yang ketat, seperti gegaran nafsu Iqbal yang melihat. Dia berharap Ida tak perasan batang kote nya yang perlahan-lahan mengeras.

    "Terima kasih Iqbal tolong I. Kalau yak taktau la pukul berapa I habis ni" kata Ida setelah tugas mereka selesai. "Nanti I belanja u makan eh".

    "Sama-sama. Ala ok je tak kisah pun" Iqbal menolak.

    Sejak itu Iqbal dan Ida semakin rapat. Tetapi mereka hanya ketap berbual. Tak pernha lagi keluar bersama. Suatu hari, Iqbal mengajak Ida ke pasar malam berdekatan taman perumahan mereka. Ida setuju tapi dia begitu malas nak bersiap. Cardigannya disarung menutupi singlet putih yang dipakai tanpa bra. Bahagian paling atas dibutangkan satu, menutup bahagian dada. Memang cardigan tu jenis satu butang je pun. Biarpun tanpa bra, teteknya tetap elok terbentuk tanpa jatuh. Jeans lusuh disarung menggantikan skirt pendeknya.

    Mereka menuju ke pasar menaiki motor Iqbal. Ketika mereka hampir selesai membeli barang makanan, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya. Ida dan Iqbal berlari-lari menuju ke pondok berdekatan mereka. Keduanya ketawa lucu. Tiba-tiba Iqbal terdiam.

    "Errr....Ida....baju you...basah.." kata Iqbal sambil memuncung ke arah baju Ida. Spontan Ida menunduk ke bawah. Alangkah terkejutnya bial melihat butang cardigannya dah tercabut, dan terlihat dengan jelas tetek Ida disebalik singlet putih yang basah, dengan putingnya yang dah keras dek kerana kesejukan.

    "Oops.." Ida cepat-cepat memusingkan badannya membelakangi Iqbal sambil menutub bahagian depan badannya dengan cardigannya. Entah bila butangnya tercabut. Dia menoleh semula kepada Iqbal. Mujur hanya mereka berdua sahaja di pondok itu. Keadaan menjadi awkward. Keduanya tidak tahu nak berkata apa sambil menunggu hujan reda. Iqbal tidak dapat memadamkan gambaran indah yang dilihatnya tadi. Batangnya semakin mengeras.

    "Tak pakai bra pun cantik tetek dia. Kalau la dapat ni...." katanya dalam hati.

    "Hujan dah reda sket ni. Jom kita gerak" iqbal mengajak Ida pulang. Ida hanya menurut. Di atas motor Ida memeluk erat pinggang Iqbal yang memecut laju meredah hujan. Terasa benjolan keras menekam dibelakang Iqbal. Iqbal semakin teruja, lebih-lebih lagi bila membayangkan bentuk tetek Ida tanpa bra.

    "Kita makan kat rumah I la nanti" ajak Ida. Tujuannya untuk menamatkan rasa awkward di antara mereka. "I nak mandi dulu. Kalau I tak jawab u datang nanti u masuk je la"

    "Ok" Jawab Iqbal.

    Seperti yang dikatakan, memang Ida sedang bersiap masa Iqbal sampai. Terus Iqbal masuk dan menyusun makanan di atas meja. Ida keluar dengan memakai singlet ketat dengan skirt pendek ala-ala pemain tenis yang terbelah di bahagian paha. Rambutnya masih sedikit basah selesai mandi. Bergetar iman Iqbal melihat pakaian Ida. Mereka menjamu selera dan berbual-bual seperti biasa.

    Selesai makan, Iqbal meminta izin untuk ke bilik air sambil Ida mengemas. Di dalam bilik air, terlihat sehelai bra merah tergantung. Iqbal membelek melihat saiz bra itu. "36D. Hmmm...patutla besar". Fikirannya mula merancang untuk mendapatkan Ida malam itu juga.

    Sebaik sahaja Iqbal keluar, Ida sedang menunggu di sofa dengan air kopi panas. "Wow tak tidurla I malam ni". Dia mengambil tempat duduk di sebelah Ida. Mereka meneruskan perbualan sambil menonton tv.

    "Ida..I nak tanya something personal n private sikit bole?"

    "Apa dia?"

    "U memang tak pakai baju dalam ke bra ke kalau keluar" tanya Iqbal.

    "Eeee..u ni..ni mesti pasal tadi ni. Eee malunya I" kata Ida sambil menekup mukanya.

    "Hahahaha.. ala dengan I je pun. Bukan ada orang lain"

    "yela...still....suka la u dapat tengok kan..kan..." Kata ida sambil mencubit lengan Iqbal.

    " Aduh..aduh...I lelaki... normal la i suka tengok..hahaha"

    Ida menampar lembut lengan Iqbal

    " Hahaha...eh I tanya u tak jawab lagi. "

    "Buat apa u nak tau?"Ida cuba mengelak untuk menjawab.

    "Saja I curious nak tau. Dari perspective seorang perempuan"

    "selalu kalau keluar I pakai la. Tapi tadi macam dekat je..kejap pulak tu. Macam malas nak tukar baju. Kalau kat rumah i selalu tak pakai."

    "Sekarang u pakai" iqbal bertanya lagi.

    "u rasa?"

    "hmmmm..." Iqbal membuat gaya berfikir sambil memandang dada Ida"

    " janganla tenung camtu" Ida mula rasa malu

    "u suruh i teka, kena la tgk sana...hahaha...i rasa u tak pakai"

    Ida mengangkat kening sambil menghirup kopinya.

    "u pakai saiz apa? " iqbal cuba mencari peluang lebih.

    "my bra? Kenapa? U nak belikan ke?haha"

    "kalau i tau saiz i am more than willing to buy for u"

    "heee...gatal" Ida mencuit paha Iqbal.

    "kalau u pandai, u teka la"

    "ala. Kalau nak kena teka i kena tengok live" iqbal mencuba nasib lagi

    "pandai la u. Kalau taktau cakap je la taktau"

    "betul. Kalau i tengok live, terus i boleh bagitau saiz apa. Bukakla..." Iqbal memujuk sambil menarik2 singlet Ida

    "ok..tapi kejap je..kalau u dah teka terus i pakai balik tau"

    "kalau i teka betul, i dapat apa?"

    "hmmm..you nak apa?"

    "hmmmm...kalau i nak pegang?"

    "what?hahaha...amboi...ok kita tengok dulu u teka betul ke tak."

    Perlahan-lahan Ida menanggalkan singletnya, dan terdedahla dua gunung sakti idaman setiap lelaki. Teteknya membulat tegang, dengan putingnya yang coklat kemerahan terletak elok dipuncak.

    "Wow..!" Iqbal merenung Ida, terpesona melihat kecantikan teteknya sambil menelan air liurnya. Batangnya semakin mengeras di dalam seluar treknya.

    " tadi kan dah tengok. Jangan la pandang lama-lama." Ida menekup teteknya dengan tangan.

    "tadi mana nampak betul. Ni baru nampak clear. Nanti la i nak teka ni." Kata Iqbal sambil menurunkan tangan ida.

    "Hmmm...cantik...bulat...besar...tengok saiz, macam cup D. Betul?" Iqbal berpura-pura berfikir, sedangkan dia tahu saiz bra Ida. Ida mengangguk perlahan. Mukanya merona kemerahan bila dipuji oleh Iqbal.

    "hmmm....36D...betul?"

    Ida menutup dadanya dengan tangan sambil mengangguk.

    "yessss...!!!!" Iqbal mengangkat kedua tangannya tanda kemenangan. " eh u dah janji nak bagi i pegang kalau i teka betul tadi. " Iqbal menuntut.

    Perlahan-lahan-lahan Ida menurunkam tangannya. "Jangan lama-lama tau. Pegang je jangan lebih-lebih" 1

    Iqbal mendekatkan dirinya kepada Ida. Badan Ida dipusing menghadapnya. Tetek Ida disentuh dari bawah. Kedua-dua teteknya diurut lembut.

    "Firm tetek you. Pandai u jaga" Iqbal mula memancing Ida. Urutannya yang bermula dari bawah semakin naik ke atas dan keseluruhan tetek Ida diramas lembut.

    "Mmhhmmm.." Ida mendesah perlahan tanpa disedari apabila jari kasar Iqbal mengurut-urut puting susunya. Matanya terpejam menahan sedap. Nafasnya semakin laju.

    Melihatkan keadaan Ida yang sedang asyik menikmati ramasan teteknya, Iqbal terus menghisap tetek kanan Ida. Yang kiri masih diurut dan putingnya digentel lembut. Ida tersentak apabila merasakan sesuatu yang hangat dah basah pada puting kanannya.

    Ida tersentak apabila merasakan sesuatu yang hangat dah basah pada puting kanannya

    "Iqbal..no! Ahh..mmhmm.." Ida cuba menolak badan Iqbal cuba memberhentikan aksi Iqbal tetapi rasa nikmatnya mengatasi tindakannya apabila Iqbal menghisap lembut putingnya sambil lidahnya dipusingkan mengelilingi bahagian areola. Tangan Ida yang mulanya menolak bahu Iqbal kini mengusap-usap rambut Iqbal. Iqbal berpindah ke tetek kiri pula dan tetek kanan yang basah terus diramas.

    "Ah..hmmm.." Ida mengeluh manja. Pada masa yang sama terasa cipapnya semakin basah. Sudah lama dia tak merasa sentuhan seorang lelaki selepas dia break up dengan ex boyfriendnya 3 bulan yg lepas. Nafsunya terjentik semula dengan sentuhan Iqbal.

    Iqbal menghentikan mainan lidahnya dan terus menyambung meramas kedua-dua tetek Ida.

    "Your nipples are so hard. You suka kan? Did i turn u on?hmm?" Iqbal sengaja menduga Ida. Dia mendekatkan mukanya ke telinga Ida. Ibu jarinya masih menggentel puting susu Ida.

    "U ingat tak u cakap nak belanja i makan masa kita cuci kereta u dulu?" Ida mengangguk.

    Iqbal berbisik ke telinga Ida "Today is the day. I want to eat you up" Iqbal menggigit lembut telinga Ida dan menjilat lehernya.

    "Ahhhh..." ida mendesah kegelian. Bibir mereka bertaut dan ciuman bertukar. Tubuh Ida yang separuh bogel dipeluk erat. Iqbal menanggalkan tshirtnya dan terus mengucup leher Ida. Satu lovebite ditinggalkan sebagai tanda. Tetek Ida diramas dan dihisap, sambil tangannya turun masuk ke dalam skirt pendek Ida. Ida tersentak apabila tangan Iqbal tersentuh kulit bibir cipapnya yang sudah banjir dengan air mazinya.

    "Hmmm..panties pun tak pakai..naughty girl u ni.. basah sangat ni" Iqbal memberi ciuman hangat di bibir Ida. Jarinya dilalukan di alur cipapnya.

    "Aahhhh..iqball...!" Ida mengerang kesedapan apabila jari Iqbal menguli-uli kelentitnya. Punggungnya terangkat menahan sedap. Teteknya pula dihisap oleh Iqbal, menambahkan lagi rasa sensasi yang nikmat.

    "Ah..ah..ah.....mmmhmmm.....ssss.....ahhhhh...aaahhhhhh" permainan jari Iqbal semakin laju sehinggalah kaki dan badan seksi Ida mengejang mancapai klimaks. Semakin banyak air pukinya yang melimpah ke sofa.

    Ida berpelukan dengan Iqbal kepuasan. Setelah nafasnya reda, Iqbal menarik tangan Ida dan meletakkannya pada bonjolan keras disebalik seliarnya. "Sayang, I nak pulak" Ida yang faham terus bangun dan melorotkan seluar Iqbal. Batang Iqbal yang sudah mengeras diurut lembut dari hujung ke pangkal, dan dijilat seolah menikmati sebatang aiskrim. Iqbal menyilangkam kedua tangannya di belakang kepala menyelesakan dirinya sambil manikmati belaian Ida pada keris saktinya. "Urgh..uhh..." sekali sekala Iqbal mendesah kesedapan apabila Ida menghisap batang pelirnya yang tidak terlalu panjang, tapi agak genuk, cukup untuk meresahkan mana-mana lubang yang bakal diterokai.

    " sekali sekala Iqbal mendesah kesedapan apabila Ida menghisap batang pelirnya yang tidak terlalu panjang, tapi agak genuk, cukup untuk meresahkan mana-mana lubang yang bakal diterokai 2

    "Hmmm...gemuknya batang you ni..besar...muat ke nak masuk kat I punya?" Ida tertanya sambil mengurut lembut batang Iqbal.

    "Ha? U nak I masukkan kat mana nanti sayang?" Iqbal sengaja mengusik Ida.

    "Ala you ni!" Ida terasa malu dengan soalan Iqbal, terus dilajukan kocokan tangannya pada penis Iqbal membuatkan Iqbal terkejut.

    ""Ah..ah...ok..ok..ok..stop..please stop..arghh" Iqbal merayu. Bukan tak sedap, tapi memang sedap yang amat, takut terpancut awal.

    Iqbal mengalihkan posisinya dan menolak tubuh Ida duduk di atas sofa. Iqbal melutut di lantai di celah kangkang Ida.

    "God u are so beautiful" puji Iqbal sambil merenung Ida dari atas ke bawah.

    "You face is so pretty" Iqbal mengucup bibir Ida dan menghisap lidahnya.

    "Your boobs...bertuahnya I" Iqbal menramas tetek Ida lalu menghisap lembut putingnya.

    "And your pussy..." Iqbal menarik turun skirt Ida sehinggalah Ida betul-betul bogel seksi dihadapannya. Kaki Ida dikangkang dan bibir cipapnua dikuak.

    "Nice pussy" terus Iqbal menerkam cipap Ida dengan mulutnya. Lidahnya dilalukan dari bahagian bawah sehinggalah sampai ke bahagian klitoris. Lidahnya dimainkan disekitar klitoris, sekejap laju, sekejap perlahan, sekejap dihisap. Tangan Iqbal meramas punggung Ida yang terangkat menahan nikmat.

    "Ah..ah...mmhmm....ss...sedapnya..Iqbal...oh..oh..oh....Ahhhhh..ahhhh..i'm cumming Iqbal...Ahhhhh..ahhhhhhhh...!!!" Mulut Iqbal semakin basah dengan air puki Ida yang klimaks sekali lagi. Iqbal bangun mengahadap muka Ida. Bibir Ida dikucup dengan mulutnya yang masih basah dek air nikmat Ida.

    "You are so good with your tongue" Ida memuji. Iqbal menjilat-jilat pipi Ida sebagai gurauan. "Aaa..." Ida menjerit manja.

    Terus Ida menolak badan Iqbal dan duduk di atas ribanya. Cipapnya diletakkan betul-betul di atas batang Iqbal. Bibir Iqbal dicium dan punggungnya digerakkan ke depan dan belakang menggosok batang penis Iqbal. Ida merenung mata Iqbal sambil menggigit bibir sendiri membuat gaya menggoda. Iqbal memahami tanda yg diberikan Ida. Hatinya girang. Plannya berjaya.

    Ida mengangkat sedikit punggungnya dan menghalakan hujung penis Iqbal ke lubang pussy nya. Perlahan-lahan dia menurunkan badannya membenamkan batang Iqbal ke dalam telaga nikmatnya.

    "Ahhhh..." kepala Ida mendongak sambil mulutnya sedikit ternganga, menikmati rasa enak batang Iqbal yang sememangnya penuh berisi memenuhi ruang vaginanya. Apabila kedudukan merrka selesa, Ida menggerakkan punggungnya ke atas dan ke bawah membuatkan batang Iqbal keluar masuk pukinya.

    "Ahh..ah..ah...ah...u..ah..sedapnya u..oh..oh..." gerakan seksi Ida semakin lama semakin laju. Apabila dia penat, gerakannya diperlahankan tetapi ditambah dengan gelekan secara berpusing, menanbahkan rasa nikmat pada batang Iqbal.

    Apabila dia penat, gerakannya diperlahankan tetapi ditambah dengan gelekan secara berpusing, menanbahkan rasa nikmat pada batang Iqbal

    "Yes ida..oh..ketatnya pussy you" Iqbal turut memuji. Mukanya disembamkan pada tetek Ida yang bergoyang betul-betul dihadapan mukanya. Dia membiarkan Ida menjalankan peranannya buat masa ini. Bila sampai giliran Iqbal, dia akan tunjukkan kehebatannya nanti.

    "Iqbal...ah..ah...ahhh....sedapnya...ahhhhhh..ahhhhhh...!!!!!" Badan Ida mengejang, tanda dia mencapai orgasm sekali lagi. Ida memeluk leher Iqbal kepuasan sambil nafasnya masih tercungap. Setelah Ida bertenang, Iqbal membaringkan badan Ida dan penisnya yang masih tegang dikeluarkan.

    "You dah sampai, I tak dapat lagi sayang" kata Iqbal sambil mengurut-urut hujung penisnya sepanjang alur pussy Ida. Bibir Ida dikucup hangat. Ida mula terangsang semula. Apabila dilihat Ida sidah bersedia, Iqbal memasukkan semula batangnya ke dalam lubang pussy Ida. Gerakannya dimulakan perlahan, semakin lama semakin laju.

    "Ah..ah..ah..ah....mhmmm..oh.." keluhan dan desahan mereka bersatu menikmati pelayaran nikmat yang terlarang bersama-sama. Setiap kali Iqbal terasa ingin pancut, dia akan memperlahankan dayungannya, kemudian disambung semula, membuatkan permainan mereka lebih lama. Ida klimaks lagi buwt yg ke sekian kalinya. Iqbal bijak merangsang semula nafsu Ida dengan memperlahankan tujahannya, sambil mengurut-urut kelentit Ida. Ida terasa senak dan mengah dengan pertarungannya dengan Iqbal, tetapi tidak dapat dilawan rasa nikmat yang tak terkata.

    Ida terasa senak dan mengah dengan pertarungannya dengan Iqbal, tetapi tidak dapat dilawan rasa nikmat yang tak terkata 1

    "Iqbal..ah..ah...ah..i nak sampai ni..ah..ah..ah.."

    "I pun dahnak pancut ni sayang...ah..ah..ah...."

    "Iqbal...ahhhh...." sebaik sahaja badan seksi Ida mengejang, Iqbal terus mengeluarkan batangnya dan terpancutlah benih-benih nikmat ke atas perut Ida. Dengan nafas yang masih tercungap, Iqbal memberi kucupan hangat di bibir Ida. "Thank you sayang" Ida mengangguk lemah sambil memejam mata, hampir terlena kepenatan dalam kepuasan. Iqbal terus terlantar di lantai di sebelah sofa. Sempat Iqbal menoleh ke arah jam dinding yang menunjukkan jam 3pagi. Dia tersenyum bila mengira-ngira pertarungannya yang hampir 4 jam dengan Ida. Iqbal dan Ida terus terlelap dibuai mimpi indah kepuasan dalam keadaan bogel.

    Gw

    Farah Budak 12 Tahun

    Cerita Lucah

    Aku seorang guru sekolah rendah di KL. Area aku duduk ni loaded-loaded belaka. Mereka mementingkan pelajaran kepada anak mereka. Sebab itulah mereka tidak berasa rugi jika perlu mengeluarkan wang untuk pembelajaran anak-anak mereka.Mereka akan mengupah guru supaya datang mengajar anak mereka di rumah.

    Aku juga diminta untuk buat tuisyen kepada beberapa orang murid. Ada rumah cina, ada rumah Melayu. Bayarannya bergantung kepada jumlah jam dan jarak perjalanan aku.Ada satu tu, En. Zul aku panggilnya, dan isterinya kupanggil Kak Zah aje. Mereka meminta aku ajar Sains kepada anak tunggal mereka, Farah yang akan menduduki UPSR tahun ni. Aku setuju dan memilih untuk mengadakan pada awaktu malam. 

    Setelah mencapai kata sepakat, aku pun memulakan tugas aku.Aku mengajar dari pukul 8.00 hingga 9.30. Waktu aku mengajar, aku tidak mahu diganggu atau diperhatikan. Mereka faham, bila aku mengajar mereka akan keluar ataupun duduk dalam bilik. Tetapi mereka lebih suka keluar. Dalam masa tu, tinggal aku dengan Farah aje kat rumah. Mereka tiada orang gaji. Dekat-dekat aku nak habis, mereka pun pulang. Kadang-kala aku pulang dulu tanpa menunggu mereka pulang. Kalau ibu bapa Farah lambat balik, aku pesan suruh dia kuncikan pintu.Farah adalah seorang murid yang pandai. Dia mudah dapat apa yang aku ajarkan. 

    Aku cukup suka murid yang macam tu, tambahan pula Farah seorang yang cantik. Walaupun umurnya baru menjangkau 12 tahun, namun perawakan dan bentuk tubuhnya seperti gadis berusia 18 tahun. Mungkin dah baligh kut. Buah dadanya menonjol di dada, menampakkan bahawa sudah berlaku pertumbuhan, manakala bentuk badannay tidak seperti budak lain. 

    Dia mempunyai pinggang yang ramping serta wajah yang menawan. Bila dia senyum, jantung aku berdebar. Sungguh menawan.Namun, aku tak dapat melihatnya hari-hari, kerana dia tidak bersekolah di sekolah aku. Dia sekolah swasta, berbayar. Biasalah, mak bapak loaded. Seminggu dua kali aku akan mengadapnya. Selepas ibu bapanya keluar, kami akan ke bilik bacaan, dan aku memulakan tugasku. Mengajar.Apa yang menarik tentang Farah ni ialah, dia suka memakai baju hanging, yang menampakkan pusat dengan seluar ketat. Kadang-kala, dia memakai seluar pendek. Ini membuatkan aku stim, melihatkan pahanya yang ptuih dan bersih itu. 

    Tiga bulan telah berlalu, keputusan ujiannya membanggakan aku dan ibu bapanya. Ini bermakna, pengajaran aku berhasil dan berkesan. Aku ingin pastikan yang dia akan dapat A dalam UPSR nanti.Satu malam tu, selepas ibu bapanya keluar, semasa aku mengajar, dia telah mengajukan soalan yang sukar untuk aku jelaskan, namun aku mesti jelaskan juga supaya tidak berlaku salah faham.“Cikgu” sapanya lembut memulakan pertanyaan.“Apa” jawabku ringkas.“Malam tadikan, saya tengok pintu bilik ayah mak tak rapat. Saya pun intai le nak tengok, tengok-tengok saya nampak mak dan ayah saya telanjang. dua-dua sekali telanjang.” sambungnya panjang sambil menulis tanpa melihat ku.

    Aku tergamam dengan ceritanya itu. Walaupun aku tahu apa yang ibu bapanya lakukan, tapi itu memang lumrah suami isteri.“Diorang telanjang cikgu. Saya tengok ayah tengah tindih mak. Mak kat bawah, ayah kat atas. Ayak dan mak berpeluk. Lepas tu saya tengok kaki deangan badan ayah bergerak. Dia tekan kat badan mak. Mak pulak tu, saya dengar dia menjerit. Tapi tak kuat”“Diorang tak nampak ke? soalku.“Tak.” jawab Farah ringkas sambil mengangkat muka melihat aku.“Lepas tu, Farah buat apa” “Saya tengok aje le, ada le dekat 10 minit. Lepas tu saya masuk bilik,tidur”“Diorang buat ape tu cikgu.” soalnya. 

    Mampus aku nak jawab. Killer question tu. “Pasal apa diorang telanjang. Pasal apa diorang nampak sedap aje masa tu.”“Farah nampak apa lagi masa tu?”“Saya dapat tengok kote ayah. Besar ooo.”“Ayah Farah buat apa dengan kote dia” “Entah, nampak macam dia cucuk kat perut mak” Aku merenung matanya yang redup itu. Dia membalas kembali. Dari renungan itu, aku pasti dia menantikan jawapan atas segala persoalan yang dilihatnya itu. Aku tak tau macam mana nak handle problem ni. 

    Dia terus menunggu, tugasan yang kuberi, tidak dibuatnya. “Jawab la cikgu. Pasal apa mak ayah buat macam tu” soal Farah sekali lagi setelah aku mendiamkan diri agak lama.“Macam ni” aku memulakan penjelasan. Aku hari=us memberitahu perkara sebenarnya, aku yakin dia dah besar, dah patut tahu hal-hal berkaitan seks.“Mak dengan ayah Farah bukan bergaduh, diorang bukan saja-saja tidur telanjang, tapi diorang buat sesuatu”“Buat apa cikgu” soal Farah pantas. 

    Wajahnya bersinar menantikan penjelasan seterusnya.“Diorang berasmara”“Asmara. Asmara tu apa” ah sudah, dia tak paham rupanya. Kena explain lagi.“Asmara tu bersetubuh”“Bersetubuh tu apa”“Bersetubuh tu ialah perhubungan seorang lelaki dan perempuan secara bertelanjang”“Kenapa mesti telanjang, cikgu”“Sebab, waktu bersetubuh, lelaki dan perempuan tu akan berpelukan dan berciuman ke seluruh badan.”“Kalau tak telanjang tak boleh ke?”“Boleh, tapi tak sedap”“Tak sedap”“Haa. Kalau telanjang lagi sedap.”“Macam mana pulak”“Dapat tengok seluruh tubuh badan, dapat pegang semua benda kat badan”“Tak malu ke, cikgu”“Nak malu apa, tutup le pintu. Diorang aje. Tapi kena kunci le. Kalau mak ayah Farah tahu yang Farah intai diorang, diorang mesti malu dan marah kat Farah.”“Saya tak akan bagitau punya.“Suasana kembali tenang. Aku dah berikan penjelasan. Masa aku cakap tu, kote aku pun turut tegang. Maklumlah cakap pasal seks, mesti naik punya.“Masa bersetubuh tu, diorang buat apa” Lagi. 

    Aku ingatkan habis dah.“Masa tu, diorang akan peluk, cium, reba, gosok, macam-macam lagi le”“Cium mulut ye cikgu”“A..aa, cium mulut, cium badan”“Sedap ke cikgu”“Sedap le, kalau tak takkan diorang nak buat macam tu.”“Habis tu, tetek kita, anu kita, semua boleh tengok le ye?”“Haa. Pegang pun boleh. Cium boleh. Hisap pun boleh”“Hisap tetek?”“Ye le”“Perempuan boleh pegang kote lelaki tu?” “Boleh” banyak pulak tanya si Farah ni. “Nak cium pun boleh, nak jilat nak hisap pun boleh. 

    Suka hati, asalkan suka.”“Best ke cikgu”“Best” jawabku. Kote aku dah tegang gile dah ni. Kalau lama lagi macam ni, mau aku terkam aje budak Farah ni.“Cikgu pernah buat?” aik, ke situ pulak soalan dia.“Belum lagi”“Habis macam mana cikgu tau” hah sudah! Macam mana nak jawab ni.“Orang bagitau le”“Habis tu, kalau dia tipu”“Farah pernah pegang Farah punya anu tak?” tanyaku serius.“Pegang apa? Cipap?”“Haa”“Pernah”“Pernah gogok-gosok tak cipap itu.” “Pernah”“Rasa apa”“Best juga”“Tau pun. Kalau buat sendiri pun dah sedap, inikan pulak kalau lelaki yang buatkan, sambil telanjang pulak tu”“Aa..aa.. ye le”“Masa Farah main cipap tu, Farah ingat apa?”“Ingat macam-macam yang syok”“Lepas tu apa jadi kat cipap tu?”“Berair. Tapi air dia pekat sikit”“Itu namanya melancap”“Melancap?”“Melancap tu, perbuatan main dengan kemaluan sendiri sampai keluar air tu. Air tu air mazi.

     Dia keluar bila kita dah asyik, atau stim sangat”“Oooo.. .Lelaki pun buat macam tu ke cikgu”“Sama juga. Tapi lelaki akan pegang dan usap atas bawah kote dia sampai keluar mazi jugak.”“Masa setubuh tu, kote lelaki tu dia cucuk kata mana?” soalnya lagi setelah selesai membuat beberapa soalan.“Kote tu dia cucuk masuk dalam cipap perempuan tu”“Cucuk masuk? Muat ke? Tak sakit ke”“Pasal apa pulak” soalku semula.“Iye le….cipapkan kecik, kote pulak besar, mana muat”“Memang nampak kecik, tapi bila dah sedap dia akan membesar. Lepas tu berair pulak. Senang le masuk.”“Tak sakit?”“Sakit sikit. 

    Tapi kalau dah sedap sangat, tak terasa le sakit tu.” “Mesti cucuk dalam cipap ke ?“Mesti le. Itulah kemuncaknya, yang paling sedap.”“Sedap sangat?”“Sedap sangat. Antara benda paling best sekali dalam dunia ni ialah waktu kote masuk dalam cipap.”“Budak-budak boleh buat ke cikgu”“Isyyhh….mana boleh. Syarat dia kena kahwin dulu” risau aku dengar soalan tu.“Kena tunggu besar dulu lah ye?” “Haaa.“Aku kembali menyuruh dia siapkan latihan. Aku yakin dia berpuas hati dengan penjelasan aku tentang perhubungan seks tiu tadi. Sekarang, pandai-pandailah dia nak control diri sendiri. Pukul 9.35 aku pun pulang, tak lama kemudian, ibu bapanya tiba di rumah.Selang dua malam lepas tu, aku pergi lagi ke rumah En. Aziz. Seperti biasa, mereka suami isteri akan keluar meninggalkan anaknya dengan aku.Permulaan agak baik. 

    Farah tidak lagi bertanya tentang isu hari tu. Tapi aku perasan yang dressingnya agak seksi sedikit. Farah memakai seluar pendek ketat dengan baju hangingnnya yang ketat juga, sehinggakan menampakkan tonjolan puting teteknya yang baru nak membesar. “Tak pakai coli rupanya budak Farah ni”, kata hati ku.“Cikgu” Farah menegurku. Aku ingatkan dia nak tanya pasal subjek yang dia tak paham ni.“Semalam saya aa tengok satu cerita. Best oo..”“Cerita apa” aku melayannya sambil dia terus menulis jawapan.“Cerita Jepun”“Cerita Jepun. Mana dapat. Cerita apa”“Kawan punya.VCD. Cerita pasal orang bersetubuh"Hah !!!. 

    Terkejut aku dengan jawapan tu. Aku yakin ini mesti cerita blue punya. “Saya tengok cerita tu, tengok-tengok cipap saya basah”“Mak ayah tak tau ke?”“Saya tengok masa diorang tak ada. Tunggu kejap ye cikgu.“kata Farah lalu terus keluar dari bilik bacaan itu ke bilinya. Agak lama aku menunggu Farah kembali meneruskan pelajaran.“Cikgu!!” terdengar suara Farah memanggil aku. “Mari sisi kejap”“Ada apa hal?”“Kejap le” aku pun terus bangun dan menuju ke ruang tamu.Aku dapati Farah berdiri di depan TV yang terpasang cerita blue Jepun.“Cerita ni la yang saya tengok” katanya sambil menunjuk ke arah skrin TV. Lalu dia pun duduk di sofa.

    Aku terkejut dengan tindakannya itu. Bila melihatkan adegan di TV itu, kote aku pun menegang, aku cover takut Farah nampak.“Macam tu lah mak ayah saya buat dulu” katanya sambil mata terus terletak di kaca TV.“Pasal apa perempuan tu menggeliat sambil pejam mata masa kena cium, cikgu” sambungnya lagi.“Dah sedap sangat, campur dengan geli lagi” jawabku sambil melabuhkan punggung duduk di sebelahnya. Nampak gayanya aku kena explain lagi pasal seks ni. Tak belajar lagi le jawabnya malam ni.“Tak kotor ke lelaki tu jilat cipap perempuan tu?”“Tak. Nampak tak air kat cipap dia” tanyaku padanya. Dia mengangguk. “Itulah air mazi. Dia dah stim, sebab tu air tu keluar”“Lelaki tu jilat jugak”“Haa. Tengok cipap perempuan tu, kecik ke besar?”“Kecik je” “Tengok kote lelaki tu pulak”“Besar. Panjang”“Tengok nanti dia masukkan ke dalam cipap perempuan tu"Kami meneruskan tontonan sambil menjawab pertanyaan Farah. Kote aku dak stim gile, mencanak dalam seluar. 

    Aku tengok Farah pun duduk tak diam, kadang-kala kiri, kadang-kala kanan, sesekali tangannya mengusap kemaluannya.“Eeee…dia kulum kote lelaki tu”“Itulah best. Sedap”“Diorang ni kahwin dah ke?”“Belum”“Tapi diorang buat tak apa”“Memang tak apa. Tapi tak baik”“Habis tu budak pun boleh buat le kan?”“Boleh jugak, tapi kalau mak ayah diorang tahu, macam mana?”“Janganlah bagi tau"Aku terdiam. 

    Adegan di TV mengghairah aku. Farah juga kelihatan gelisah. Kini lelaki dan perempuan Jepun itu sedang berdayung. Kote lelaki itu di jolokkan ke dalam cipap perempuan itu."Tengok dia jolokkan kote dia masuk” kata ku pada Farah. Farah menonton penuh khusyuk.“Dia menjerit sikit”“Sakit”“Lelaki tu jolok sampai habis”“Muat tak?” tanya ku.“Muat”“Tengok dia tarik keluar kote dia”“Perempuan tu menjerit”“Itulah yang paling best sekali. Mak dengan ayah Farah buat macam tule dulu yang Farah nampak kote ayah Farah cucuk kat perut mak Farah. Bukan perut tapi cipap.”“Best le cikgu”“Memang le best”“Farah rasa apa sekarang”“Rasa err..rasa syok sangat”“Cuba pegang cipap Farah”“Malulah”“Malu apa. Cikgu nak tanya lepas ni"Farah pun memasukkan tangan kanannya ke dalam seluar lalu di rabanya kemaluan sendiri. 

    Aku jadi stim tengok dia buat macam tu."Ada apa”“Basah”“Itu tandanya Farah dah stim"Adegan di TV sampai ke penghujung. Air mani lelaki Jepun itu dilepaskan ke dalam mulut teman wanitanya…."Air apa tu cikgu”“Itu air mani lelaki”“Pasal apa dia pancut kat luar”“OK. Air mani itu kalau pancut kat dalam cipap, perempuan tu akan mengandung. Sebab tulah dia buang kat luar”“Ooo.. tapi kenapa kat mulut, kenapa perempuan tu telan air tu”“Air tu kat mana-mana boleh buang, atas perut ke, atas dadake , atas katil ke, ikut suka diorang yang buat tu le. Perempuab ni suka air mani tu, jadi dia nak telan.”“Sedap ke”“Sedap le kut, kalau tak, takkan dia nak telan"Lepas tu, Farah bangun dan ke bilik air. Masa dia pergi, aku betulkan parking kote aku, aku lap bagi kering air yang meleleh keluar tu. 

    Tak lama kemudian, Farah duduk semual sebelah aku."Basuh cipap ye”“Aha…”“Kote memang besar macam tu ke?”“Tak. Dia besar bile stim aje”“Kote cikgu besar tak tadi” mampus aku nak jawab.“Mesti le besar” jawabku tanpa malu-malu lagi. Lagipun dia masih budak.“Besar macam tu?”“Saiz kote tak sama. Ada besar ada kecil. Tengokle macam mana.”“Cikgu punya besar tak?”“Besar jugak”“Besar mana?”“Pegang le sendiri” kataku sambil menyambar tangannya melatakkan atas kemaluanku. Dia terkehut tapi tak membantah.“ooo… besarnya”“Besar lengan Farah” Farah pun melepaskan tangannya dari kemaluanku.“Cikgu, nak pegang lagi”“Pegang le, kita pegang sama-sama"Farah pun meletakkan tapak tangannya atas kemaluanku. 

    Dia memicit-micitnya dengan lembut. Aku dah terangsang dengan tindakannya itu. Aku pun memeluk bahunya dam melepaskan tanganku ke dadanya. Aku mengusap dan meramas teteknya. "Cikgu !!. Apa ni!!’” sergah Farah terkejut.“Aik…Farah pegang cikgu boleh, cikgu pegang Farah tak boleh?"Dia terdiam.Aku terus meramas teteknya yang yang baru tumbuh itu. Dia tak membantah lagi. Aku terus meramas-ramas lembut."Cikgu, saya nak tengok boleh tak”“Boleh, kita cium dulu"Farah memalingkan muka menatap muka ku, aku mencapai bibirnya dengan bibirku. Aku mencium bibirnya. Dia tak pandai, tapi membiatlkan sahaja. 

    Farah hanya mengerang kecil sambil tangannya masih lagi kat kote kau, aku terus meramas teteknya sambil berkucupan."OK dah” kataku sambil melepaskan kucupan.“Saya nak tengok kote cikgu” pintanya manja.“Jangan. Nanti mak ayah tahu” kataku memngumpan.“Saya janji takkan bagitau”“Janji. Jangan bagi tau sesiapa pun, kawan ke, sapa ke, jangan bagitau”“OK . Janji”“Baiklah, cikgu bagi tunjuk.” kelihatan Farah gembiar mendengar jawapanku. Aku tahu dia dah tak tahan dengan persoalan seks. Maklumlah, baru nak naik.“Farah buka baju dulu” kata ku mengarah.“Taknaklah”“Taknak, cikgu tak tunjuk”“OK.OK” katanya sambil menatik baju menanggalkan dari badannya, lalu dicampakkan ke ats sofa. 

    Dia menutup teteknya dengan tangannya.“Alihkan tangan tu” pinta ku.Farahpun mengalihkan tangannya. Tersergamlah anak bukit yang baru dengan puting yang merah. Teteknya baru nak naik, tetapi dah ada shape.“Cantik le tetek Farah” pujiku. Dia tersenyum malu.Aku pun membuka baju aku. Dia hanya memerhatikan sahaja aku menggalkan bajuku. “Bukak seluar pulak” arahku sekali lagi.“Malulah”“Nanti cikgu bukak seluar cikgu pulak"Dia diam. Lepas tu dia melepaskan kancing seluar dan melondehkan seluarnya lalu melemparkan atas sofa. Dengan hanya berseluar dalam warna pink, aku lihat tubuh Farah telah mempunyai bentuk. Ramping, putih, tak macam pelajar berusia 12 tahun. "Cantik le badan Farah” pujiku lagi. Dia tersipu-sipu sambil menekapkan tapak tangan ke cipapnya.Aku pun membuka seluarku lalu melemparkan atas sofa.“Besar tak kote cikgu” sambil menunjukkan ke arah seluar dalam ku yang menonjol tegang. Farah melihatnya dan mengangguk perlahan.“Nak tengok?”“Nak”“Farah buka dulu, baru cigu buka” kata ku sambil menunjukkan seluar dalamnya. Farah pun melucutkan eluar dalamnya. 

    Kelihatanlah cipap Farah yang munggil seperti bibirnya juga. Belum ada bulu yang menutupi lurah yang baru dibuka itu. Kelihatan baru, bersih, lubang cipapnya terkatup rapi. Daralah katakan.Farah kembali berdiri dengan tangan ditekapkan ke kemaluannya. Aku senyum sambil memerhati keseluruh tubuhnya yang bertelanjang tanpa dibaluti seurat benang pun. Dia tersipu-sipu malu. “Janganlah tengok macam tu cikgu, malulah”“Malu apa. Bukan ada sapa”“Cikgu bukak la pulak” pintanya manja supaya lekas dia boleh melihat kemaluan seorang lelaki.“Aku pun melucutkan seluar dalamku.

     Dan mencanaklah kemaluanku dengan garangnya."wow …” kedengaran suara kecilnya memuji kemaluanku.“Besar tak”“Besarnya. Muat ke kalau masuk dalam cipap saya.” tanyanya.Aku tergamam seketika. Aku ingat nak ringan-ringan aje, tapi dia tanya muat ke tak, ,esti nak lebih tu.“Muat, tapi sakit sikit le” jawabku sambil mengusap batangku depannya.“Sakit tak pe, janji sedap” balasnya positif tanda memberi lampu hijau kat aku.“Mari” kataku meminta dia mendekatiku.Farahpun bergerak sedikit. Aku melengkar tanganku ke pinggangnya. Dia cuba menepis tapi tidak bersunggug. Aku pun menarik tubuh badannya merapatkan ke badan aku. Terus aku memeluknya. Teteknya berlabuh di dadaku, manakala kemaluanku mencucuk-cucuk perutnya. Maklumlah, dia rendah, separas bahu aku aje.Aku memeluk dan mendakapnya lembut. Farah juga memelukku erat, leher aku ditautnya kemas, sambil tanganku mengusap ke seluruh bahagian belakang dan pnggungnya. Dia hanya mendesis perlahan. Aku tahu dia suak diperlakukan begitu.“Best?” tanya ke lembut di telinganya.

    Dia hanya mengangguk lemah. Aku terus mencium leher dan bahunya. Rengatannya bertambah. Aku terus menjalan hingga ke mulutnya. Sekali lagi bibir kami bertaut rapat. Dia merengek lembut sambil merangkul erat leherku.“Ahhh… sedapnya cikgu….mmmm” rengeknya manja.Aku terus berpelukan sambil meraba badannya. Kemaluannya juga aku usap lembut. Dia mendesis geli menahan kesedapan. Selepas tu, aku pun duduk di sofa dan dia masih berdiri. Aku menatap tubuhnya. Dia menanti penuh sabar.“Kata nak pegang. Pegangle” kataku menyuruh dia mengusap batang kemaluanku. Farah pun melutut di sofa lalu memegang kemaluanku. Dia cuba menggenggam, tapi tak sampai. “Besarnya” katanya perlahan. Kemaluan aku diusapnya atas bawah dengan lembut. 

    Aku rasa sangat stim, aku pun tak pernah buat macm ni. Aku pun layanlah dengan feeling. “Tak nak cuba jilat. Hisap” tanyaku.Dia diam sahaja sambil mengusap. “Boleh ke” tanyanya.“Boleh le” lepas tu Farah pun mrndekatkan mulutnya ke ke hujung kemaluanku. Diciumnya lembut. Kemudian, hujung lidahnya menjilat-jilat hujung kemaluanku. Aku rasa geli, ngilu, tapi sedap. “Masukle dalam mulut” pintaku.Tanpa dipaksa, Farah mengangakan mulutnya lalu memasukkan batang ku ke dalam. Dikulumnya lembut. Terasa kehangatan air lidur mulut Farah. 

    Macam nak tercabut rasanya kote aku. Dia mengulum dan menarik atas bawah, tapi tak sampai kepangkal, setengah saja yang masuk ke dalam mulutnya. Farah semakin seronok mengulum dan menghisap koteku. Aku membiarkan sahaja sampai dia puas. Selepas puas, Farah bangun semula, berdiri. Aku menangkap badannya lalu kupeluk. Teteknya ku hisap dan jilat dengan lembut. Farah tak melawan. 

    Dia meramas rambut ku. Aku hisap putingnya, hanya suara rengekan yang manja sahaja yang kedengaran dari mulutnya.Aku mendudukkan sofa atas sofa, aku melutut di bawah. Kemaluannya kuusap lembut. Air dah meleleh di celahan cipapnya. Aku mengusap melewati lurah cipap, dan menjolok-jolok lembut. Suara mengerangnya makin kuat.“Best?"Dia tak menjawab, hanya mengangguk meminta aku teruskan memainkan cipapnya. Kemudian, aku menjilat dan menghisap cipapnya. Cipap budak, baru lagi, bersih, sedap pulak tu. aku jolokkan dengan lidak=h ke dalam lurah cipapnya. 

    Dia makin mengerang dengan kuat. "Ahhh…..a..hhhhh….mmmmm….cikgu….."Akibat tak tertahan, tubuhnya menjadi lemah, Farah terbaring di sofa, aku masih lagi menjilat cipapnya. "Nak masuk kote tak?” aku inginkan kepastiasn.Dia mengangguk perlahan tanda bersetuju. “Tapi, tahan sikit sakit yaa” pintaku.Aku pun menghalakan hujung kemaluanku ke bibir cipapnya. Kuusapkan berkali-kali, air mazinya dah bergaul dengan air maziku. Aku jolok lembut, perlahan, kutekan masuk, masuk lagi ….“Ahh…aahhhhhh…aaaahhhhhhh….."Farah menjerit kuat, menahan sakit dalam kesedapan. Aku baru masukkan separuh sahaja. Aku biarkan dahulu. Biar rasa sakit itu hilang sedikit. Aku dayung perlahan dengan lembut. Dia mengerang menahan keenakan. 

    Apabila dah yakin dia bersedia menerima keseluruhan batangku, aku pun tekan lagi, terasa agak ketat, maklumlah cipap muda, aku tekan lagi dan terasa sesuatu telah ku tembusi. Aku pun menjilok habis sampai ke pangkal. Ku biarkan disitu buat sementara.Farah mengerang keenakan dengan tusukan aku itu. Sambil itu, aku mencium mulitnya, lidahnya kuhisap. Dia merangkul kemas leher ku. Leher dan mukanya habis ku kerjakan. Farah mengeratkan pelukan ke badanku.Setelah agak lama, aku mula berdayung, perlahan. Desis Farah memecehkan keheningan malam itu. Aku sorong tarik dengan lembut, pubggungnya terangkat mengikut koteku. Terasa agak payah juga sebab lubang ciapapnya sempit. 

    Aku meminta Farah mengemut, dia pun mengemut, sedap. Sekali dia kemut, sekali dia mengerang, kote aku terasa pandat dalam cipapnya.Ku teruskan dayungan, kini makin rancak. Ku lajukan sedikit. Jeritannya makin kuat. Aku dayung lagi sampai terangkat-angkat punggung menahan asakan dan tusukan kote aku dalam lurah muda itu.Kadang-kala aku berdayung laju, kemudian slow balik, kadang-kala aku hentak dengan kuat ke pangkal, dan serentak dengan itu jeritan Farah begitu kuat menerima asakan itu. Aku first time buat ni, dia pun first time. 

    Aku dapat rasakan Farah dah beberapa kali klimaks, habis basah batangku.Aku dayung, laju, laju, laju dan terasa di hujung kemaluanku seperti gunung berapi yang nak memuntahkan larvanya, dan….. terpancutlah air maniku atas perutnya.Farah terkapar keletihan, kulihat cipapnya terkemut-kemut akibat terjahan bertalu-talu dariku."Ahhhh…hhhhh…..” aku lepaskan segalanya.“Mmmm…ahhh…aaahhh….” suara Farah kedengaran manja sambil merenung ke dalam mataku.Kemudian, dia memegang air mani ku. “Itulah air mani” kataku. “Try le kalau nak rasa"Farah mengambil air mani itu, diciumnya. "Bau tak sedap” katanya.“Bau memang tak sedap, tapi rasanya lain” balasku.

    Kemudian Farah mencium lagi, perlahan-lahan dikeluarkan lidahnya lalu menghulurkan ke tapak tangannya yang ada air mani aku. Dijilatnya sedikit. Diam. Dijilatnya lagi sedikit, lagi dan terus menjilat dengan lahapnay ke seluruh tapak tangannya hingga kering air mani aku.“Sedap?”“Sedap” katanya sambil kelihatan meleleh keluar air mani dari dalam mulutnya. “Kenapa tak pancut dalam mulut”“Nak ke?”“Nak”“Kalau nak, kita kena buat lagi. Nak ke?"Farah menganagguk. Kote aku kembali menegang. Tubuhnya ku tindih lagi, Aku memasukkan koteku dalam cipapnya. Kali ini mudah sedikit, sebab aku dah buka ruang. 

    Aku dayung dengan laju. Agak lama selepas tu, aku berhenti dan cabut koteku."Kenapa?” dia tanya bila melihat aku berdiri.“Farah hisap kote cikgu sampai keluar mani.” pintaku. “Lepas tu cikgu terus pancut dalam mulut Farah"Farah tak menjawab, dia bangun lalu meyambar kote aku dengan rakusnya. Dihisapnya kote aku yang lembab dengan air cipapnya itu dengan laju."Laju lagi” pinta ku.Aku membiarkan sehingga terasa hendak keluar, kemudian…“OK dah nak keluar, sedia” kata ku.Maka, terpancutlah air maniku kali kedua. Penuh mulut Farah dengan air maniku, sehingga melimpah meleleh keluar. 

    Muka macam nak muntah, tapi lekas-lekas dia telan air maniku, Dia menjilat-jilat sisa air mani di kemaluanku Mulutnya basah dengan air maniku. Dia menjilat sampai kering, kemudia duduk tersandar di sofa keletihan. Aku pun duduk di sebelahnya, sambil mengusap-usap rambut dan tetetknya.“Best?”“Best sangat” jawabnya.“Nak lagi?” tanyaku.“Letih la cikgu, lain kalilah,” jawabnya lemah. Ini bermakna aku akan dapat main dengan dia lagi.“Rasa macam mana sekarang?” soalku lagi.“Rasa macam ada lagi kote cikgu dalam ni?” jawabnya sambil menudin kearah cipapnya yang masih basah itu. “Tadi kita bersetubuhkan ye cikgu?"A..aaa. Cikgu pun first time. Best betulkan"Farah mengangguk sambil tersenyum."Farah” sapaku. “Farah jangan bagitau sapa-sapa pun ye”“Janji” jawabnya.“Lagi satu, Farah jangan buat ni dengan orang lain.OK.”“Apasal”“Takut Farah mengandung nanti, diorang tak tahu caranya, dengan boyfriend pun jangan tau”“Saya mana ada boyfriend cikgu”“Tak kisah le, tapi janji jangan buat ni dengan orang lain sehinggalah Farah kahwin”“OK janji”“Kalau Farah nak lagi, Farah bagitau cikgu, cikg boleh bagi.”“Walaupun saya sekolah menengah”“Ye, walaupun Farah dan sekolah lain.

    OK”“OK” jawabnya melegakan aku. Aku bimbang juga jika dia jadi bohsia nanti. Kalau dah janji macam ni, alamatnya aku sorang aje le yang pakai dia.“Aku pun memeluk Farah, mengucup mulutnya dengan mesra. Selepas aku aku suruh dia bersihakan cipap dia dan pakai baju semula. Aku turut menyarungkan pakaian ku, dan terus mengelap sisa air mani di soafa dan carpet.Kami pun masuk bilik bacaan, tak lama kemudian, kedengaran enjin kereta ibu bapa Farah. 

    Aku pun stop. Sebelum keluar, aku cium mulutnya sekali lagi. Lepas tu aku pun balik.Selesai sudah tanggungjawabku sebagai seorang guru menjawab setiap kemusykilan dan menyelesaikan masalah muridnya. Jauh di sudut hatiku, aku bangga sebab dapat daging muda, masih dara, yang boleh aku pakai lagi sehinggalah masa memisahkan kami.Peristiwa itu membuatkan hubungan kami bertambah intim, aku ke rumahnya dua kali seminggu, satu kali aku peruntukan untuk melayan seks dengannya. Seminggu sekali kami pasti melakuknnya, kecualilah dia datang bulan. Kami kini tidak lagi bermain di sofa, tetapi di atas katil biliknya, kadang-kala bilik ibu bapanya, kadang-kala dalam bilik air.

    Aku pelbagaikan teknik asmara ini. Farah pula kelihatan semakin matang dan turut memberikan kerjasama sewaktu belayar. Aku juga bekalkan buku-buku berkaitan seks padanya supaya mudah kami bekerja. Aku dan Farah kini dan seperti pasangan kekasih. Seminggu tak berjumpa, kami rindu. Hingga kini perhubungan ranjang kami tidak diketahui sesiapa. Dia juga tidak menyerahkan kemaluannya kepada orang lain, dia masih lagi tidak mempunyai boyfriend. Kini Farah dah tingkatan 2, wajahnya semakin jelita, tbuhnya semakin menggiurkan, teteknya dah besar dan cipapnya pula dan ditumbuhi bulu. Dia menjadi kegilaan pelajar lelaki di sekolahnua, tapi dia tak layan, dia masih setia denganku. 

    Kadang-kala kami keluar bersama tanpa pengetahuan ibu bapanya. Berbekal keputusan cemerlang UPSR, dia boleh memasuki mana-mana sekolah berasrama, tetapi dia menolak. Farah tak mahu berpisah dengan aku, atau dengan batang aku. Aku tidak melarangnya pergi ke sekolah asrama dan tidak melarangnya untuk mempunyai boyfriend, ini adalah kemahuannya sendiri.Kami masih berhubungan dan berasmara, aku akan ke rumahnnya apabila ibu dan bapanya keluar. 

    Pernah sekali ibu bapa balik kampung tiga hari, Farah menghubungi aku supaya bermalam di rumahnya. Selama dua malam, kami bebas melakukan apa sahaja. Kami tidur bersama dalam keadaan telanjang dan melakukan seks berpuluh kali. 

    Dua malam itulah yang paling kami ingati. Kami tinggal dan tidur seperti suami isteri. Walau bagaimanapun, aku menasihati Farah agar tumpukan pelajaran, aku mahu dia berjaya. 

    Dahaga Kasih

    Aku terbaca tentang ruangan ini semasa aku masih di luar negara. Malah sekarang pun aku masih disini dan menanti untuk pulang beberapa bulan lagi. Teringat aku kisah-kisah dulu yang ingin juga aku ceritakan. Apa salahnya di kongsi bersama kan. Semua orang bercerita yang masing-masing gagah…entah la aku tak tahu hal saiz orang lain cuma aku ni darah campuran sebelah Arab, Singh dan Melayu. So ladies you just imagine okay.

    Beberapa tahun dulu sewaktu aku di Kuala Lumpur , ada staff perempuan baru yang jadi receptionist di tempat kerja aku. Di sebabkan aku salah seorang senior management staff. So dia panggil aku Encik Dan la..tapi aku ni tak suka sangat orang panggil aku macam tu…cukup la dengan nama. Yang canggihnya dia ni potongan badan dia….wow…yang dalam seluar tu tak diam jadinya…kat office ni office boy semua pasang jerat. Aku pun fikir jugak dapat bagus ni. Dia ni someone wife dalam linkungan 26.

    Selepas 6 bulan bekerja dia dapat promotion jadi PA aku.Satu hari dia datang office aku untuk discussion pasal last minute project submision.That day dia pakai blouse terbuka kat dada. Masa dia tunduk nak exlain kat aku nampak semua buah dada dia ..pakai bra lace yang nipis…nipple kemerahan …my dick get so stiff and because of my dick size I feel so painfull……….tak tahan masa ni…rasanya dia tahu aku nampak buah dada dia…dia buat tak kisah aje….sepanjang perbincangan tu dick aku ni asyik keras aje…dah kemana pergi otak aku entah le…..

    Kami habis jam 8 malam so aku ajak dia dinner dulu sebelum balik. Okay saja…..masa dinner tu dia cerita la..dia dah kawin anak seorang ..hsband main luar..sebab dia jumpa panties perempuan lain dalam kereta husband. Dah banyak kali dah…….aku ni lagi la teringin nak rasa……entah bila ya……Habis dinner bila nak balik dia bagi tahu tertinggal purse kat office. Tak apalah aku kata..kita singgah ambil on the way back..

    Sampai kat office gelap aje…mana ada orang jam 11 malam. Nak masuk tak boleh..tapi aku ada password dan kunci . Mau tak mahu terpaksa teman kan dia…dah tu hujan pulak lebat masa tu. Dari parking lot ke office basah habis. Masuk dalam office merayau cari suis tapi tak boleh jugak sebab black out…dalam gelap ni teraba-raba ke meja dia.cerita sensasi artis

    I dah jumpa Dan my purse, kata Wati

    Okay..let go …balas ku

    Bila dia berjalan ke arah aku tiba-tiba dia terlanggar aku dan kami terjatuh atas lantai…..secara spontan aku terpeluk dia dilantai dan muka dia tersembam ke muka ku…….

    Emmmm…..sorry kata ku..

    That okay…..balas wati……

    Waktu nak bangun tu aku peluk dia sebab dalam gelap ….and my hand was holding her ass…..opsss ..sorry wati…I feel nice …wati kata.. Hmmm ..dalam hati kata why not I try to kiss her So Aku cium bibir dia…lidah menghisap setiap titisan air liur dari bibir wati…menerjah kedalam mulut dan menjilat setiap inci lelangit …… Hug..hummm…..ahhhhhhhhhhh….keluhan keluar dari mulut wati……nafsu terlalu tinggi ku kira waktu tu…..baju yang basah sebab hujan pun dah jadi kering oleh bahang nafsu…… Dari mulut aku hisap telinga wati..ke leher dan ke dadanya…

    Do it to me Dan….I want to tear each part of you……

    Satu persatu aku tanggalkan butang blouse Wati…….breast dia masih dalam bra lace …..aku unhook bra Wati…dan mula menghisap putting nya..susah benar sebab tenggelam…..aku sedut dan hisap macam bayi kecil …aku mula menggigit-gigit keceil putting Wati….Setipa bahagian tetek wati aku jilat……aku turun kebagian perut….dan jilat semula ke bahagian tetek Wati……Her breast is so firm about 34…..My dick ni punya la keras…macam nak pecah seluar……..

    Dalam hati memang nak fuck this Wati tonight……let her remember me…..forever…..

    Wati dah kuat bunyi suara nya……..Dan..please…suck it more….more…I want to come …..coming…ing……gosh….dammm good…….wati coming sewaktu aku asyik menyoyot dan meramas buah dadanya….

    Shall we continue tempat lain seba aku tak selesa di office ni…

    She said…my place…..my parent is not arround and my husband didn’t stay with me anymore now……bisik wati….

    Kami cepat-cepat berpakaian dan terus ke rumah wati…..dalam kereta kami diam saja……sampai kawasan rumah dia…gosh…..her parent much be rich….punya besar rumah……

    Masuk saja dalam…wati tutup pintu and we start to kiss each other…..wati terus melucutkan setiap pakainannya…cuma yang tinggal panties G-String…aku ni bila tengok G-String lagi la keras menggila……..berahi……she take off all my cloth and leave only my Calvin Klien Boxer……trill kata Wati……

    We atarted to kiss ech other……Wati baring di ruang tamu……aku mula mencium dan menjilat setiap bahagian Wati..dari hujung rambut..aku belai dan cium di hujung dahi ……hidung wati aku jilat dan cium……terus ke telinga…aku hembus perlahan-lahan…meremeng bulu roma wati

    AHHHHHH…….EMMMMMMMMM……I’m wet honey……

    Bantal-bantal kecil yang di pegang Wati..di ramas…bagai nak hancur rasanya bantal tu……kalau di ramas batang ku entah macamana rasanya…..

    Aku kembali mecium Wati…..puas rasanya berciuman dan melihat reaksi wajahnya…….di ofice kan gelap..ini cerah…..nampak segalanya…….muka wati layu..aku menhisap lidah Wati dan entah berapa banyak air liur wati dalm mulut aku……. Ahhhhhhhhh….kuat bebar suara Wati….semakin kuat semakin bernafsu aku….

    Aku kembali ke buah dadanya..indah..subur….dan masih enggelam putingnya…..aneh….jarang di pakai rupanya…..seluruh buah dada Wati penuh dengan air liur ku…..aku menggigit lembut daging pejal buah dadanya…..aku sedut dan entah berapa banyak tanda merah di buah dadanya aku sendiri tak tahu……

    Aku mula turun keperut dan menjilat bahagian pusatnya……..Wati merenget manja dan tak senang duduk jadinya….. seterusnya…aku turun ke bahagian pussy wati…..basah meleleh…G-String panties…banyak mana sangatla dapat menutup kesemuanya…..aku jilat dan menyelinap masuk lidah ku di celah panties dan menyentuh bulu-bulu halus Wati……

    Take me Dan……I beg you……I’m so horny…………please……..fuck me …..cerita sensasi artis Aku masih menghisap dan menjilat kemaluan Wati dari luar dan celah panties….terkejang Wati sekejap…dah coming la tu…..

    Mula menurun ke bahagian paha dan membelai dengan hujung lidah……aku hisap dan terus menjilat…tereangkat-angkat kepala wati dari atas carpet di ruang tamunya…….lidah aku terus turun ke bahagian buku lali dan aku masukan lidah di celah-celah jari kakinya……

    OOOOOO….my God……I never feel like this……You are damm good……aku masih mahu explore setiap bahagian Wati……don’t have to rush ……let enjoy it Wati……..Setiap kali aku jilat jari kakinya…berdenyut-denyut ku lihat pussy Wati….. Turn arround Wati…..

    Bila Wati berpusing menirap……aku semakin bernafsu…Wati cuba memengang zakar ku…..be patient honey…you will touch it later…I want you to let you have the pleasure first……..jawab ku..

    Please Dan..I dah tak tahan ni…….let me see you dick…..

    Aku buat tak kisah ..dan kembali mengusap punggung wati…bulat . pejal..dan paling ghairah …panties dicelah punggung Wati…sebab tu aku suka G-string….. gigitan kecil dan ramasan pada ass Wati ku lakukan…..aku usap dan menjilat alur punggung Wati …menggigil nya …….

    Dah hampir 1 jam oral sex ….entah berapa kali wati klimak entah la…mata dah kuyu angat…bila tengah stim bayangkanlah muka mana….. Aku pusing dan wati menolak ku ke lantai…..boxer ku ti rentapnya..dan tersembul dick aku… Dan………….gosh…really tick and huge…..urat dick you sampai timbul ye…….bisik Wati di telinga……

    Wati mula menghisap…..di jilat bahagian kepala zakar…dengan rakus dia kerjakan kepala zakarku…lidah nya menyucuk hujung akar…terangkat aku dan bagai nak terpancut mani ke dalam mulut………sikit demi sedikit kepala Wati turun kebawah hibgga separuh zakar aku dah masuk ke dalam mulutnya..air liur meleleh keluar dari mulut…….tanpa membuan masa Wati memainkan sebahagian zakarku dengan tangannya….kesan air liur tadi melicinkan pergerakan…….zakarku terlalu tegang dan keras tapi aku masih boleh menahan mani dari keluar…itulah kelebihan yang aku ada……

    Berdenyut-denyut zakarku……

    Emmm…..Dan…I boleh rasa dick you semakin menegang……….wati terus pula menhisap telur ku…..wow……….melayang badan ni……..

    You want my dick now……..aku bersuara…..

    Do it..pump..it…stick it…….I’m yours baby………..

    Wati kembali menelentang…….terkankang……..melelih air mazi keluar melimpah…….Wati pegang kepala zakarku dan memainkan di hujung kelentitnya……. Agggggggg……………..fushhhhh….kuat benar bunyi keluar dari mulut Wati….

    Sedang wati memainkan di hujung pussy….tiba..tiba……zuppp..aku terus tekan masukan dick aku…separuh masuk…dan Wati………. OOHHHHHHHH…yes…….damm good…huge babyyyy……………melopong mulut wati… Aku mula pump in and out……more honey..more…….akhirnya aku tekan kesemuanya masuk …ooo..oh..oh…..so deep …..harder ..harder…………

    Aku mula tari kembali keluar….tinggal hanya hujung akar dan terus tekan kembali……..nasib baik rumah wati kosong…kalau tidak mau satu rumah dengar suaranya……bau air pussy wati menaikan lagi nafsu ku…….semakin di tekan semakin banyak air yang keluar……basah bulu wati…dah tu pussy nya masih ketat….aku respect dia ni punya barang………….

    Wati meluruskan kakinya dan mengepit zakarku…….sedap betul…terasa tembamnya pussy dia…….kami bercuiman semela manakala zakar masih lagi terbenan keluar masukk……..sambil bercium tangan ku tak lepas merapa setiap bahagian tubuh Wati dan bermain di breast ……aku turunkan tangan ku kebawah…sambil menekan keluar masuk tanganku berain di kelentit wati….aku ambil tangannya dan bermain bersama …….

    Dammm you…so good…I’m…coming………dan aku terus menhentak kuat………… Oohhhhhhhhh…………

    Aku masih belum sampai…………dah dua jam begini…masih kuat berdayung kami berdua…….. Turn your back babe…….

    Wati menirap dan meluruskan badannya……..aku mainkan dick aku di celah pehanya dan terus masukan ke pussynya dari belakang…..menjerit kuat…………more baby more…….

    Bila aku pump dari belakang nikmatnya makin sedap sebab Wati mengemut dengan lebih kuat lagi……sambil menhentak aku pegang ass wati dan terus menunggangnya dari belakang……….

    Ummm..um……ummmmmmmmm…………

    Bergoyang badan wati…….kelihatan buah dadanya juga turut bergoyang……aku mula meramas dari belakang……sambil buluku bergesel di bahagian punggungnya…………….it nice…..honey………….I’m cominggggggg………………ooooooooooooooo

    Wati kembali menelentang,…..aku kembali memasukan zakarku dari hadapan…….sampai kembang dan terbuka luar faraj wati di kerjakan……..aku masukan kembali kedalam faraj …….zakarku kembali menegang di dalam pussy Wati…

    Wah…you can still go on Da…Yes baby balasku..

    Zakar yang mula menurun kembali menegang di dalam pussy wati……Aku ankat kepala wati dengan tangan dan biarkan di dadaku…..separuh badannya terangkat dan aku kembali menerjag faraj wati…hampir setengah jam…aku rasa dah nak klimaks……

    Aku semakin menekan …….suara kami derdua jelas kedengaran….ohh…umm….yeees..yeahhh usssh…..

    I will shoot inside you baby……..yes..dan do ..it………..nowwwwww…….

    Aku benamkan dan terus memancutkan semuanya dedalam faraj wati…………Ohhhhhh go are good honey kataku….you tooo…..

    Aku lihat jam dah 4 pagi waktu tu…..nasib baik esok hari sabtu tak kerja…..

    Pagi jam 7 aku bangun …dan pulang ke apartment ku……Wati kata nak datang ke apartmentku malam nanti…………….

    Why not …..I will take your ass this time balasku… I never do that… Me too watii Okay we try honey……………

    Hubungan aku dengan Wati berjalan hanpir 3 tahun…..kadang-kadang di office pun jagi…dia datang tak pakai panties…..sambil bekerja aku seluk dalam skitnya…..kadang-kadang aku fuck dia dengan hanya menyelak skirt yang di pakai waktu lunch kat office……nice to try something different…..

    cerita sensasi artis – Ada sekali tu aku uck dia masa dia salin baju di shooping complex……….gosh….what a lady…….. I still have some story bout her and few ithers…aku teringin nak cuba dengan mature lady …ramai kata mature ni lebih banyak experince …so anybody out there…I want to be your student…………..of course this will only between us…sex not feelings okay………

    For the young and lovely ladies…lets try to explore more ……you can e-mail me mydaniel69@hotmail.com

    Sorry I’m not a good writer………….if I have more support from you there I’ll share more of my stories………about Pam …my apartment mate Chinese lady with big tits…….datin Nelly yang make dalam bath tub di hotel…….sampai nak patah dick aku di kerjakannya……atau pun pensyarah aku di U dulu……sebab mabuk masa keluar dengan aku ke disko …

    Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

    Penangan Janda

    Nurbainon atau biasanya orang kampung panggil Banon sudah 5 tahun hidup menjanda. Lakinya mati dalam kemalangan dengan basikal ketika berjalan kaki ke tempat kerja. Anaknya yang 3 orang tu masih bersekolah. Paling tua baru tingkatan 2, yang kedua pula baru darjah 5 dan yang bongsu pula darjah 4. Ketiga-tiga anaknya perempuan. Demi menampung perbelanjaan hariannya, Banon telah bekerja sebagai pembantu gerai makan mak Leha di simpang masuk kampung di sebuah daerah di Johor itu. Walau pun gajinya tak seberapa, jadilah asalkan dapat menampung mereka sekeluarga. Kalau terkurang duit, maknya iaitu hajah Saodah yang tinggal di kawasan pekan akan datang menghulurkan bantuan. Bukan Banon tak nak tinggal dengan maknya, tapi dia sebenarnya lebih suka tinggal berdikari bersama anak-anaknya. Lagi pun dia tak nak menyusahkan maknya. Maknya faham dengan perangai degil anaknya tu. Banon bukannya tak lawa, orangnya cantik dan bodinya pun ada umphh! Kalau nak dikira cutting dan solid molid memang out la kiranya, tapi ada bahagian-bahagian pada tubuhnya yang mampu buat lelaki tak boleh tahan dengannya. Umurnya yang dah melangkah 45 tahun dah boleh dikira tua kalau perempuan, tapi sebenarnya Banon masih boleh bagi penangan atas katil yang hebat. Perutnya yang membuncit sebab tak jaga badan nampak sungguh seksi. Kalau pakai baju ketat sikit, memang jelas ketara bodi dia yang melentik tu. Punggungnya tonggek tak usah cakap dah. Baru pakai baju kurung yang sendat sikit dah meleleh air liur orang kampung. Itu belum lagi pakai skirt yang ketat-ketat atau pun kebaya balut sarung nangka. Silap-silap pak imam pun boleh balik melancap kat tepi jalan pasal stim dengan bontot Banon yang tonggek dan lebar tu. Peha dia memang gebu. Ditambah pulak dengan cara jalannya yang menonggek ala-ala itik serama dan ada sikit-sikit bersepah jalannya, memang stim betul kalau tengok janda nih. Sejak Banon kerja kat kedai makan mak Leha, memang ramai pelanggan datang terutamanya lelaki la. Semuanya semata-mata nak menjamu mata tengok janda seksi tu. Ada jugak sorang dua yang cuba kenen-kenen tapi Banon ni buat biasa-biasa je, sebab dia dah biasa dengan usikan nakal lelaki-lelaki yang cuba nak ambik kesempatan kepadanya. Namun pada satu hari ni, ada seorang anak muda yang memang dah stim gila dengan si janda beranak tiga ni pergilah makan kat kedai makan mak Leha. Masa tu tak ramai pelanggan yang datang. Jadi anak muda ni, Jusoh namanya pun duduklah dekat meja yang dekat dengan tempat Banon keluar masuk dari dapur ke ruang makan. biar senang sikit nak tackle Banon. Masa Banon ambik order, Jusoh buat-buat alim kucing. Buat-buat baik la konon. Pijak semut pun tak mati. Nak teh O ais limau katanya. Bila ditanya nak makan apa, jawabnya.. “Saya tak selera makan la sebab teringatkan awak..” jawab Jusoh selamba ala-ala romeo. Banon cuma senyum je. Lepas tu dia tinggalkan Jusoh yang tersengih macam kerang busuk. Mata Jusoh gelojoh melahap punggung Banon yang sendat dengan skirt hitam itu. Blouse kuning yang dipakai Banon agak singkat sampai nampak garisan seluar dalam pada kain skirt hitamnya. Sejurus kemudian Banon datang dengan air minuman yang dipesan oleh Jusoh. Sebaik gelas diletak di atas meja, Jusoh segera mengorat Banon. “Banon dah makan?” tanya Jusoh sambil control macho. “Dah… Betul ke Jusoh tak nak makan?” tanya Banon. “Kalau makan kat rumah awak nak juga, kalau kat sini belum selera lagi la Banon..” kata Jusoh mula mengada-ngada. “Datanglah rumah saya kalau nak makan kat rumah saya..” kata Banon. “Boleh ye? Bila?” tanya Jusoh tak sabar. “Datanglah esok. Bukan ke esok Jumaat, saya cuti. ” kata Banon. “Err.. Pukul berapa?” tanya Jusoh lagi tak sabar-sabar. “Awak call saya dulu lah.. ” kata Banon. “Apa nombor handphone awak ye?” kata Jusoh sambil cepat je tangannya mengeluarkan handphonenya dari dalam poket seluarnya. “0127XXXXXX” kata Banon. Jusoh segera menyimpan nombor handphone Banon ke dalam handphonenya dan Banon pun segera ke meja makan lain untuk mengambil order dari pelanggan yang baru masuk ke kedai. Mata Jusoh bersinar-sinar dengan penuh harapan. Harapannya untuk merasa tubuh mungil janda beranak tiga yang seksi itu mungkin akan tercapai. Dari mejanya, matanya terpaku melihat punggung Banon meliuk-liuk dalam kainnya. Perut Banon yang buncit nampak begitu sedap sekali jika dapat dipegang. “Ah… sabar… sabar… esok mesti dapat…” kata hati Jusoh. ……………………………………………………… Esoknya seperti yang dijanji pada malam tadinya, Jusoh datang pada waktu yang dijanjikan. Malam tadinya dia dan Banon bermain sms sampai lewat malam. Sikit-sikit jusoh masuk jarum dan nampaknya ada respond dari janda beranak tiga ni. Perbualan-perbualan lucah pun sikit-sikit menjadi tajuk mereka berborak. Tepat jam 6.30 pagi, Jusoh dan menyangkung di tepi tingkap bilik Banon. Dalam gelap-gelap tu dia duduk di celah-celah pasu bunga sambil membaling batu-batu kecil ke tingkap kayu bilik Banon. Perlahan-lahan tingkap bilik Banon terbuka dan cahaya lampu bilik Banon pun menyinari ruang luar rumah. Banon lihat Jusoh dan menunggunya seperti dijanjikan. Segera Banon ke dapur membuka pintu belakang perlahan-lahan, takut anak-anaknya terjaga dari tidur. Jusoh pun masuk dan Banon membawanya masuk ke dalam bilik. “Mana anak-anak awak ?” bisik Jusoh kepada Banon. “Tengah tidur, awak duduk dulu, saya nak kejutkan dia orang pergi sekolah. Kejap lagi saya datang balik.” arah Banon dan Jusoh pun duduk di tepi katil menantikan Banon. Dari dalam bilik, Jusoh dengar suara Banon mengejutkan anak-anaknya bangun dari tidur. Macam-macam karenah nampaknya anak-anaknya. Dari suara Banon, Jusoh tahu anak-anaknya liat nak bangun tidur. Sambil tu mata Jusoh memerhati ruang bilik tidur Banon. Mata Jusoh terlihat bakul baju basuhan dan dia segera bangun dan menyelongkar segala isinya. Tangan Jusoh berjaya mendapat sesuatu. Seluar dalam Banon yang dikumpul untuk dicuci kelihatan masih bersih. Jusoh cium seluar dalam Banon. Bau badan dan bau pepek Banon menyerap ke dalam hidungnya. Jusoh serta merta stim. Dia membelek-belek seluar dalam Banon. “Mak oii… besarnya seluar dalam dia… Lagi besar dari seluar dalam aku? Memang power nampaknya bontot janda ni..” kata hati Jusoh sendirian. Jusoh segera menyimpan seluar dalam Banon ke dalam koceknya apabila dia menyedari pintu bilik perlahan-lahan dibuka dari luar. Kelihatan Banon masuk dan terus duduk di sebelah Jusoh. Mereka saling berpandangan sambil tersenyum. “Kita nak buat apa ni?” tanya Banon berbisik kepada Jusoh. “Bukan ke saya nak makan awak… Oppsss…. nak makan kat rumah awak…” kata Jusoh. “Eeiii… gatal…. ” kata Banon sambil jarinya mencubit manja peha Jusoh. Jusoh segera menangkap tangan Banon dan dia terus memegang jari jemari Banon dengan lembut. Banon tersipu-sipu malu. Tiba-tiba kedengaran suara anak Banon memanggil namanya dari luar bilik. Banon segera bangun menuju ke pintu. Jusoh seperti terpukau melihat punggung Banon yang meliuk-liuk dibaluti kain batik merah yang ketat. Baju t hijaunya kelihatan terselak ke pinggang mendedahkan punggung tonggeknya yang lebar. Perlahan-lahan Jusoh mengurut koneknya di dalam seluar. Banon berdiri di pintu dan membuka sedikit pintunya. Kedengaran suara anaknya menanyakan baju sekolahnya. Banon mengarahkan anaknya mengambil baju sekolah yang sidah siap digosok di ampaian bilik anaknya. Kemudian Banon menutup pintu dan kembali duduk di sebelah Jusoh. “Bontot awak power betul la Banon… ” kata Jusoh sambil tangannya mula meraba-raba punggung Banon. “Ee… tak malu ek?” kata Banon perlahan-lahan sambil sekali lagi mencubit peha Jusoh. “Saya nak bagi anak-anak saya duit sekolah, awak tunggu sini kejap ye… ” bisik Banon. “Banon… nah ambik ni… ” kata Jusoh sambil mengeluarkan dompetnya dan menghulurkan tiga keping duit RM5 kepada Banon. “Untuk apa ni?” tanya Banon. “Untuk anak-anak awak.. takpe ambik je… saya ikhlas..” kata Jusoh. “Terima kasih..” kata Banon sambil tersenyum dan terus menuju ke pintu bilik. Jusoh sempat menepuk punggung Banon hingga jelas ianya bergegar dibalik kain batik yang ketat itu. Banon menoleh kepada Jusoh sambil tersenyum lalu keluar dari bilik mendapatkan anak-anaknya. Seketika kemudian Banon masuk kembali ke dalam bilik mendapatkan Jusoh. Dia duduk di sebelah Jusoh. Mata Banon terlihat adanya bonjolan di seluar Jusoh. Banon tahu apakah itu namun dia sengaja ingin menguji Jusoh. “Apa yang terbonjol tu?” tanya Banon buat-buat tak tahu. “Ohh.. Ini namanya burung nak terlepas… Banon nak tengok?” kata Jusoh. “Awak tak malu eh.. ” kata Banon. “Tak… Nah… ” terus sahaja Jusoh membuka zip seluarnya dan menarik keluar koneknya. “TOINGGGG!!!!” terpacak bagai spring konek Jusoh yang dah berkilat kepala takuknya. “Eeeee…. Awak ni tak malu laa…. ” Kata Banon sambil ketawa kecil. Jusoh dengan selamba menarik tangan Banon supaya memegang koneknya. Banon pun memegang konek yang dah lama tak dinikmati itu. Jusoh bagaikan menarik nafas lega disaat tangan Banon mengocok koneknya yang keras itu. Banon sendiri semakin terangsang nafsu jandanya. Konek Jusoh yang keras dipegangnya dan dirocohnya hingga kelihatan air jernih mula terbit dari lubang kencingnya. Berkali-kali janda beranak tiga itu menelan air liurnya sendiri. Jusoh pula tak boleh handle tengok koneknya dirocoh janda itu. “Banon… takkan nak lancapkan je kot…” kata Jusoh kepada Banon. “Awak nak saya buat apa?” tanya Banon. “Hisap la sayangg… ” kata Jusoh mengada-ngada. Banon pun turun dari katil dan berlutut di antara kaki Jusoh. Lidah janda beranak tiga itu pun menjilat kepala takuk konek Jusoh. Jusoh menggeliat geli. Banon ketawa kecil dengan telatah Jusoh. Kemudian dia mula menghisap kepala takuk Jusoh dan menyonyot macam budak-budak hisap puting. Dah lama betul dia tak hisap konek. Nafsu jandanya cepat je naik. Banon pun terus hisap konek Jusoh sampai ke pangkal. Konek Jusoh hilang dalam mulut Banon. Kemudian muncul kembali dan hilang kembali dalam mulut Banon. Jusoh betul-betul tak boleh tahan dengan hisapan mulut Banon. Rambut Banon yang kerinting halus di belainya dengan lembut. Muka Banon yang cantik dan bertahi lalat di pipi kanannya bagaikan bidadari sedang menghisap konek. Memang dia betul-betul stim gila. “Banon… saya tak boleh tahan.. Cukup sayang… ” kata Jusoh. Banon buat selamba. Dia tak hiraukan permintaan Jusoh. Dia nak Jusoh terpancut-pancut. Dia nak Jusoh tahu bahawa dia memang hebat menghisap konek lelaki. Dia nak Jusoh tahu dia memang perlukan konek lelaki. “Banon… tolong sayangg… Banon.. Ohhh.. Ohhhh… AHHHHHH!!!” “CRUUTTTTT!!!! CRUTTTTTT!!! CRUUUTTTTT!!!” Memancut air mani Jusoh di dalam mulut Banon. Janda beranak tiga itu terus menghisap konek Jusoh keluar masuk. Air mani Jusoh dirasakan memancut kuat memenuhi rongga mulutnya. Pekat dan banyak. Banon menelan air mani Jusoh sedikit demi sedikit, namun sebahagian lagi berciciran jatuh dari celah bibirnya ke kain batiknya. “Slurrppp… Srupppp.. Ohhff… Emmphhh… Oouuffff….” Mulut Banon yang dipenuhi konek dan air mani bersuara penuh nafsu. “Banon…. Ohhh… Banon… Ohhhhhh… sedapnya Banon…” Jusoh mengerang sedap. Banon pun menarik kepalanya membuatkan konek Jusoh keluar dari mulutnya. Berciciran air mani Jusoh meleleh keluar dari mulut Banon. Memang banyak hingga semuanya meleleh jatuh membasahi kain batik di pehanya. Jusoh sungguh teruja dengan kelakuan Banon yang sungguh lucah itu. Selama ini dia main dengan Rathi, perempuan hindu merangkap bini tokeinya pun tak selucah itu. Jusoh terbaring di atas katil sementara Banon pun keluar dari bilik menuju ke bilik air. Sambil berbaring, Jusoh terfikir apalah nasib janda beranak tiga tu. Lawa-lawa pun tak ada orang berani nak datang meminang. Jusoh bertekad, dia nak masuk meminang Banon. Walau pun umurnya terlalu jauh jaraknya tetapi dia tidak peduli itu semua. Jusoh nekad. Pasti.. dan pasti….

    25momom52

    Hanum Part 2

    Sambungan dari Hanum Part 1

    Point of View Hanum

    Setelah peristiwa gelap itu, aku MC tidak masuk kerja selama 3 hari. Aku berasa benar-benar sakit, baik fizikal mahupun mental, malah maruahku juga seakan-akan sudah tidak wujud. Sehari selepas aku pulang dari seminar, aku merasakan vagina dan anal ku masih sakit sehingga tertatih-tatih lagi untuk berjalan untuk ke klinik. Akhirnya hari ini aku kembali ke pejabat.

    Sebenarnya aku masih takut masuk kerja, aku tak dapat bayangkan bagaimana kalau bertemu dengan En Jamal. Aku takut dia meminta untuk mengulangi perbuatan itu lagi. Aku tidak ingin peristiwa itu berulang lagi. Aku tahu, dengan memiliki video persetubuhan kami En Jamal pasti akan mengancamku untuk menuruti kemahuannya lagi. Tidak, bukan persetubuhan kami, tapi pemerkosaan yang dia lakukan kepadaku. Aku tak rela menyebutnya sebagai persetubuhan, kerana aku sama sekali tak menginginkannya.

    Harus kuakui, malam itu tubuhku menghianatiku. Tubuhku beriaksi dengan setiap sentuhan dari En Jamal. Tapi aku sangat yakin, itu semua terjadi kerana air yang ku minum pada malam itu. Harus ku akui juga nikmat pada malam itu adalah luar biasa namun bila semua itu berakhir, hanya penyesalan dan rasa sakit hati yang kurasakan.

    Satu hal yang paling ku takutkan dari perbuatan kami pada malam itu adalah aku mengandungkan anak manusia bertopengkan syaitan itu. Malam itu berkali-kali En Jamal menumpahkan spermanya ke dalam rahimku. Walaupun malam itu memang aku tidak berada dalam masa suburku, namun tapi siapa tahu saja dengan banyaknya sperma En Jamal yang membanjiri rahimku mampu membuat aku mengandung. Aku benar-benar tak sangup jika hamil kerana perbuatannya, walaupun aku dan suami ku Ridhwan memang sangat menginginkan cahaya mata dalam keluarga kami.

    Hari ini aku berangkat ke pejabat diantar oleh suamiku. Dia sempat bertanya apakah aku sudah yakin untuk masuk kerja kembali, aku hanya menjawab aku sudah bersedia. Aku juga berjanji akan lebih berhati-hati dengan En Jamal dan cuba menghindarinya. Ridhwan sempat berpesan pada ku supaya untuk menceritakan segalanya kepadanya jika terjadi apa-apa. Aku hanya menganguk bersetuju. Sampai sahaja di pejabat, aku disambut oleh rakan- rakan ku. Mereka berbasa-basi menanyakan aku kenapa MC lama, dan adakah sekarang sudah benar-benar sembuh. Aku jawab sesuai dengan apa yang sudah aku persiapkan dari rumah. Aku yang dari tadi bimbang akan bertemu lagi dengan En Jamal boleh menarik nafas lega kerana En Jamal tidak masuk pejabat sehingga mingu depan disebabkan melawat tapak projek di Sabah.

    Hari ini tiada apa yang tidak kuingini berlaku. Selama di pejabat, sering aku memperhatikan teman-teman ku yang perempuan, meneka-neka siapa sebenarnya yang pernah diperdaya oleh En Jamal seperti yang diberitahunya ketika pulang dari seninar tempoh hari. Ternyata aku gagal meneka siapa mangsanya selain aku.

    Petang ini Ridhwan menjemputku. Sepanjang perjalanan aku cerita hari ini aku merasa lega kerana En Jamal tiada sehinga minggu depan. Suamiku juga terlihat senang akan hal itu. Sesampainya di rumah, aku menyiapkan makan malam untuk suamiku. Aku senang kerana dia menyukai masakanku. Sebuah kebahagiaan tersendiri melihat suami menyukai apa yang kita masak. Meskipun begitu, di dalam hati aku menjerit, mengutuk diriku yang tak mampu menjaga diri dan kehormatanku sebagai isterinya.

    Aku tahu suamiku tak pernah menyalahkanku dalam hal ini, tapi tetap saja perasaan bersalah ini tak mampu dihilangkan begitu sahaja. Aku teringat dengan ucapan suamiku tempoh hari, yang mengatakan untuk membuat perhintungan dengan En Jamal. Aku belum tahu apa yang akan dilakukan oleh suamiku, tapi takut suamiku akan berbuat nekad dan malah membahayakan dirinya sendiri.

    Tak terasa beberapa hari ini ku tempohi dengan lancar. Tidak adanya En Jamal di pejabat membuatkan aku bersikap normal tanpa dibuat-buat di depan teman-temanku. Rasa sakit yang kurasakan di bagian intimku juga sudah hilang. Namun Ridhwan masih belum menyentuhku sejak kejadian tempoh hari. Katanya, dia takut aku masih trauma atau sakit. Aku sendiri tidak pasti adakah aku masih mampu melayani suamiku seperti sebelumnya atau belum kerana bimbang aku masih terbayang kejadian malam itu.

    Hari Isnin berikutnya En Jamal sudah kembali ke pejabat. Aku sempat bertemu dengannya, namun ekspresi En Jamal kelihatan normal sahaja. Sikapnya kulihat juga tak ada yang berubah, masih seperti En Jamal yang biasanya. Aku juga sempat memperhatikan teman-teman pejabatku yang perempuan saat mereka berinteraksi dengan En Jamal, tapi semua bersikap biasa-biasa saja. Aku jadi tertanya-tanya, adakah ada wanita lain di pejabat ini yang sudah diperangkap oleh En Jamal? Atau itu hanya rekaan En Jamal saja? Atau juga sedang berpura-pura biasa didepannya? Entahlah, aku benar-benar tak tahu.

    Selama beberapa hari sejak En Jamal masuk lagi, tidak ada hal apapun yang terjadi. En Jamal benar-benar bersikap biasa. Bahkan tak sekalipun dia mencuba untuk menganguku. Semua yang kami lakukan di pejabat adalah 100% urusan kerja. Aku pernah dipanggil ke biliknya bersendirian, aku fikir dia akan berbuat tidak senonoh padaku,tapi ternyata tidak.

    Aku merasa lega dengan keadaan ini, namun merasa jelek dengan sikap pura-pura En Jamal itu. Dia bersikap seperti seorang majikan yang baik dan bijaksana, tapi di sebalik itu dia adalah seorang perogol yang berjaya meratah anak buahnya sendiri.

    Beberapa mingu kemudian , sebelum kami pulang kerja pada petang itu En Jamal tiba-tiba keluar biliknya dan mendatangi mejaku. Kebetulan hanya tinggal aku dan temanku yang bernama Azura yang masih ada disitu bersiap untuk pulang. En Jamal membawa beberapa document, kemudian meletakkannya di meja Azura, yang berada di sebelah mejaku.

    “Zura, dokumen-dokumen ini tolong kamu periksa besok ya? aku dan Hanum tidak masuk pejabat besok, kami ada urusan di luar.” kata En Jamil bersahaja.

    Aku terkejut mendengar ucapan En Jamal kerana sebelumnya dia tidak memberitahu apa-apapun tentang perkara ini. Azurapun juga terlihat terkejut, lalu melihat ke arahku dengan penuh tanda tanya.

    “Num, besok aku jemput di rumah kamu jam 8 pagi.” Tanpa menunggu jawapanku, En Jamal terus pergi meninggalkan kami berdua.

    Aku masih bingung, dan terlihat Azura juga bingung melihatku. Kami berdua kemudian terdiam sebentar. Lamunanku terhenti saat ada panggilan masuk di handphoneku, ternyata suamiku menalifon dan memberitahu dia sudah di depan pejabat untuk menjemputku. Azura yang biasanya naik LRT ke rumah ku ajak pulang bersama. Aku sering menumpangkan Azura pulang kerana rumah kami sama arah.

    Sampai di rumah, aku tak menceritakan hal tadi kepada Ridhwan. Sebenarnya aku sudah berniat untuk cerita, namun setelah kulihat Ridhwan sangat sibuk dengan pekerjaannya hingga terpaksa menyambung kerjanya dirumah. Ku kurungkan niatku untuk memberi tahunya, aku tak mahu menambah beban pikirannya. Aku sendiri masih bingung membayangkan, apa yang akan terjadi besok hari.

    Keesokan harinya, seperti biasa aku bangun lebih awal dari suamiku. Setelah mandi aku siapkan sarapan untuknya, baru dia kubangunkan. Dia masih terlihat mengantuk kerana semalam tido lewat menyiapkan kerjanya. Setelah dia selesai mandi dan bersiap, kami sarapan bersama.

    “Sayang, hari ini abang ada meeting pagi. Sayang boleh drive sendiri ke pejabat?” tanya suamiku.

    “Oh Ok bang, sayang drive sendiri nanti” Jawab ku.

    “Sorry Sayang. Harini mungkin abang balik lewat sebab banyak kerja” Tambah suami ku lagi.

    Memang setiap 3 bulan sekali, suamiku akan sibuk dengan kerja audit. Waktunya tidak menentu, kerana itulah kadang-kadang suamiku akan sibuk dan pulang lewat untuk menyiapkan kerjanya. Di hari audit, biasanya memang suamiku akan pulang lewat. Bahkan pernah sekali, jam 3 pagi baru Ridhwan baru sampai rumah.

    Namun aku bersyukur kerana tak perlu mencari alasan untuk berangkat sendiri. Aku sebenarnya masih buntu untuk beralasan apa, tidak mungkin aku beritahu yang En Jamal yang akan menjemputku, pasti konsentrasi Ridhwan tergangu di pejabatnya nanti.

    Setelah sarapan, tak menunggu lama Ridhwan terus berangkat. Aku mengemas sisa sarapan kami, kemudian aku menukar pakaian. Aku memakai baju kebaya berwarna merah dipadankn tudung sedondon bercorak bunga-bunga dengan make up natural. Entah kemana akan dibawa kemana pun aku aku tak tahu dan aku tak mampu menolaknya. Setelah berpakaian dan berdandan seadanya.

    Sekitar jam 8 lebih kudengar bunyi kereta berhenti di depan rumahku. Dari tingkap rumah, ku lihat En Jamal sudah sampai. Dengan dada berdegup kencang aku keluar dari rumah, mengunci pintu lalu masuk ke dalam kereta dan duduk di sebelah En Jamal.

    “Sudah siap?” tanyanya.

    “Kita nak kemana Encik? Nak buat apaa?” tanya ku untuk kepastian.

    “Kita ke rumahku. Nak buat ape? Hanum sudah tahu kan? hahaha..” Jawapnya sambil ketawa.

    “Encik.. Saya rayu, hentikan semua ini. Saya tak mahu menghianati suami saya lebih jauh lagi. Cukupla apa yang terjadi pada bulan lepas..”rayu ku sambil mata ku sudah mula berkaca dengan air mata ku.

    “Hahahaha Hanum Hanum. Aku tak kan jemu dengan tubuh mu? hermmmm.. kamupun tidak menolak bukan? Buktinya, kamu tidak berangkat ke pejabat terus dan menungu ku. Malah berpakain cantik lagi? Padahal kamu pasti sudah tahu, apa yang aku mahu dari kamu. Atau jangan-jangan, kamunya juga mahu? Kamu ketagih ya dengan penis ku? Hahahaha…” Jawabnya sambil meramas-ramas penisnya dari luar seluarnya.

    “Bukan! Saya tiada pilihan bukan?!” ucapku agak dengan tegas. Aku tidak terima dengan jawapannya.

    “Hahahaha.. maksudnya kamu tak bodoh. Kamu tahu tiada pilihan lain. Sudah, jom kita ke rumah ku. Aku tak sabar nak ratah tubuh mu.” balas En Jamal sebelum terus memandu.

    Aku hanya mampu diam dan pasrah sahaja, kami diam sepanjang kereta itu dipandu kerumahnya. Kereta kami terus dipandu hinga masuk ke sebuah kawasan perumahan elit di KL. Ini kali pertama aku ke rumah En Jamal. Kereta kemudian masuk ke halaman sebuah rumah yang agak terasing dengan rumah yang lain. Kulihat di halaman rumah itu sudah terparkir sebuah kereta mewah. Adakah mungkin itu kereta isteri En Jamal? Tapi kalau isterinnya di rumah, kenapa dia mengajakku ke rumahnya? Bukan ke tempat lain? Ataukah mungkinkah ini kereta orang lain? Kalau ada orang lain, apa maksud En Jamal mengajakku kemari? Adakah dia berniat untuk menyuruhku melayani orang lain juga? bulu roma ku berdiri membayangkannya. Semoga tidak terjadi dan berharap itu adalah kereta En Jamal sendiri.

    “Mari sayang, kita turun. ada orang tunggu.” Suara En Jamal mengangu lamunan ku.

    “Maksud Encik? Siapa yang menunggu? Apa yang En Jamal mahu sebenarnya? Jangan macam-macam Encik, saya tak mahu!”jerit ku.

    “Sudahlah, kamu itu sudah jadi hamba ku sekarang. kamu harus menuruti apa sahaja perintahku, itu saja. Sudah cepat!!!” Jerkah En Jamal kembali.

    En Jamal lalu menarik tanganku. Mahu tak mahu aku terpaksa mengikutinya. Aku bertanya-tanya, siapakah yang sedang menunggu kami? Dan apa yang yang akan dilakukan oleh En Jamal kepadaku? Pintu dibuka, aku terkejut melihat siapa yang sedang duduk di ruang tamu. Aku menatap tak percaya ke arah ruang tamu dan En Jamal bergantian. Apa maksudnya semua ini??

    Point of View Ridhwan

    Hari ini aku terpaksa berbohong kepada isteriku, Hanum. Sebenarnya hari ini aku tidak masuk kerja, tidak ada audit juga. Hari ini aku ada janji untuk bertemu dengan seseorang, yang akan aku kira mampu membantu untuk memberi pelajaran kepada si Jamal celaka itu, jantan tak guna yang sudah memperkosa isteriku.

    Hari ini aku mengambil cuti tahunan. Aku tidak memandu ke pejabat, tapi ke arah pingir bandar, tempat aku berjanji bertemu dengan orang itu. Dia ini tak lain adalah teman lamaku. Temanku semasa sekolah dulu, dari sekolah rendah dulu. Sudah lama kami tidak bertemu sejak kami hingga habis SPM, kerana aku melanjutkan pelajaran di selatan Malaysia, sedangkan dia masuk menyertai angota polis. Kami hanya keep in touch melalui media sosial. Namanya Lina.

    Pada awalnya aku tidak tahu untuk meminta tolong pada siapa untuk menangani masalah yang sedang dihadapi oleh Hanum. Aku bimbang jika perkara ini direport ke pihak polis, aku tidak mempunyai cukup bukti untuk mendakwa Jamal. Pasti En Jamal akan mengupah perguam yang hebat untuk menepis dakwaan ku. Malah mungkin En Jamal akan menyebarkan video rakaman itu sambil menfitnah isteriku yang mengodanya. Aku buntu hinggalah aku terlihat Lina di news feed media sosial ku. Aku lantas PM Lina untuk mendapatkan no phonenya sebelum aku menelefonnya sebelum mintanya untuk berjumpa pada hari ini. Kami memang berjanji untuk berjumpa di restoren ini. aku terus memesan menu untuk sarapan sebelum Lina sampai 5 minit kemudian. Kami hanya berbual kosong sahaja, sambil menikmati sarapan kami.

    Meskipun Lina seusia denganku iaitu 35 tahun, namun dia masih belum berkahwin. Dia kelihatan masih cantik walaupun penampilannya agak kasar. Berambut pendek, berkulit sawo matang dan tubuhnya kelihatan agak berotot. Setelah menghabiskan makanan,akupun menceritakan semuanya kepada Lina, sedetail apa yang diceritakan Hanum kepadaku. Mulai dari bagaimana dia hampir diperkosa 4 lelaki bertopeng hingga Hanum diperdaya olah Jamal, sehingga Hanum sama sekali tidak mampu melawan ketika dia diperkosa.

    Aku agak emosi waktu cerita semua itu, dan aku memberitahunya untuk memberi pembalasan kepada si Jamal itu, tapi aku bingung kerana dia mempunyai status yang lebih tinggi malah mempunyai anak buah yang sedia membuat kerja kotornya sedangkan aku tidak punya siapa-siapa. Aku juga jelaskan alasanku kenapa aaku minta bantuan pada Lina. Dia hanya diam mendengarkan cerita ku sambil sekali sekala menganguk faham. Dia tampak tenang, tak ada emosi di wajahnya. Mungkin dia memang sudah biasa mendengar cerita seperti itu.

    “Jadi begitu lah ceritanya Lina” ucapku mengakhiri ceritaku dengan nada sugul.

    “So, whats your plan?” balasnya ringkas

    Aku memberi tahunya aku masih buntu dan tidak cukup bukti untuk melporkan hal ini pada pihak polis. Lina menganguk paham sebelum dia sukarela untuk membantu ku menyiasat kes ini tanpa bantuan rakan-rakannya dahulu. Dia merancang untuk mengitip Jamal sendirian sehingga dapat moment yang sesuai untuk menangkap Jamal ketika dia mencabul isteri ku lagi. Dia juga berpesan kepada ku supaya memerhatikan Hanum kerana bimbang mungkin Hanum sudah mula merahsiakan perkara ini dari aku kerana perasaan malu dan fobia.

    Sedar tidak sedar, Sudah pun 4 jam kami berbual di restoren itu. Lina mengajak ku keluar dan berbincang di rumahnya untuk membincangkan detail rancangannya. Setelah selesai berbincang, aku pulang kerumah ku. Hingga 10 malam kami berbincang. Sebelum kami pulang aku mengucapkan terima kasih kepada Lina kerana kesudiannya membantu aku.

    Point of View Hanum (10.00am)

    Aku benar-benar tidak menyangka hal ini. Setelah pintu rumah En Jamal dibuka, kulihat di ruang tamu duduk seorang lelaki yang pernah ku temu dengannya pada bulan lepas. Lelaki itu tak lain tak bukan adalah Dato Borhan, yang mengangu ku di waktu seminar tapi diselamatkan oleh En Jamal dengan mengaku menjadi suamiku di depannya.

    Kulihat Dato Borhan dengan senyum yang menjijikkan ku menyambut kedatanganku. Aku menoleh ke arah En Jamal yang berdiri di sampingku, meminta penjelasan untuk ini semua, tapi dia hanya tersenyum dan mendorongku untuk melangkah masuk. Setelah itu dia kembali menutup pintu rumahnya. Ketika ini aku berada di ruang tamu rumah ini bersama dengan 2 orang lelaki. Perasaanku jadi semakin takut. Aku membayangkan apa yang akan mereka lakukan padaku. Aku dipaksa duduk oleh En Jamal di salah satu kerusi di ruang tamu itu. Dia kemudian masuk ke dalam, membiarkanku hanya berdua saja dengan Dato Borhan.

    “Apa kabar Hanum sayang?” Sapanya

    “Baik,” jawabku singkat. Aku masih risau dengan adanya Dato Borhan di rumah ini.

    “Kamu tak usah tegang begitu, biar penis ku sahaja yang tegang, hahahaha.” Usik Dato Borhan

    Aku tak membalas ucapannya. Benar-benar menjijikkan. Sesantai itu dia mengucapkan kata-kata kotor seperti itu kepadaku. Tak lama kemudian En Jamal kembali lagi ke ruang tamu, dia sudah menukar pakaiannya. Dia hanya memakai singlet putih dan boxer sahaja, sama seperti Dato Borhan.

    “Mal, pet ko ni belum jinak ya?” Tanya Dato Borhan kepada En Jamal.

    “Haha maklumlah Dato, baru sehari aku henjut, belum dilatih lagi. Makanya hari ini kita latih dia puas-puas, bagi dia jinak, haha.” Jawap En Jamal.

    Aku benar-benar marah dengan perbualan mereka berdua. Pet? Mereka fikir aku ini binatang? bagi aku mereka berdua itu lebih hina dari binatang. Aku hanyalah korban yang dipaksa untuk melayani nafsu binatang En Jamal, dan mungkin sebentar lagi dengan Dato Borhan juga.

    “En Jamal, apa maksud semua ini? Dan kenapa Dato Borhan ada disini?” Tanya ku pada En Jamal.

    “Kamu belum cerita Mal?” sahut Dato Borhan.

    “Belum, haha. Begini sebenarnya Hanum sayang, Dato ini sebenarnya adalah sahabat ku. Kalau kamu fikir dulu aku yang selamatkan kamu dari dia, itu hanyalah sandiwara kami sahaja. Sama seperti 4 lelaki bertopeng tempoh hari. Semua ini sudah aku rancang, supaya kamu percaya pada aku sayang. Dan sekarang, tiba waktunya untuk kamu melayan berdua, serentak.” Terang En Jamal kepada ku.

    “Benar Hanum. Aku dan Jamal adalah sahabat, kami punya hobi yang sama, yaitu menikmati tubuh wanita-wanita cantik bertudung seperti kamu. Kami juga sering bertukar wanita, seperti sekarang, kamu juga harus melayaniku.” Tambah Dato Borhan pula.

    Aku hanya mampu diam, lidahku kelu. Pagi tadi aku fikir, aku hanya perlu memenuhi nafsu serakah En Jamal sahaja, namun aku salah. Selama ini aku selalu menjaga diriku, selalu menjaga tubuhku agar hanya suamiku saja yang boleh menyentuhnya. Tapi setelah bulan lepas dipaksa En Jamal, sekarang aku harus melayani orang lain lagi. Dan lepas ini, entah siapa lagi yang harus aku layani?

    “Mal, kamu rasa si Hanum ini mampu disondol kita berdua? Dulu kamu cakap kamu seorang sahaja sudah buat dia pengsan.” Soal Dato Borhan pada En Jamal.

    “Haha rilex Dato. Kalau dia tak tahan, aku panggil Pet ku yang lain pula. Yang penting hari ini kita puas, haha.” Jawap En Jamal.

    Sial mereka berdua ini. Mereka benar-benar menganggap aku, dan wanita lain sebagai Pet mereka. Aku benar-benar marah dengan keadaan ini, tapi aku boleh buat apa? Lari dan menghilangkan diri? Sekarang sahaja sudah mustahil untuk melawan mereka berdua. Belum lagi kalau En Jamal benar-benar menyebarkan video waktu itu. Bagaimana juga perasaan Ridhwan kalau tahu hal ini? Ridhwan, maafkan aku bang, sekali lagi harus menghianatimu, dan pasti aku tidak mampu untuk ceritakan semua ini kepada kamu.

    “Baiklah, aku sudah tak tahan ini. Mari sayang kita ke dalam.” Dato Borhan kemudian berdiri menghampiriku. Dia menarik tanganku dan mengajakku ke bagian dalam rumah ini. Akupun hanya bisa menurut tanpa membantah.

    Dato Borhan ini, ku kira mungkin berumur dalam 50 an. Badannya juga tinggi besar seperti En Jamal, tapi kulihat perutnya sedikit buncit. Aku terfikir adakah kemaluan lelaki ini juga sebesar punya En Jamal? Kalau sama atau lebih, pasti aku diseksa teruk nanti. Sampai di di ruang tengah, Dato Borhan duduk di sofa, sedangkan aku masih berdiri di depannya. Tak lama kemudian En Jamal menyusul kami. Diapun duduk di samping Dato Borhan. Aku tak tahu apa yang harus dilakukan, sehingga diam saja. Kedua lelaki jahanam itu hanya tersenyum melihatku. Tiba-tiba, Dato Borhan menarik turun boxernya hingga nampaklah batang kemaluannya, walaupun masih tertidur namun sudah terlihat besar. Aku berasa ngeri melihat penis orang tua ini.

    “Sini sayang, hisap batang pusaka ku” perintahnya dengan santai.

    Aku masih tak bergerak. Masih diam berdiri. Melihatku hanya diam, En Jamal berdiri dan melangkah ke belakangku. Tiba-tiba dia mendorongku hingga terjatuh di tubuh Dato Borhan.

    “Hei, dia itu sama seperti aku, tuanmu. Apa yang dia perintah, kamu harus menurut, paham!” En Jamal membentakku dengan kasar, sedangkan Dato Borhan hanya tersenyum saja.

    “Sudahlah Jamal, tak perlu kasar pada wanita secantik Hanum. mari sayang, cepat hisap batangku, buat dia keras, kamu suka kan yang keras-keras?” Ucapan dan senyuman Dato Borhan benar-benar menjijikkan buatku. Aku berusaha bangkit, tapi Dato Borhan menahan tubuhku.

    “Kalau kamu tak mahu menurut, aku akan lebih kasar daripada Jamal,” bisiknya di telingaku.

    Dia kemudian mendorong tubuhku hingga bersimpuh di depannya, di depan kedua kakinya yang sudah terkangkang lebar. Aku masih diam, aku benar-benar tak rela melakukan hal ini.

    “Hmmmpphh…” Tiba-tiba saja En Jamal mendorong kepalaku dari belakang, hingga wajahku menyentuh penis Dato Borhan.

    “Cepat hisap atau kamu lebih suka dipaksa secara kasar?” Bentakkan En Jamal kembali ku dengar, aku hanya mampu menangis pasrah. Perlahan kugerakkan tanganku, menyentuh batang penis yang masih terkulai lemah itu. Tanganku benar-benar bergetar saat menyentuhnya. Kulirik Dato Borhan, dia tersenyum puas mengetahui aku sudah pasrah dan menyerah.

    Perlahan-lahan kugerakkan tanganku, naik turun mengurut batang penis itu hingga perlahan-lahan mulai membesar. Penis itu akhirnya berdiri tegak meskipun aku tahu belum maksima. Aku sedar tadi aku diperintahkan untuk mengulumnya, tapi aku masih tak sangup. Jadi aku masih terus mengocoknya sahaja, dan kocokanku semakin kupercepat.

    “Hanum, tadi aku suruh kamu mengocok sahaja? Mari sayang, jilati, masukan ke mulut mu sayang seksi itu,” perintah Dato Borhan.

    Dengan ragu-ragu bercampur perasaan takut, aku mulai dekatkan kepalaku menuju ke penis besar itu. Batinku berperang, haruskah aku melakukan ini lagi? Sementara suamiku saja tak pernah mendapat servis seperti ini dariku? Hanya En Jamal yang pernah merasakan mulutku, dan kini, Dato Borhanlah yang akan merasakannya.

    Dato Borhan sudah tidak sabar lalu  meraih kepalaku dan menariknya, membuat wajahku kembali menyentuh penis itu. Aku memejamkan mataku, dan air mataku tak mampu ku bendung lagi.

    “Cepat, atau kamu mau dikasari sahaja?” ucapan Dato Borhan sebenarnya terdengar santai dan lembut, tapi buatku itu adalah perintah tegas yang tak mampu kutolak.

    Akhirnya, dengan sangat terpaksa aku mendekatkan bibirku di penis Dato Borhan. Kucium kepala takuk yang besar itu. Kulirik lagi ke arah Dato Borhan, dia menjulurkan lidahnya, memintaku untuk menjilati penisnya.

    Aku menarik nafas dalam-dalam sambil terpejam, menekadkan diriku untuk melakukan ini. Maafkan aku Ridhwan, aku tidak pernah menginginkan hal ini, tapi aku tak punya pilihan untuk menolak. Sekali lagi, maafkan aku bang.

    Selanjutnya yang terjadi adalah, lidahku mulai menyapu permukaan kulit penis Dato Borhan. Dari ujung ke pangkal, kujilati semuanya. Setelah itu aku dengan susah payah memasukkan penis besar itu di mulutku. Kuhisap dan kukulum kejantanan Dato Borhan, sesekali lidahku bermain, menjilati kepala penis Dato Borhan yang ada di dalam mulutku.

    “Uughh, sedapnyaaaa, hisapan mu bukan seperti orang amatur, hahahaha. teruskan sayang, puaskan aku, aahhh..” Aku tak peduli dengan apa yang dia katakan. Bagiku, aku hanya melakukan semua ini kerana terpaksa, dan juga agar semua ini cepat berakhir.

    Untuk beberapa saat aku terus mengulum penis Dato Borhan. Desahannya terus terdengar di telingaku. Lama kelamaan aku dapat merasakan penis yang ada di dalam mulutku ini semakin mengeras, dan aku semakin kesulitan untuk mengulumnya. Tapi aku tak bisa melepaskannya kerana tangan Dato Borhan terus menahanku, bahkan kadang menggerakkannya ketika kepalaku berhenti.

    Sekarang aku merasakan kedua tangan Dato Borhan memegang kepalaku. Bukan hanya memegang, tapi dia memaksaku untuk menggerakkan kepalaku lebih cepat dan lebih dalam lagi. Ujung kepala penisnya beberapa kali menyentuh kerongkonganku membuatku tersedak dan ingin muntah. Aku berusaha meronta, apalagi saat kurasakan penis itu mulai berdenyut-denyut. Tenagaku jelas kalah dibanding Dato Borhan. Semakin sering aku tersedak, dan hampir saja aku muntah kerananya. Aku bahkan bisa merasakan air liurku keluar dari sela-sela bibirku saat Dato Borhan menarik kepalaku menjauh, sebelum kemudian mendorong lagi hingga penis itu tertelan kembali jauh ke dalam mulut ku.

    “Aahh mulutmu nikmat sayang, aahh aku mau keluaarr..” Aku menjadi panik mendengarnya.

    Aku memang pernah dipaksa oleh En Jamal untuk menelan spermanya, dan aku sama sekali tak menyukai rasanya hingga kumuntahkan kembali pada waktu itu, meskipun sebahagian airnya tertelan. Dan kali ini, Dato Borhan sepertinya akan melakukan hal yang sama. Aku semakin berontak, tapi tetap saja tak bisa lepas, hingga saat akhirnya dia menekan kepalaku kuat sekali hingga masuk habis kedalam mulut ku penisnya.

    “Aaaaaahhhhh…”

    “Hooorrrkkk…”

    Lenguhan panjang dari Dato Borhan, di ikuti dengan aku yang hampir muntah, kerana saat itu penisnya mengeluarkan banyak sekali cairan kental yang sangat menjijikkan. Beberapa kali penis Dato Borhan memancutkan spermanya di dalam mulutku. Aku mencoba menahan untuk tidak menelannya, tapi kepalaku terus ditahan hingga aku hampir tidak bernafas. Mahu tak mahu, akupun menelan semua cairan yang ada di dalam mulutku itu. Rasanya benar-benar menjijikkan.

    “Uhuuukk uhuuukk…” Aku langsung terbatuk-batuk saat kepalaku dilepas oleh Dato Borhan.

    Sisa-sisa sperma yang masih tidak tertelan kuludahkan keluar. Aku terus menangis terisak-isak diperlakukan seperti itu, sedangkan kedua lelaki biadab itu tertawa penuh kepuasan.

    Penderitaanku belumlah selesai. Baru sahaja bisa menarik nafas panjang, tubuhku ditarik oleh En Jamal, yang sudah telanjang bulat. Dia juga memintaku untuk mengoral penisnya. Aku cuba ingin melawan tapi belum apa-apa dia sudah memaksakan penisnya untuk masuk ke dalam mulutku.

    En Jamal menahan kepalaku, hingga aku tak mampu bergerak. Dia mendiamkan saja penisnya yang belum tegang maksimal itu di dalam mulutku. Waktu itu kugunakan untuk sedikit mengambil nafas lagi. Setelah itu tanpa belas kasihan, penis En Jamal terus menghenjut mulutku. Aku masih belum sempat untuk menghela nafas lagi, dia dengan kasar menyetubuhi mulutku. Aku hanya pasrah, dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipiku.

    Ketika itu tubuhku mulai dijamah dari belakang. Itu pasti Dato Borhan. Tangannya dengan nakal meraba kedua payudaraku yang masih tertutup rapi oleh pakaianku. Satu persatu butang kebaya ku dibuka dan diselakkan disamping tanpa melepasnya. Bra yang menutupi kedua payudaraku diangkat ke atas, membuat kedua bukit kembarku itu sekarang bebas dijamahnya.

    “Wah tubuh kamu bagus juga Num, dadamu kenyal, montok, haha. Tak salah pilih mangsa kamu Mal,” ucap Dato Borhan terdengar di telingaku.

    “Haha, tentu saja. Mana pernah mangsaku mengecewakan, betul kan?” Balas En Jamal

    “Baguslah, kita boleh menikmati wanita ini seharian sampai puas, haha.” Dato Borhan ketawa puas.

    Aku hanya mampu menangis mendengar mereka bersembang terus menghenjut tubuhku. Tangan Dato Borhan terus meraba dan meremas buah dadaku. Puting susuku juga tak lepas dari jamahannya. Digentel lembut, kadang-kadang ditarik kasar. Malah payudaraku diramas juga dengan kasar. Aku yang kesakitan tak boleh buat apa kerana sekarang masih terus dipaksa mengoral penis En Jamal.

    Tiba-tiba kurasakan tubuhku digerakkan oleh Dato Borhan. Dia memaksaku berposisi menonggeng. Aku kini bertahan pada kedua tangan dan lututku, sambil kepalaku yang tertahan terus digerakkan maju mundur oleh En Jamal. Dalam posisi itu, kurasakan kain kebaya ku disingkap ke atas oleh Dato Borhan.

    “Plak… Plak… Plak…”

    “Eehhhmmpp…”

    Beberapa kali pungungku ditampar oleh Dato Borhan. Teriakanku tertahan oleh penis En Jamal yang masih bergerak maju mundur di dalam mulutku. Dato Borhan sepertinya sangat menyukai pungungku. Aku merasakan kedua bongkah pungungku kini semakin panas, mungkin sudah memerah.

    Setelah beberapa kali menampari pungungku, kurasakan seluar dalamku ditarik turun oleh Dato Borhan. Aku tak mampu melawan, air mataku yang semakin deras tak terbendung. Aku tak pernah membayangkan akan diperlakukan seperti ini. Apa yang terjadi antara aku dan En Jamal bulan lepas, itu sudah kuanggap yang paling hina yang pernah kualami. Kali ini aku diperlakuan yang lebih hina lagi, tanpa sedikitpun aku mampu melawan.

    Tak lama kemudian kurasakan daerah terlarangku mulai diraba oleh Dato Borhan. Jari-jarinya diusap-usap ke bibir vaginaku, hingga membuatku kegelian dan beberapa kali menggelinjang. Sesekali dia juga menusukkan jarinya ke dalam vaginaku, dan itu semakin membuatku menggelinjang. Sampai akhirnya dia menemukan biji di daerah bibir vaginaku, dia gesek-gesek dengan jarinya, membuat tubuhku makin bergerak tak karuan.

    Biji kecil klitoris itu adalah kelemahanku. Aku tak pernah mampu menahan jika biji itu sudah dirangsang. Ridhwan selalu membangkitkan gairahku dengan merangsang daerah itu. Dan kini, orang lain yang melakukannya. Dato Borhan lalu menarik jarinya dari daerah telarang ku, tapi tak lama kemudian kurasakan sapuan lidahnya di sepanjang bibir vaginaku. Aku yang terkejut langsung berusaha meronta, tapi kerana masih ditahan oleh En Jamal, rontaan ak jadi sia-sia.

    Jilatan lidah Dato Borhan sampai juga di klitorisku. Dijilat dan dihisapinya biji itu hingga membuat tubuhku benar-benar geli. Disaat yang bersamaan, dia masukkan jarinya menusuk lubang vaginaku.

    “Eeeemmppphhh…”

    Crok… Crok… Crok…

    Desahanku tertahan lagi. Bunyi becak jolokan jari Dato Borhan di lubang vaginaku sendiri sampai terdengar olehku. Vaginaku sudah basah. Bukan kerana aku menginginkannya. Tapi aku hanyalah wanita biasa, yang punya kelemahan. Dan sekarang Dato Borhan sedang mengeksplotasi kelemahanku itu.

    Cukup lama Dato Borhan melakukan itu, hingga membuatku semakin tak tahan. Akhirnya aku melampiaskan semuanya dengan menghisap lebih dalam dan keras penis En Jamal yang masih ada di mulutku. Aku dipaksa menyerah kalah oleh kedua lelaki itu, hingga akhirnya sebuah desahan panjang yang tertahan mewarnai orgasme pertamaku hari itu. Tubuhku menegang. Mataku terpejam dan mulutku masih menghisap kuat penis En Jamal.

    “Uuugghh mantap hisapan mu Num.haha.” Puji En Jamal

    Aku tak peduli dengan kata-kata En Jamal. Aku hanya melampiaskan apa yang aku rasakan, itupun kerana dipaksa oleh mereka. Aku mahu menarik kepalaku untuk mengambil nafas dulu, tapi En Jamal masih saja menahan kepalaku. Dia yang sedari tadi dalam posisi berdiri, malah menarikku saat dia berjalan mundur, hingga membuatku merangkak. Aku benar-benar merasa hina, merangkak ke depan dengan sebuah penis masih berada di dalam mulutku.

    Akhirnya En Jamal duduk di kursi, dan aku masih tetap tak dilepaskannya. Posisiku masih menungging. Lalu aku dipaksa lagi oleh En Jamal menaik turunkan kepalaku, memberikan servis pada penisnya. Aku sudah pasrah, hanya menurut saja.

    Ketika itulah kurasakan Dato Borhan kembali memegang kedua bongkahan pungungku. Kemudian aku merasakan sesuatu menyentuh bibir vaginaku yang masih basah. Aku tahu itu penis Dato Borhan. Sebentar lagi dia akan memasukiku. Sebentar lagi dia akan semakin menghancurkan kehormatanku sebagai isteri Ridhwan. Dan aku, tak mampu berbuat apa-apa untuk menghentikannya.

    “Hmmmpphhh…”

    Aku hanya bisa mendesah tertahan saat kepala penis yang cukup besar itu memaksa menguak bibir vaginaku. Perlahan-lahan bisa kurasakan penis itu mulai masuk. Tidak dalam, mungkin hanya kepalanya saja. Lalu dia menariknya lagi sedikit, dan mendorongnya sedikit. Mungkin dia sedang membuka jalan agar penisnya mampu masuk semua di dalam vaginaku.

    “Hhmm aaarrrkkkk…”

    Aku menjerit kuat ketika tiba-tiba dengan kasar dia menghentakkan penisnya ke dalam vaginaku. Kepalaku yang tak lagi dipegang oleh En Jamal, atau mungkin memang dia sengaja melepaskannya, langsung terangkat hingga mulutku terbebas dari penisnya, dan suaraku menjerit dengan nyaringnya.

    “Datooooooooo aaaahhhkkk stoppp…”

    Tapi Dato Borhan tak mendengarkan permintaanku. Dia terus saja menyetubuhiku dengan kasar, membuat tubuhku tersentak-sentak kedepan.

    “Oouhh sempit lagi Mal, padahal sudah kamu pakai dia..sedapnya..”Kata Dato Jamal sambil menghenjutku.

    “Haha, memang sudah aku pakai. Tapi sudah sebulan tidak kusentuh dia, pasti sudah mulai sempit lagi kan, haha.” Jawap En Jamal

    “Aarkk Datooo aahhh pelaan pelaaannn…”

    Kembali pintaku tak didengarnya. Dia masih memperlakukanku dengan kasar. Bahkan beberapa kali tangannya menampar-nampar pungungku lagi. Dia juga meraih payudaraku yang berggantung dan meremasnya dengan kasar. Aku benar-benar merasa kesakitan saat ini. Sementara En Jamal yang berada di depanku tertawa puas melihatku diperkosa dengan kasar begini.

    Tidak mahu hanya diam, En Jamal kemudian meraih kepalaku lagi, lalu memaksaku untuk mengoral lagi penisnya. Aku hanya bisa menurut. Rasa sakit yang kurasakan ini kulampiaskan dengan menghisap penis En Jamal kuat-kuat. Tanpa dipegangi lagi kepalaku naik turun dengan sendirinya. Bukan aku ingin memberikan kepuasan pada En Jamal, hanya saja ini kulakukan agar aku dapat mengimbangi rasa sakitku.

    Penis Dato Borhan yang besar terus mejolok lubang kemaluanku. Kurasa besarnya hampir sama dengan milik En Jamal, begitu juga dengan panjangnya. Aku benar-benar tersiksa dengan ukuran penis itu.

    Cukup lama Dato Borhan memperkosaku dari belakang, dan aku mulai merasakan kalau rasa sakitku mulai berkurang. Namun aku tidak ingin menikmati persetubuhan ini, meskipun vaginaku mulai bereaksi sebaliknya. Vaginaku semakin banjir. Tapi ini bukan kerana menikmati, ini hanya reaksi natural vaginaku untuk memberikan pelincir, agar aku tak lagi kesakitan pujuk hati ku.

    “Aaahh aaahh, Mal, perempuan ini sudah mulai menikmati batangku. Pantatnya sudah lencun!!” Teriak Dato Borhan.

    “Haha, perempuan mana yang tahan dihenjut, iya kan Hanum sayang?” Jawap En Jamal.

    Aku yang masih terus mengulum penis En Jamal menggelengkan kepalaku, menolak untuk membenarkan semua itu. Tidak! Aku tidak menikmatinya. Tidak akan pernah!

    Tapi kembali, tubuhku berkhianat. Semakin lama kurasakan sakit di vaginaku mulai menghilang, berganti dengan, geli, bercampur nikmat. Ah tidak, ini bukan nikmat, tapi ini… Aahh tidak, maafkan aku Ridhwan..

    Aku terus menangis. Aku sekuat tenaga menjaga agar tak menikmati semua ini. Tapi apakan dayaku, aku hanya perempuan biasa. Diperlakukan seperti ini, lama-lama pertahananku runtuh juga. Vaginaku mulai mengemut kuat, dan aku yakin Dato Borhan merasakan itu. Terbukti, dia semakin mempercepat goyangannya, yang membuatku tak mampu lagi bertahan, hingga melepaskan penis En Jamal dari mulutku.

    “Aaah Datoooo.. sudaaahh.. aahh pelaan.. aku… aahh aku mahu…. aaahhhh…”

    Sebuah desahan panjang akhirnya tak mampu kutahan saat kurasakan gelombang dahsyat menerpaku. Aku kembali orgasme, saat disetubuhi oleh lelaki lain yang bukan suamiku. Tubuhku beberapa kali mengejang. Mataku tertutup dan mulutku terbuka lebar. Nafasku sudah tak beraturan. Aku kalah, benar-benar kalah.

    “Haha Hanum sayang OK? Nikmat kan di henjut Dato? Ini baru permulaan sayang, nanti ada yang lebih nikmat lagi.” Kata En Jamal.

    Kembali aku tak menjawab ucapan En Jamal. Aku masih terdiam, menikmati sisa-sisa orgasme ku. Iya, aku menikmatinya pada akhirnya. Entahlah, hatiku tak ingin mengakuinya, tapi tubuhku berkata lain.

    Setelah membiarkanku menikmati orgasmeku, Dato Borhan menarik lepas penisnya, meninggalkan kekosongan di dalam vaginaku. Tapi itu tak bertahan lama. Tubuhku ditarik oleh En Jamal hingga kini posisiku mendudukinya. Dia melepaskan kebaya, bra, kain dan panties ku. Aku sudah telanjang kini, hanya menyisakan tudung yang masih terpasang di kepalaku, yang entah sudah seperti apa keadaan ku sekarang. Aku tahu En Jamal tak akan melepaskannya sekarang. Dia pernah beritahu, lebih bernafsu menyetubuhku yang memakai tudung. Aku juga sudah tidak punya tenaga lagi, kerana itu aku membiarkannya saja.

    Setelah aku telanjang, En Jamal memposisikan penisnya ke bibir vaginaku. Kerana memang sudah basah, dan sudah terbuka oleh penis Dato Borhan tadi, kini penis En Jamal dengan cukup mudah masuk ke dalam vaginaku.

    “Uuugghh sudah enciiikkkkk, Hanum penatttt…” Rayu ku

    “Penat? Belum sayang, kamu belum boleh penat. Ini masih pagi, kita akan teruskan sampai sampai petamg, hahaha.” jawab En Jamal

    Sampai petang? Gila! Melayan dua orang ini sampai petang? Mati lah aku? Baru sekali sahaja aku sudah secpenat ini, apalagi sampai petang?

    “Cepat, gerakan pungung mu sayang, naik turun, seperti di bilik hotel dulu” perintah En Jamal.

    Aku tak punya pilihan lain kecuali menurutinya. Aku tahu, menolak pun hanya dibalas dengan lebih kasar dan menyakitkan lagi. Aku tak mahu dikasari, tak mahu disakiti lagi. Akhirnya dengan sangat terpaksa aku gerakkan tubuhku naik turun. Aku tumpukan kedua tanganku di bahu En Jamal. Dia kedua tangannya pula bermain di kedua buah dadaku, yang sudah terbuka kerana tudungku disingkap ke belakang.

    Saat itu tiba-tiba kurasakan ada yang menyentuh pungung ku. Aku menoleh ke belakang. Dato Borhan, tampak tersenyum melihatku. Aku lirik ke bawah. Astaga, aku lupa, dia kan belum orgasme. Dan sekarang tangannya meraba pungungku, jarinya mengarah ke lubang belakangku. Apa yang dia mahu? Jangan-jangan….

    “Kita main sama-sama ya sayang, hehe.” Sapa Dato Borhan.

    “Datoooo jangan disitu datoo, saya tak mahu..” racau ku.

    Aku hendak menarik tubuhku menjauh, tapi ditahan En Jamal dari bawah. Dia memeluk tubuhku erat sekali, membuatku menghentikan gerakkan pungungku. Saat itu Dato Borhan mengarahkan kepala penisnya ke lubang anal ku. Aku benar-benar takut. Meskipun lubang itu sudah dirobek oleh En Jamal, tapi melakukan ini serentak, diperkosa depan belakang, adalah perkara yang harus aku jauhi.

    Bayang-bayang rasa sakit yang teramat sangat membuatku mencoba meronta dengan keras. Tapi tak menghasilkan apa-apa kerana kuatnya En Jamal memelukku. Dato Borhan sendiri mulai meludahi tangannya sendiri, lalu diusapkan ke lubang belakangku. Jarinya bahkan dipaksa masuk, untuk membuatnya lebar, membuka jalan. Tidak cukup 1 jari, sekarang 2 jari Dato Borhan dimasukkan untuk menjolok-jolok lubang anusku.

    Dato Borhan menarik kedua jarinya. Tapi aku bukannya lega, tapi semakin takut. Kulihat lagi ke belakang, Dato Borhan kembali mendekatkan kepala penisnya di bibir anusku. Dia mulai memaksanya untuk masuk. Sementara aku menggigit bibirku sendiri, menahan rasa sakit yang mulai kurasakan.

    “Aaarrkkk Datoooo, sakiiiiittt…”

    Kepala penis itu sudah masuk, dan sakitnya luar biasa. Kembali aku mencoba meronta, tapi tubuhku dipegangi dengan sangat kuat, terlalu kuat.

    Blesss…

    “Aaaaaaaarrrrkkkkkhhhh…”

    Aku menjerit sekeras-kerasnya saat tiba-tiba Dato Borhan menghentak penisnya di lubang anusku yang sempit dan kering. Pinggangnya sampai menyentuh bongkahan pungung ku, Ertinya penisnya masuk semuanya. Ini benar-benar sakit, lebih sakit daripada saat lubang itu dirobek oleh En Jamal.

    Kedua lelaki biadab itu masih diam tak bergerak. Mereka seperti sedang menikmati kemutan kedua lubangku. Dato Borhan pastinya menikmati betapa sempitnya lubang anusku. Sedangkan En Jamal juga merasakan lubang vaginaku semakin menyempit kerana aku yang kesakitan.

    Aku sendiri, merasakan tubuhku terbelah. Entah melecet atau seperti apa di dalam, tapi yang pasti ini sakit sekali. Pandanganku menjadi samar. Ingin rasanya aku pengsan sahaja, agar tak lagi merasakan sakit ini.

    Setelah beberapa saat, mungkin hampir semenit lamanya terdiam, Dato Borhan mulai bergerak maju mundur. Liang anusku yang masih kering itu membuatku kembali merasakan sakit yang teramat. Tapi sebelum aku sempat berteriak lagi, En Jamal sudah langsung menyambar bibirku. Dia menciumiku dengan buas. Akupun membalasnya tak kalah buas. Sekali lagi, bukan aku ingin melayani atau memuaskannya, hanya sebagai pelampiasan dari rasa sakitku.

    En Jamal sendiri kemudian mulai bergerak dari bawah, tapi dia bergerak lebih pelan daripada Dato Borhan. Kedua tangan En Jamal juga mulai meramas payudaraku dengan lembut, sambil terus menciumi bibirku. Lidah kami bertemu, saling mengait satu sama lain. Sedangkan Dato Borhan yang terus bergerak memperkosa liang anusku, tangannya mulai meramas bontoyku yang montok. Tidak lagi dia menamparnya, hanya meramas sahaja.

    Cukup lama kami dalam posisi ini. Meskipun sudah agak berkurang, tapi tetap saja masih terasa sakit di lubang anusku. Aku sudah tak mencium En Jamal lagi. Aku merebahkan kepalaku di samping kepalanya. Bibirku terus mengeluarkan rintihan, yang mungkin bagi En Jamal malah terdengar sebagai alunan yang indah.

    Sampai akhirnya aku merasakan gerakan Dato Borhan dan En Jamal mulai semakin cepat. Keduanya juga mulai melenguh, tanda begitu menikmati kedua lubangku itu. Aku sendiri masih terus merintih dari tadi. Campuran antara kenikmatan yang diberikan En Jamal di lubang vaginaku, dan rasa sakit yang masih terasa di lubang anusku.

    Aku tahu mereka sudah akan orgasme, dan aku tahu mereka tak akan mencabut penisnya dari kedua lubangku. Akupun membantu mereka dengan menggerakkan otot-otot di dinding kedua lubangku itu untuk meremas penis mereka. Aku ingin semua ini cepat selesai, agar segera selesai juga rasa sakitku.

    “Aaahh gilaa, aku tak tahan lagi, lubang perempuan ini sedapppp…”

    “Aku juga Dato, pantatnya masih ketat, aku tak tahan…”

    Kudengar keduanya mulai meracau. Aku sendiri, jujur aku juga sudah mulai dekat dengan orgasmeku. Titik-titik tertentu di dalam vaginaku berkali-kali tersentuh oleh penis En Jamal, dan itu membuat pertahananku rasanya tak sanggup bertahan lebih lama lagi. Meskipun anusku masih terasa sakit, tapi aku juga merasakan nikmatnya.

    Gerakan mereka berdua semakin cepat dan cenderung kasar. Aku semakin mengencangkan otot di kedua lubangku, meskipun akibatnya kembali aku harus menerima rasa sakit di anusku. En Jamal kemudian meremas kedua buah dadaku dengan kasar, begitu juga dengan Dato Borhan di kedua bongkahan pungungku.

    “Aku keluaaaaaaarrrr… Aaaaahhhhh…”

    “Aaaaaahhhhhh…”

    Desahan dan rintihan kami bertiga terdengar bersamaan. Bersama dengan itu aku merasakan kedua lubangku disiram oleh cairan hangat mereka. Aku sendiri tak mampu bertahan, akupun orgasme bersama dengan kedua pemerkosaku itu.

    Entah berapa banyak cairan sperma yang masuk ke dalam rahim dan anusku, yang kurasakan hanya hangat saja di dalam sana. Tubuhku yang sempat menegang beberapa kali, langsung tumbang menimpa tubuh En Jamal.

    Nafas kami bertiga tehengah-hengah, terutama aku, yang ditutuh oleh kedua lelaki ini. Mereka juga tak mencabut penisnya terus, masih mendiamkan dulu untuk beberapa saat. Baru kemudian Dato Borhan menarik lepas penisnya, disusul En Jamal tak lama kemudian. Aku merasakan kedua lubangku terbuka lebar, dan cairan sperma mereka cukup banyak mengalir keluar.

    En Jamal mengangkat tubuhku dan menidurkan di sampingnya. Penampilanku sudah entah seperti apa, aku sudah tak peduli lagi. Aku hanya memejamkan mataku, dan air mataku juga masih mengalir membasahi pipiku. Tubuhku rasanya remuk, lemas, hingga aku tak sanggup bergerak lagi.

    Tapi itu hanya awal dari penderitaanku hari itu. Setelah membiarkanku beristirahat selama beberapa minit, mereka kemudian mengunakan tubuhku lagi habis-habisan. Kadang bergantian, kadang aku dipakai depan belakang, hingga rasanya aku sudah mau pengsan saja. Mereka memancutkan spermanya ke sekujur tubuhku, hingga tudungku yang belum dilepas ikut basah juga oleh sperma mereka.

    “Sudaaah, Hanum udah nggak sanggup lagii..”

    Aku hanya bisa merintih saat kulihat Dato Borhan kembali menjamah tubuhku. Entah bagaimana lelaki ini masih begitu kuat. Kulihat penisnya juga sudah tegang lagi. Padahal dia sudah berkali-kali menyetubuhiku hari ini. Aku sempat melirik jam, sudah jam hampir 2 petang, ertinya sudah lebih dari 4 jam aku berada disini dan diperkosa oleh mereka. Aku hanya pasrah saat penis Dato Borhan dengan mudahnya memasuki lubang vaginaku. Aku sudah tak punya tenaga lagi untuk melawannya. Aku biarkan saja dia berbuat apapun pada tubuhku. Saat itu samar-samar ku dengan loceng rumah ini berbunyi. Aku menoleh, kulihat En Jamal dengan santainya, masih dalam keadaan telanjang bulat berjalan ke depan untuk membukakan pintu.

    “Afternoon tuan,” kudengar suara seorang perempuan. Kalau aku tidak salah, itu adalah suara Azura. Kenapa Azura kesini? Disuruh En Jamal?

    Dan ternyata benar, tak lama kemudian kulihat Azura berjalan kemari ditarik tangannya oleh En Jamal. Dia begitu terkejut melihatku, begitu juga aku. Barulah ku tahu rupanya Zura juga sudah terperangkap dengan helah En Jamal.

    “En Jamal, ini apa?” tanya Azura.

    En Jamal tak menjawabnya, tapi langsung memeluk tubuh Azura. Kulihat tak ada perlawanan dari Azura. Kerana mungkin dia sama sepertiku, sudah menjadi hamba seks En Jamal. Azura hanya diam saja ketika dia ditelanjangi. Baju kurungnya satu persatu lepas dari tubuhnya, begitu juga dengan pakaian dalamnya. Dia sekarang sama sepertiku, hanya menyisakan tudung di kepalanya saja. Walaupun Zura lebih kurus dari ku, ukuran dada dan bontotnya tidak kalah dengan ku menghasikan posture tubuh yang lebih sexy.

    Tanpa banyak bicara, En Jamal menyeret Azura dan dibaringkan di sampingku. Zura sempat menatapku dengan tatapan pasrah, begitu juga denganku. Sepertinya En Jamal tidak ingin menungu lama, tidak ingin pemanasan dulu dengan Azura, terus dihenjutnya sekuat hati penisnya kedalam vagina azura.

    “Aaahh encikkkk… masih keriiing…” Kudengar Azura menjerit dan tubuhnya mengejang.

    “Ah diam kamu..” En Jamal langsung saja menghentak-hentakkan penisnya di vagina Azura.

    Tubuhnya melonjak-lonjak membuat kedua buah dadanya bergerak naik turun. Dato Borhan rupanya tak mau kalah, dia yang tadinya menyetubuhiku dengan lembut, tiba-tiba berubah kasar. Azura masih terus merintih dan menjerit, tapi tak melakukan perlawanan. Sedangkan aku, bahkan untuk merintih saja sudah terlalu lemas, sudah tidak ada tenaga lagi.

    Beberapa menit disetubuhi seperti itu, kurasakan Dato Borhan menarik lepas penisnya. Aku membuka mataku, melihat apa yang dia lakukan. Ternyata dia bertukar dengan En Jamal. Dia ganti menyetubuhi Azura, sedangkan En Jamal menyetubuhiku.

    “Halo Azura sayang, udah lama tak jolok pantat mu, haha.” Aku terkejut mendengar ucapan Dato Borhan. Bererti ini bukan pertama kalinya dia menyetubuhi Azura?

    Kedua lelaki itu terus menerus menyetubuhi kami. Mereka beberapa kali bergantian. Azurapun kulihat beberapa kali vaginanya disembur oleh sperma En Jamal dan Dato Borhan, sama sepertiku.

    Jam sudah menunjukan 5 petang, aku sudah benar-benar lemas, sama sekali tak ada tenaga lagi, dibiarkan terbaring begitu saja. Sekarang ini Dato Borhan dan En Jamal sedang menyetubuhi Azura depan belakang. En Jamal berada di bawah dengan penisnya di vagina Azura, sedangkan Dato Borhan di atas dengan penisnya di anus Azura.

    Kulihat Azura terus menerus merintih dan mendesah, tapi sepertinya dia tidak terlalu kesakitan seperti aku tadi. Mungkin kerana dia pernah merasakan yang seperti itu, berbeza dengan aku yang baru tadi pagi dihenjut depan belakang seperti itu.

    Beberapa minit lamanya mereka dalam posisi itu, sampai akhirnya badan En Jamal dan Dato Borhan mengejang, diikuti tak lama kemudian oleh Azura. Ketiganya orgasme. Setelah itu mereka tampak beristirehat. Aku benar-benar berharap, acara gila ini selesai sampai disini. Sudah petang, aku ingin segera pulang. Meskipun aku tahu Ridhwan pulang lewat, tapi aku ingin segera pergi dari rumah terkutuk ini. Dan untungnya, harapanku ini terkabul.

    “Zura, kamu hantar Hanum pulang boleh?” Tanya En jamal

    “Iya encik, boleh” jawap Azura, meskipun nafasnya masih lelah.

    “baikla, pakai pakaianmu semula, bantu Hanum juga dan terus hantar dia pulang.” Arah En Jamal

    “Baik Encik” jawab Zura.

    Azura terlihat begitu menurut pada En Jamal. Dia segera memakai pakaiannya, tanpa membersihkan dulu bekas sperma di tubuhnya. Setelah itu dia membantuku yang masih lemas untuk berpakaian. Dia juga tak membersihkan kesan-kesan yang menempel di tubuhku. Setelah aku selesai dipakaikan pakaian, Azura kemudian memapahku keluar rumah. Ternyata hari ini Zura membawa kereta, entah kereta siapa, kerana setahuku Azura tak memiliki kereta. Tapi aku tak ambil kesah, yang penting aku mahu segera sampai rumah.

    Sepanjang perjalanan kami sama sekali tak ada yang disembangkan. Aku masih terlalu penat. Tak lama kemudian, aku sudah sampai di rumah. Azura kembali membantuku turun dari kereta dan memapahku masuk ke dalam rumah.

    “Mau mandi sekali Num?” Tanya Zura

    Aku hanya mengangguk. Azura hanya tersenyum, lalu membawaku ke bilik mandi. Disana dia menelanjangiku, dan menelanjangi dirinya sendiri. Kami mandi bersama. Bukan, lebih tepatnya, dia memandikanku sambil dia juga mandi sendiri. Agak aneh juga rasanya. Aku hanya pernah mandi berdua dengan Ridhwan saja, dan sekarang dengan orang lain, tapi sama-sama wanita. Setelah mandi, Azura membawaku ke bilik. Dia mengambilkan pakaianku dan memakaikannya.

    “Num, aku pinjem baju kamu ya? Aku tak bawak baju ganti.”

    “Iya Zura, silakan. Tapi mungkin longar buat kamu.”

    Selesai Azura berpakaian, dia duduk di sampingku yang terbaring di ranjang.

    “Kamu mau makan? Aku belikan makanan ya?”

    Aku hanya mengangguk. Azura kemudian keluar dari bilik, entah apa yang dia lakukan. Agak lama dia berada di luar, kemudian masuk lagi. Dia membawaku ke meja makan, ternyata sudah tersedia makanan di sana. Kalau kulihat itu adalah menu makanan dari warung yang tak jauh dari rumahku.

    Setelah selesai makan, dia mengemas pingan mangkuk pula. Sebenarnya sudah kularang, tapi dia berdegil, jadi aku biarkan saja. Setelah itu kamu duduk di ruang tamu. Setelah makan ini aku merasa sudah kembali bertenaga, tak lemas seperti sebelumnya.

    “Zura..”

    “Iya, kenapa Num?”

    “Hmm, kamu tadi, kenapa kamu ke rumah En Jamal?”

    Dia tak menjawab, tapi mengambil handphonenya, tak lama kemudian memberikannya kepadaku. Kulihat disitu ada chat dari En Jamal kepadanya.

    ‘Zura, kamu cepat ke rumahku sekarang. Si Hanum sudah larat tu. Aku dengan Dato ini.’

    Begitu isi pesannya.

    “Kamu sudah biasa Zura?”

    “Iya Num. Yang aku tahu, En Jamal sama Dato Borhan itu suka bertukar wanita. Kalau dulu, aku dibawa En Jamal ke rumahnya Dato Borhan diluar kota. Disana aku juga dihenjut habis-habisan oleh mereka, seperti kamu tadi. Bezanya waktu itu, ada perempuan Dato Borhan juga.”

    “Ooh begitu.. Hmm, tapi, sampai bila ya kita jadi hamba mereka Zura? Aku takut, mereka bakal hal yang lebih gila dari ini.”

    “Entahlah Num. Tapi aku juga berharap kita lepas dari mereka berdua suatu hari nanti.”

    “Aminnn.”

    “Ok la Num. Kamu rehat sahaja, kamu pasti masih penat. Aku mau pulang dulu. Oh iya, baju kotor kita tadi sudah kurendam, nanti cucikan sekali ya?”

    “Iya, nanti aku cucikan. Terimaa kasih ya Zura.”

    Setelah Azura pulang, akupun menuju ke bilik ku. Jam sudahpun 9 malam Ridhwan masih belum pulang. Aku ingin berehat sahaja, aku benar-benar lelah hari ini. Maafkan aku Ridhwan, tidak menyambutmu pulang malam ini, maafkan juga tidak masak makan malam buat kamu, semoga kamu sudah makan di pejabat. Dan maafkan aku juga, kerana hari ini aku kembali harus dipaksa melayani orang lain, dan aku tidak akan menceritakan ini semua kepada kamu. Maaf.

    bersambung..

    25madam52

    Ilustrasi Azura

    Ilustrasi hanum diperkosa

    Ilustrasi zura disetubuhi

    junaizie80

    Part 3 sambungan

    stimbiji

    Leh than dia ni

    teddymia

    Simpan dulu. Nnt baca

    marianajuan6

    Main dengan pelanggan urut

    Kerana Nafsu ( kisah benar )

    Terdetik di hati untuk berkongsi kisah hidup ku…

    Namaku izan..aku dibesarkan dalam keluarga yang sederhana di sebuah kampung kecil di negeri pahang..

    aku merupakan anak bongsu dalam 8 orang adik beradik..

    Kesemua kakak dan abangku sudah mendirikan rumah tangga..

    Hanya aku yang masih belum bertemu jodoh…

    2014,kini genap usiaku 31 tahun..

    Aku bekerja di sebuah sekolah sebagai pembantu am..kini,hampir 12 tahun aku menjadi penjawat awam..

    Ibuku pula seorang bidan kampung yg kini hanya mengambil upah mengurut..matanya yang kurang nampak serta kakinya yang mengalami masalah gout..membuatkan die sukar untuk kemana-mana..

    Pengalamanku tentang seks bermula ketika usiaku 24 tahun..ketika aku memulakan cintaku yang pertama..namun, bukan itu yang ingin aku kongsikan kepada pembaca..tetapi kisah hidupku yang kulalui kini..

    Aku seorang wanita yg mungkin boleh dikatakan sebagai andartu..kerana usiaku yang telah menjangkau 31 tahun..fizikalku boleh tahan jugak la..dengan ketinggian mencapai 163cm..berkulit cerah..dan mempunyai bentuk badan yang menarik..

    Dengan figure 34,28,32 aku suka mengenakan baju kebaya mahupun kurung moden untuk menutup tubuhku bila menjalankan tugas..maklumlah,baju jenis ni boleh menampakkan bentuk tubuh..dan menghangatkan lagi batang lelaki yang sentiasa dahagakan seks..

    Kisah yang ingin aku kongsikan kepada pembaca adalah kisah aku memulakan semula kerja -kerja maksiat yang sudah 7 tahun aku tinggalkan ketika aku bersama xboy dulu..kini,aku memulakan semula kerana kesilapan yang aku sendiri tak sedar..

    Aku bekerja di sebuah sekolah di pekan Raub..perjalananku setiap hari mengambil masa lebih kurang 30 minit dari rumah ke tempat kerja..jarak antara rumahku dengan jiran-jiran yang lain memang jauh..biasalah rumah kampung.paling dekat pun,500 meter..kalau ada masalah,memang kena jerit kuat-kuat la..hehe

    Setiap pagi aku akan bangun awal..kerana waktu kerjaku bermula pada 7.30 pagi dan berakhir pada 4.30 petang..faham-faham la bila rumah jauh dari orang lain..ada la mata-mata jalang yang melilau tak kire masa n keadaan…

    Kebiasaan bagiku,memang selalu mandi bogel..tak kire la siang,malam atau ada tetamu di rumah..bagiku kepuasan bila mandi..bila pulang dari kerja pula,aku suka mandi pada larut malam..rasanya lebih nyaman..

    Dengan berdindingkan papan kayu yang telah reput,dan cahaya lampu kalimantang yang cerah..aku terus mandi seawal 6.30 pagi…aku menanggalkan tshirt dan batik tanoa bra dan panties.itu pakaian kegemaranku yang ku pakai ketika tidur..memang itulah pakaian yang aku pakai setiap hari ketika di rumah..tak kire siang atau malam..ada tetamu atau tak..

    Dengan aliran air paip yang kecil memenuhi kolah air,aku terus membasahkan tubuhku..di luar,terdengar langkah kaki yang terpijak ranting kayu..namun aku biarkan kerana aku tahu..memang setiap pagi dan petang tubuhku yang bogel akan menjadi santapan mata-mata jalang..buktinya,bila pulang dari kerja..aku akan meronda sekeliling rumah..dan apa yang dapat aku lihat,kesan tapak kaki dan rumput yang tumbang akibat dipijak,serta kesan pancutan air mani pada dinding..

    Kembali pada ceritaku tadi…

    Aku akan memusingkan badan ke arah lubang yang menjadi tempat pada mata-mata jalang melihat susuk tubuhku ketika mandi..untuk memuaskan lagi hati mata-mata tersebut..aku akan menggosok badanku dengan sabun…lebih2 lagi di bahagian payudara dan kangkangku ke arah lubang dinding yang ternganga..begitu la rutin ku setiap hari bagi memuaskan pihak yang tertentu…

    Ku teruskan dengan hari bermulanya aktiviti seksku kembali aktif..

    Kisahnya bermula ketika aku pulang dari kerja..kulihat dihadapan rumah ada sebuah kereta honda..mungkin orang datang berurut..bisik hati kecilku…aku terus meletakkan kenderaanku di parkir yang telah ku bina khas untuk kereta kesayangan ku…Setelah selesai,aku pun turun dan terus menjalankan aktiviti harianku iaitu mengelilingi rumah bagi mengesan ape yang berlaku pagi td.jelas skali ada kesan tompokan baru air mani di dinding rumah dan kesan tapak kaki baru serta lubang dinding yang makin besar..aku tinggalkan..mungkin kemudahan mereka untuk malam ni..aku hanya tersenyum…

    aku melangkah menuju ke pintu rumah…ku jenguk ke dalam rumah..betul…ada seorang lelaki hanya berkain pelikat sedang diurut oleh ibuku..Aku memberi salam dan terus melangkah..

    Dengan kebaya biru muda yang agak sendat..kolar leher yang agak luas bila tudung ditanggal dan sangat jarang yang boleh menampak kan bentuk tubuhku.. kuhayun langkah menaiki anak tangga.. Sambil tu sempat jugak aku menjeling ke arah lelaki tadi..

    “ boleh tahan…”

    Handsome jugak…

    Kakiku ku atur menuju ke bilik tidur…

    Biasalah…selalu bila pulang dari kerja aku terus menuju ke bilik tidur untuk menukar ape yang patut..cuma hari tu,aku hanya menanggalkan tudung..dan kebaya sendat masih lagi menutupi tubuhku..niat di hati untuk dihidangkan pada lelaki tadi walaupun di sebalik kebaya yang jarang..padaku,imaginasi lelaki sangat tinggi..walaupun berpurdah,mata mereka boleh menembusi pakaian tersebut..

    Setelah selesai,aku pun keluar dan menuju ke dapur…perut lapar,kena la cari makan…biasanya,hanya 3 in 1 yg akan jadi sasaran..

    Di ruangan atas,aku terdengar ibuku memanggil..dengan langkah yang penat,aku pergi ke arahnya..

    Die menyuruh aku menjamu tetamu dengan air kopi..ibu mengenalkan aku pada lelaki td..namanya lan..

    Tanpa bantahan,aku pun turun dan membuat air kopi…sesudah ku rase ianya ok,aku pun hantar air tersebut ke atas..

    Dengan niat yang telahku pasang sejak awal tadi,aku naik ke atas..butang baju di bahagian tengah dada,ku buka…kerana butang tu la yang akan menampakkan alur payudaraku…dalam hati,nak je aku tanggal bra dan biarkan baju shaja yang mnutupi..tapi aku takut kalau2 ibuku perasan..masak dibuatnya..dengan kolar baju terbuka luas…aku menundukkan diri untuk meletakkan hidangan tersebut di hadapan lan..apa lagi,bulat mata lan memandang tepat ke arah lurah buah dadaku yang mengkal ni walaupun sudah ramai lelaki yg telah menikmatinya..

    Dengan senyum,aku bangun dan menutup buah dadaku dengan talam..sempat juga aku memberi senyuman kepada lan..dan lan hanya mampu membalas senyumku…

    Aku turun ke dapur meninggalkan lan bersama ibuku..Dalam sedar dan tak..aku terlelap di atas sofa di dapur..Hampir 5 minit,aku tersedar dari lelap..dengan perlahan,aku mengintai ke atas…tiba2,langkahku mati..mata ku terbeliak..ape tak nya…aku melihat ibuku sedang mengurut kemaluan lan..nasib baik ibuku tak perasaan,sb die mmbelakangkn aku..cuma lan yg betul-betul mngadap aku…segan tak segan..aku hanya mengukir senyum..begitu jugak lan…

    Dengan perasaan yg lain macam..aku duduk smula di sofa…

    Terbayang2 kemaluan lan yang besar dan pnjang…

    Naluri perempuan terus menyelubungi perasaan aku..aku jd serba x kena..tnganku mula menggosok segi tiga emas milikku sendri..

    Plahan2 aku gosok…butang baju kbya yg td nya sudah terbuka,ku buka lagi sehingga kesemuanya terlucut…aku memasukkan tgnku…dan mula memainkan puting kecil sebesar hujung jari kelingking yg mlekat pada buah dada ku…

    Ku gentel2 sambil ku pejamkan mta…sungguh nikmat ku rase..asyik!!!!

    Dalam x sdar…tgan ku kini memasuki ke dalam kain kbya yg aku pkai td..kini kaki ku trkangkang…jari jmari mula mnyorong tarik ke dalam lubang nkmat milikku sdri…aku resah…keresahan yang tak dapat aku kawal lagi membuatkan aku ingin melakukan sesuatu…

    Aku bngun…jam menunjukkan jam 5.30 ptg..sluar dlm yg aku pkai ku lucutkan..aku bjalan menuju blik air..dengan perasaan segan,aku terpaksa melalui di hadapan lan walaupun die jauh di bahagian atas rumah..lan hanya tersenyum..dan aku terus memegang baju ku agar tak terbuka di hadapanya..takut juga rasanya..maklumlah dah 7 tahun aku tak melakukan aktiviti seperti ini..

    aku masuk ke dalam bilik air..pintu ku rapatkan sedikit..ku tanggal bajuku..dan bra yg menutupi buah dada ku,aku tanggal..baju kbya ku sarung smula…kini,hanya baju sahaja yang menutupi bahagian atas tubuhku seperti anganku awal tadi..dengan keadaan yang jarang serta sendat..terlihatlah dua buah gunung mekar dan segar terselindung di sebalik baju tersebut…maka..timbullah puting di sblik baju kbaya biru yg aku pakai..memang jelas sekali…ini mungkin menyebabkan setiap batang lelaki yang melihatnya akan tegak brdiri seperti tiang bendera..serta boleh memuntahkan larva seperti lelaki-lelaki yang pernah aku knal..semuanya memuntahkan cecair pekat pd bahagian dadaku..kadang,habis basah baju kerjaku..tapi apa kan daya…terima je lah…

    Pintu bilik air ku buka…Aku keluar dan duduk smula di sofa…

    Seperti td,aku mbuka butang baju kbya tersebut…plahan2 aku gentel putingku…mata ku terpejam…

    Tiba2….

    “ sdap gentel sdri..??? ”

    Aku bingkas bngun…rupenya,lan telah brada di sebelahku smbil kmaluanya tercacak disbalik kain pelikat yang die pakai…lan tersenyum memandang ke arahku…Dengan keadaan  yg sgt malu dan gelabah,aku terus menundukan muka dan mngancing smula baju kbaya yg ku pkai..aku mengangkat lututku dan memeluk kedada..aku terdiam seribu bahasa sebelum bersuara semula dan bertanyakan tentang ibuku pada lan..

    “Mana mak..?”

    “Ada kat atas..td die kata nak baring..pnat sgt kot…?”

    “Lan nak kemane..?”

    “ nak ke toilet…tak tahan sangat dah..”

    “Tak tahan…??”

     Aku tersentap dan hanya mampu tersenyum…aku menunjukkan toilet kepadanya…belum sempat lan melangkah..aku bersuara kembali…

    “ lame dah tengok…?”

    “ lame jugak…cantik yer…? Geram nak pegang…”

    “Kenape tak kejutkan izan…?”

    “Benda free…xkan nak kejotkan awal2 kot..?”

    Lan tergelak kecil..

    Kepala ku mula tersentap mendengar ayat yang keluar dari mulut lan…lan meneruskan langkahnya…aku tersenyum dan trus menyambung posisi ku tadi..cume aktivitinya taklah ku jalankan..perasaan segan masih lagi menyelubungi diri…namun,belum smpat sofa yang ku duduk pnas smula..lan datang menghampiri sekali lagi..

    Aku tnye lan…

    “ kenapa…?”

    “ nak mintak tolong sikit boleh tak..?”

    “ tolong ape…?”

    sambil menjawab sambil tu jugak lah anak mataku memandang pada batang lan yang tersembunyi di sebalik kain pelikat yang die pakai..

    Tibe-tibe lan bersuara…

    “ Boleh tolong kluarkan tak..?”

    Aku tnye blik..

    “kluarakan ape..?”

    Dengan slamber lan melepaskan kain pelikat yang die pakai di dpn mataku…Aku tgamam…

    Ape tak nye…batang besar,panjang n bminyak tengah sapa aku…seolah2 sedar akan keinginan yg aku inginkan…aku jadi gelabah…takut kalau ibuku turun…teruja melihat batang sepanjang 8 inci dan ukur lilit 3 inci setengah…tangan ku sedikit menggeletar..dan nafasku mula tak menentu..

    dengan nada yang terketar2..aku tanye lan..

    “nak kluarkan macam mane..??”

    Lan tersenyum sambil menjawab..

    “ikut suke aku izan la…janji die  kluar..boleh…?”

    Gabra ku makin bertambah

    Tangan ku mule ketar dengan kuat..

    Nafasku juga semakin tak menentu…lan bersuara semula..

    “Cepat la…”

    “ errr…izan takut…”

    “ xda ape..mak dah tido tu..”

    Lan cube meyakinkan aku…

    Dengan jantung yang bersebar seolah ingin pecah..Aku menyuruh lan menghampiri ku..kini batang lan betul2 same paras dengan mulut aku…dalam keadaan yang amat takut…aku memegang batang lan dengan tangan yang terketar..

    besar dan padat dalam genggamanku…aku mengukir senyuman…dengan perasaan yang begitu teruja…aku membuka mulut…aku mengeluarkan lidahku..perlahan2 kepala takuk milik lan ku jilat…aku memainkan lidah ku di hujung lubang kencingnya…lan tersentap dengan caraku…nmpak kesemua jari kaki lan terangkat ke atas…lan memuji kehebatan aku ketika aku menikmati batang kemaluannya..hati kecil ku terus berkata…

    “Ni bukan batang pertama yang dah aku rasa…dah banyak air mani aku telan…sebab 2 fizikal ku x ubah seperti anak dara sunti walaupun telah berusia 31 tahun…”

    Aku meneruskan aktiviti ku…hampir sluruh batang lan aku telan…sampai tercungap2 lan aku kerja kan…tangan lan mula memegang kepala ku..aku hanya megikut rentak ayakan tangan nya..mane tak nya..makin lame makin laju tngan lan menarik kepalaku…Lame jugak aku mengerjkan batang lan sampai aku sdiri tak sedar bila aku buka butang baju kebaya ku sendiri…bila dah terbuka,bergegar la buah dada ku ketika aksi sorong tarik di mulut atas ku berjalan…

    aku hentikan hsapan..dengan buah dada trdedah,.dengan kain kebaya ku yang nmpak basah di bahagian kangkang…aku bngun untuk mlihat ibu ku di bahagian atas rumah…dengan perlahan,aku mlangkah ke arah tangga…aku melihat ibuku sedang baring…betul kata lan…tapi,memang itupun keadaan ibu ku..die akan baring setelah selesai mgurut orang..dan die akan terlelap dan tak akan bangun klau aku tak kejutkan sampai pagi esok…

    untuk memastikan yang ibu ku benar2 tido…aku memnggil ibuku…panggilan kubtak bersahut…dah lena la 2 sb pnat sgt meggosok lan dari pukul 4 lagi…dengan cepat,aku berpaling ke arah lan…aku lihat lan sedang menghayun tangan nya pada batang yang aku kerjakan tadi smbil matanya terpejam menikmati lancapannya di atas sofa…aku menghampiri lan…aku duduk di sebelah lan…aku pgang tgan lan yang sedang menghayun tangan nya…aku mengambil alih kerja lan…

    Aku tunduk dak terus membenamkan btang la ke dalam mulut ku..tangan lan mula merayap di bahagian belakang ku..lan mula menundukkan kepalanya dan mencium aroma seorang wanita si bhagian blakang ku..lan bangun dan memegang kepla ku..lan agkat…dengan tak semena2…bibir lan singgah di bibirku..kami saling berkucupan…lidah ku di sedut oleh lan sdalam2 nya.tersa mcm nak ptus…. 

    Lan bangun…dan terus mlutut btol2 kat clah kangkang ku..yg memisahkan aku ngan lan cume kain kebaya ku yang sendat..bhagian atas aku dah terdedah…aku hnya tersandar di atas sofa…kbaya yg terbuka,terus menampakkan buahdada ku yang segar..perasaan malu telah hilang..yang ada sekarang perasaan yg inginkan kepuasan…aku hanya membiarkan  lan menatap buah  dada ku…plahan2 tngan lan mnghpiri buah dada ku..tangan nya mula mngusap kdua2 buah dada ku..sesekali lan meramas lembut…aku mndengus…

    lan memegang pinggangku…dan terus menarik pinggang ku menghampiri nya…aku hanya mengikut kehendak lan….lan mula mencium hruman yg ada pada dada aku..memg la wangi…wangian yang bercampur dengan peluh seorng wanita akan mengeluarkan satu haruman yang boleh menaikkan rasa ghairah pada seorang lelaki..Kini bibir lan mula singgah pada gunung pejal milikku…lan mula mnyusu dengan rakus skali…buah dada ku dihisap silih berganti…kebaya yg terbuka td,aku bka shabis boleh..cume lengan je aku xtanggal kan…badan ku mula melentik…kepala lan ku tarik seolah2 meminta agar lan memasukkan seluruh buahdada ku ke dalam mulutnya…

    Setelah puas menikmatinya…lan menyuruh aku bersandar kembali…aku hanya menurut…lan menyingkap kain kebaya ku hingga ke paras pinggang…ape lagi,tersembul la segi tiga emas aku di hadapan mata lan…tanpa membuang masa,lan terus menyembamkan muka nya di kemaluan ku…aku menggeletar…aku menarik kain kebaya ku sehingga aku boleh mengangkang kan kaki ku sleluas mungkin agar mudah untuk lan menghirup air nikmat yang keluar dari lubang faraj ku…biji kelntiku di jilat oleh lan..kadang2 lan menggigit manja…terangkat2 punggung ku seolah2 ingin Memasukkan keseluruhan segi tiga emas aku ke dalam mulut lan…

    Aku mnolak kepala lan..isyarat supaya lan memberhentikan tindakan nya…dengan keadaan yg sama seperti tadi…aku bangun untuk melihat ibu ku…nyata die sudah nyenyak smbil berkeruh…aku menghampiri lan…aku tarik tngan la…belum sempat aku berkata ape,lan merangkul tubuh ku…setiap ruang pd tubuhku lan cium smahu nya…kemudian lan menanggalkan baju ku…kini tiada ape lagi yang menutupi dada ku…ianya terbuka luas…tanpa membuang masa,lan trus mmbaham buahdada ku smbil berdiri…aku tidak membiarkan lan melakukan seorang dri..

    Tangan ku mula liar mencari snjata lan…bila dapat shja..aku terus mgosok batang lan dengan kasar…lan menghentikan hisapan…dan mula mencium leher ku..aku membiarkan saja..kadang terasa lan menggigit kecil…dengan kain kebaya yg sndat,aku mlutut di hadapan lan…kali ni aku hisap batang lan semahu mungkin..lebih kurang 15 minit aku kerja kan btang la…lan sudah mula bertindak agresif…aku tau,lan dah nak smpai…mulutku x lpas dr batang lan…tiba2,lan mendengus…pergerakan nya terhenti..lan kejang…terketar2 bdn lan menahan orgasme nyer sdri…dalam masa yang same,tekak ku terus menerima air mani lan yang memancut2….tak sedikit pun yang tinggal…lan memegang kepala ku dan aku mendongak…terpncar kepuasan di raut wajah lan…aku bangun…aku memegang tangan lan dan memimpin nya menuju ke bilik ku…dengan bahagian atas terdedah tanpa seurat benang..aku bawa lan masuk ke dalam bilik..lan hanya mengekori ku dalam keadaan bogel…smpai di bilik,aku mengunci pintu…aku membuka kain kebaya yang ku pakai..belum pun sempat kain itu terlucut,lan memegangnya..katanya,die ingin menikmati tubuh ku ketika aku berkebaya lengkap..aku akur dengan permintaan lan..ku ambil smula bju yg ku tinggal kan di bawah..aku mengenakan semula…lan myuruh aku baring diatas tilam…dengan keadaan yang agak sukar untuk bergrak akibat kebaya yg ketat…aku hanya mengkakukan dri..lan mula naik ke atas tubuh munggil ku…habis satu badan dicium nya…aku hanya mpu ternganga…kain ku di singkap oleh lah..,skali lg lan mnyembamkan muka nya pd kmaluanku…aku hnya mpu mluaskan kangkangan ku…lan bngun dan terus mncium ku..di bisik kan ke telinga ku…lan meminta kbenaran untuk mnyetubuhi ku…dengan rela…aku memejamkan mata…

    Terasa kapala zakar lan mula bertemu lubang faraj ku…aku mendengus….plahan2 lan memasukakn btg nya ke dlam lubang nikmat ku…kerana air nikmat yang telah bnyak keluar dari faraj ku..batng lan dengan mudah menmbusi masuk ke dalam faraj ku..lan membenamkan batang nya di dlam faraj ku buat sketika…aku mngemut btg lan tanda aku boleh menerima khadiran nya…lan mula mnyorong tarik…maklum lah hampir 7 tahun aku tidak menikmati seks,kini lan hadir untuk mmbanjiri tanah yang sekian lama gersang ini…hampir sejam lan menikmati tubuh badan ku..bermcam2 skil lan ingin aku lakukan dengan memakai kebaya..aku hanya menurut…aku suka bla lan memeluk ku erat sambil die menghenjut lubang nikmat ku…lagi2 bla aku berada di atas nya..seperti pasangan pengantin di mlm pertama..aku benar2 menyerahkan sgala2 nya…untuk kali terakhir nya..lan membaringkan aku…die mula menghayun…lbih kurang 10 minit,keadaan lan btambah rakus..aku tau,lan dah nak smpai..begitu jga aku…aku mnerima tujahan2 hebat dr lan…tersa senak hingga ke pngkal rahim..lan membisikkan bahwa layar nya akan berlabuh…aku hanya mengngguk…pd mula nya lan ingin pancut di atas baju kbaya ku..namun aku mlarang…aku sudah lame tak menerima pancutan ke dalam rahim..jd,aku menyatakan hasratku..lan mengiyakan…kini lan mula melajukan kayuhan…aku tau lan bnar2 nak sampai…aku mngangkat kaki ku dan terus mngepit pinggang lan…smbil tngan ku metangkul lher lan…lan terus memeluk tubuh ku..tidak lame kmudian…lan mngejang…berdas2 pancutan mani nya memenuhi ruang rahim ku..begitu juga aku…aku tak tahu kali ke brapa aku dah klimaks…lan terdampar di atas tubuh badan ku…peluh lan dan peluh ku kini bercmpur…

    aku memerhatikan jam di dinding..tepat jam 8.30 mlm…bermakna,lame jgak lah aku berama dengan lan…aku menolak lan ke tepi…lan terlena…aku terus mnyusun langkah ke bilik air..dengan baju yang basah lencun dengan air peluh..aku tersandar di pintu blik air tanda keletihan…butang baju ku buka satu persatu…kini terburai la segala2 nya…aku tau,masih ada mata jalang di luar sna…aku mnghadap cermin…bnyak tanda merah di tinggal kan oleh lan x trkecuali di bahagian dada ku..aku tersenyum..dan memusing kan bdan ke arah lubang yg sudah lame menanti khadran ku…selesai mndi,aku masuk ke bilik dan terus mngejutkan lan supaya bngun sebelum ibu ku bngun…lan mngenakan pakaian nya semula…aku masih lagi bkemban di dalm bilik…lan masuk smula ke dalam bilik…dengan ciuman di dahi,lan meninggalkan aku dengan seribu 1 kenangan…sebelum bergerak pulang,lan meminta sesuatu dari aku…KEBAYA..lan inginkan kebaya yang aku pakai ketika bersama nya…aku memberikan nya…dan lan bergerak pulang…aku terus memakai pakaian kegemaran ku dan terus mgejut ibu ku…aku tdo dengan lena skali pada mlm itu….dengan kesan gigitan yg di tinggal kan oleh lan…

    BERSAMBUNG……

    errorkuat

    Awek nama izan

    lelak1

    Biarlah Rahsia Aku Terus Bahagia

    Nama ku lilly, 31 seorang ibu kepada dua anak perempuan. Berbadan sederhana tidak gemuk tidak la kurus, Tinggi 150cm dan berat lebih kurang 45kg berkulit cerah dan pasti siapa melihat mesti nak try ayat. Tahun ni masuk usia perkahwinan kami yang ke 4, Alhamdulillah aku masih bersama suami walaupun sudah beberapa kali ingin menintut cerai. Suami aku Adam, orang nya sangat baik, lembut dalam setiap kata2 nya berbudi Bahasa dan pasti sangat hensem dan jambu hehe. Dia pun apa kurang nya bila berjalan bersama pasti ada mata2 wanita yg merenung diri nya. 

    Aku bekerja sebagai Accountant di Kuala Lumpur manakala suami ku seorang Engineer di Seremban, kebiasaan nya dia jarang bekerja di pejabat kerana terikat dengan project. Hubungan intim ku sedikit hambar, boleh di kira dalam seminggu 1 atau 2 kali sahaja. Di pejabat, Murni kawan office ku yang amat rapat, dia la tempat aku luahkan perasaan dan berkongsi masalah. Dikala aku minum bersama dia dan kawan2 perempuan yang lain, ada perasaan cemburu pada mereka bila mereka bercerita tentang suami. Masing2 tak kalah untuk cerita suami masing2 paling romantik dan fahami kehendak mereka. Sering kali aku diam membisu Murni mesti tukar tajuk perbualan kami.

    Murni “Lilly ko jangan camni..” 

     “Aku bukan minta camni, ko pun tau situsasi aku kan”

    “Ko ni baik sangat la Lilly, kenapa tak cuba scandal?” 

    “Ko gila ke apa? aku isteri orang la Anak dua, aku ingat ko bagi idea yang baik tapi ko suruh aku curang lak”

     “Aku suruh ko pikat suami ko ketat2 ko kata tak boleh la apa la… dia tu lelaki wehhh ko bg suap cipap ko mesti dia takan tolak” 

    “Bodo la ko ni hahahahaha” kami bergelak sakan

    Sejak dari perbualan tu aku terfikir2 salah ke aku berscandal 

    “Ahhh mengarut la sacandal2 ni, lain la kalau aku bujang atau ibu tunggal”

    Tengah drive balik rumah ada 1 WeChat Request.. “Sape la yang request ni? Mengarut2 je” WeChat display name Mommy bergambar Anak2 berstatus ‘Berkahwin, Sayang suami tercinta & tak berminat nak berkawan’ Seorang bernama Khairul “Tak de la hensem sangat pun..” 

    “Salam kenal” 

    “Wsalam”

    “Saya khairul dari KL” 

    “OK” 

    “U sihat?” 

    “Boleh reply sihat la tu” 

    “=) bagus2, otw balik keje ke?” 

    “mana u tau? Kita kenal ke?” 

    “Tak la, I search nearby people pastu Nampak u saje try2 request, tq for approve”

    Aku tak reply, malas la layan orang camni.. selang beberapa minit pas tu..

    “Eh ada dekat2 sini lagi?” 

    “Aah jem kan, kat sini la” 

    “I pun stuck jem ni, why not chat jap hilang kan rasa stress sb jem hehe”

    Aku pun layan je la dh stress ngn suami stress ngn jalan jem ni lagi.

    “U keje mana mommy?” 

    “keje pejabat jadi kuli” 

    “Ooo I engineer keje kat area kl”

    Aduh tak de ke orang keje doc ke business man ke pa la asyik2 jumpa Engineer

    “emm OK” 

    “u keje KL?” 

    “Aah” 

    “Comel anak2 u” 

    “OK” 

    Aku jawap nak tak nak.. 

    “I pun dh kawen anak 2, sorang laki sorang pompuan” 

    “OK” “Bila kita stress cmni balik Nampak muka anak terus happy kan?” 

    “yup betul dorang la penyejuk hati kita”

    hahaha dah terlayan pulak message dia ni, Nampak mcm ok je tak pe la lagipun chat je kan.

    “Kahirul u mmg suka search nearby people ye?” 

    “Aah kalau bosan la” 

    “Tak takut wife marah?” 

    “Wife I kalau tau marah la tapi pandai2 la” 

    “Tak baik buat isteri cmtu..”

    “Mommy, nama u?” 

    “Lilly” 

    “Cantik nama u, mcm org nya ye” 

    “Mcm la pernah Nampak I..” 

    “So Lilly u anak 2 gak?” 

    “Yup”

    “umur dorang?” 

    “3 dan 2” 

    “Rapat nya” 

    “Setahun sekali hehe” 

    “Wah bagus2”

    “I sulung 4 tahun sorang lagi 1 tahun” 

    “Ok la tu ada laki pompuan, I ni 2 2 perempuan”

    “Tu la tapi abg dia ni suka kacau adik dia, tak de kawan laki dia buat adik pompuan dia cm laki”

    “Haha ok la tu, I ni 2 2 nak princess je tiap hari, Khairul duk mana?” 

    “Shah Alam”

    “Lilly?” 

    “Cheras, Ok la u I nk drive jalan dah clear sikit” 

    “Ok thanks sudi chat Lilly” 

    “You too”

    Esok nya tengah sibuk nak siap kan invoice orang si Khairul ni message lagi

    “Morning Mommy Lilly, harap u sihat hari ni”

    Rajin la pulak si mamat ni message apa dia ni tak de keje ke? Ahh biar la malas nak layan. Sambil siapkan invoice tu dia message lagi

    “A good day today right? =) hehe”

    “Nak reply ke tak” tak bole focus aku cmni.. 

    “Hi Khairul Morning, sorry I’m bit busy lot things to do” 

    “Its ok I’ll wait for ur msg”

    Sangguup tunggu?? Haish dia ni

    “OK”

    Tah macam mana aku bersemangat nk siap kan keje cepat nk messge dia

    “fuhh setel, maaf buat u tunggu lama Khairul”

    “It’s OK lagi pun I xde keje sgt” 

    “U engineer kan? Tak de keje? Pelik je” 

    “Yup I keje based on project, skg dh phase akhir so bit free hehe”

    Laa sama macam suami aku rupanya cehh

    “So u selalu outstation?” 

    “Yup selalu gak” 

    “Wife u tak bosan ke?” 

    “Tak dia lagi suka I outstation sb selalu rasa rindu”

    Cam tu pulak tapi kenapa aku tak rasa camtu dengan suami, kami kerap text masa office day. Dah 3 bulan aku kenal si Khairul ni, so far dia ni tak de la gatal sangat tapi ayat dia text dengan aku sangat sweet, aku senang text dengan dia. 

    Ada je topic yang dia ajak text, Takde la bosan sangat. Satu petang nak balik kami text macam selalu tetiba dia nak ajak borak dalam fon. 

    Aku pun dah kenal dia so ok la bagi no fon dekat dia pastu kami borak panjang, dalam 30 min borak tu aku rasa happy sangat dia macam faham apa yang aku rasa, kami berborak tentang hubungan intim. 

    Aku akui memang agak malu untuk cerita hal ni tapi cerita secara PRO la konon kata nya tak ada rasa ghairah bila borak tentang tu. Tau2 aku rasa basah, Ishh tak pernah borak macam ni boleh rasa ghairah camni.

    “Lilly.. hubby u jilat u?” 

    “emm tak, Lilly tak bagi sb kotor” 

    “Lilly pernah rasa?” 

    “Sekali je masa malam pertama” 

    “kenapa tak suka” 

    “Ntah la tu kan alat sulit kotor..” 

    “Hehe tapi pada lelaki jilat tu la best” 

    “Emm Khairul boleh kita borak hal lain? Lilly tak suka la” 

    “hehe Lilly tak suka ke Lilly tak senang duduk?”

     “emmm, Khairul kita borak lain ye..”

    “Lilly dah basah ye?”

    Aduh macam mana mamat ni tahu aku dah ghairah, terasa basah sangat cipap aku ni. Bahaya ni borak je buat aku ghairah sangat2 ni. Dengan suami aku pun aku tak pernah borak macam ni

    “Emmm… Aaah Lilly basah” 

    “Normal la tu borak pasal sex mesti boleh basah, I pun dh tegang” 

    “Khairul u mmg suka borak pasal sex dengan wife u?” 

    “Selalu gak tp dia dh bosan sb borak sex bukan best” 

    “Emm Lilly tak pernah borak cmni ngn hubby” 

     “Serius?” 

    “yup”

    “Lilly ada problem sex dgn hb?” 

    “Emmm” 

    “it’s OK cerita la lgpun kita dah lama kenal kan”

    Nak cerita ke tak nak ke tak, macam2 aku fikir tak pe la borak kat fon je pun

    “Lilly tak rasa cm awal kawen dulu, hb bz selalu kalau dapat pun Lilly tak sempat sampai”

    “Hb cepat pancut?” 

    “Tak la Lilly rasa hb ok je tp bila dia dah sampai, Lilly x sampai lg pastu habis cmtu”

    “sex selalu bpe lama?” 

    “15min cmtu” 

    “hahaha hb cepat pancut la tu” 

    “huh? 15min tu pun penat tau”

    “Lawak la u ni lilly, 15min tu orang lain foreplay je la” 

    “Err ye ke” 

    “tak pe nanti I bagi tips kat u” 

    “Tips apa?” 

    “Tips main lama” 

    “Ish I tak kemaruk sgt cmtu” 

    “ye ke tak kemaruk? Skg borak pun dh basah belum main lagi” 

    “ish u ni.. I basah je xde rasa sgt pun” 

    “ye ke kalau I kat sebelah u I jilat cipap u mau terpancut2” 

    “Khairul!” 

    “haha ok2 I gurau je”

    Balik je rumah emmm pantie liner aku basah sangat, betul gak mamat tu cakap ni baru borak belum main lagi, haish apa yang aku fikir ni.. malam tu gak aku message Murni yang aku ada kenal suami orang dah 3 bulan, aku minta pendapat dia patutkah aku teruskan kawan cmni dengan cara message si Khairul tu..

    “beb aku rasa cm scandal la pulak walaupun tak jumpa” 

    “haha lawak la ko ni, ala layan je text je kan” 

    “mmg la tapi bila dia text pasal sex aku rasa lain mcm” 

    “rasa apa? Horny? Ko ni it’s normal la, aku pun pernah text cmtu” 

    “serius? Ko tak segan ke?” 

    “segan apa bukan jumpa pun setakat text je, paling teruk pun sama2 basah sambil fon sex” “hah! Ko buat sex ngn dia ke?” 

    “bodo la ko ni fon sex la” 

    “fon sex?, apa tu” 

    “weh ko jgn kata ko tak tau ape tu fon sex” 

    “tak”

    Terus si Murni ni call aku borak panjang tentang fon sex, serius selama aku bujang sampai kawen aku tak tau ape tu fon sex. Suami aku pun tak pernah ajar aku tentang fon sex. Biasa nya kalau aku horny sangat aku akan masuk bilik air aku lalu kan air dekat cipap ni sampai la cilimax, tak silap aku tu org kata melancap. Tapi aku tak la main guna tangan, geli la main cipap dengan tangan. Suami aku nak usap cipap aku ni pun aku tak bagi ni kan lagi aku buat sendiri.

    Esok nya aku text dengan Khairul mcm biasa, dia pun dah tahu bila suami aku ada kat rumah atau tak

    “Lilly malam ni I call u boleh?” 

    “nak buat apa” 

    “saje borak2” 

    “boleh tapi tinggu anak2 I tido, jap wife u tak marah ke?” 

    “I ada keje mlm ni balik lewat, job abis jam 12” 

    “OK”

    Malam yang di tunggu2 pun tiba, aku rasa dub dap je hati ni. Apa la si Khairul ni nak borak macam serius sangat ni

    “hai Lilly” 

    “Hai” 

    “tak ngantuk?” 

    “Tak sb tgu u call” 

    “So kenapa nak call sgt2 ni?” 

    “ingt tak I kata nak bg u tips hari tu” 

    “tips apa?” 

    “Ala tips sex tu..”

    Ahh sudah aku yang boleh lupa pasal tu dia boleh ingat kan aku lak. Hmm Murni kata hari tu kalau dia ni pandai fon sex main lagi la pandai, alang2 dah dia call ni layan je la, Adam pun bukan nak call aku kalau sibuk. Aku nak tgk cmni si Khairul ni ayat aku hehe

    “Emm kenapa u nk bagi tips?” 

     “Tips I mahal tau tips ni bagi u ubat bahagia tuk suami” 

    “emm cmne tu?” 

    “1st I nk Tanya apa u pakai baju apa skg ni?” 

    “Baju tido la”

    Hah memang sah dia nk try ayat aku buat fon sex ni mcm pelik je dia Tanya

    “U selalu pakai baju nipis jarang untuk suami?” 

    “Hish tak kan la I bukan orang muda” 

    “ tu la u sebab tu hb tahan 15min je” 

    “Abis tu u nak I buat apa bagi dia lama?” 

    “penyakit u ngn hb ni tahap serus tau! U tau kenapa?“

    “Kenapa?” 

    “U tak pandai Tarik minat dia pada sex” 

    “u ni ingt kawen sb sex je ke” 

    “yup kawen bukan sb sex tp sb sex gak kita kawen kan kan”

    Betul juga mamat ni kata aku pun bukan pandai nak start dulu, perigi cari tima bukan style aku la. Basah gak la dia buat aku ngn soalan2 ghairah dia tu. Elok talk pasal cara terbaik untuk hangat kan hubungan intim dia start borak pasal cara sex pulak.

    “U hisap btg hb?” 

    “Tak” 

    “u tak teringin nak cuba?” 

    “tak sakit ke?” 

    “btg tu tegang tak kn sakit, sedap lg ada la” 

    “emm u, kenapa I rasa basah bila borak cmni dgn u ye. Emm rasa malu lak” 

    “u rasa horny kan” 

    “aah cipap I berdenyut2, kenapa ye? I rasa cm nak main tapi suami I xde, I stress cmni” 

    “u tau tak ape tu fon sex?” 

    “yup I tau I ada baca, sex melalui fon sambil lancap” 

    “u nak cuba? I tolong u”

    “cmne tu”

    Selang beberapa minit aku rasa seolah2 khairul ada dgn aku kami melakukan sex bersama2 dari berbaju sampai la aku bogel

    “ahhh emmm basah nya cipap I, cmni ni apa I kene buat u?” 

    “u pejam mata sambil usap cipap u” 

    “tak nak la geli” 

    “ikut je” 

    “emmmm ok” 

    “aaahhh u byg kan I depan u, u kangkang” 

    “emmm ok dah, u.. basah sgt smpai meleleh ni I jd tak selesa la” 

    “emmm u usap bibir cipap u dgn 1 jari” 

    “emmmm ahhhhh” 

    “u bygk kan I jilat cipap u” 

    “emmmmm ahhhhh uuuuu emmm” 

    “emmm I jilat slllruuup” 

    “Ahhhh syg sedap nya, I panggil u syg ye emmmm” 

    “hehe ok syg, emmm I jilat bibir cipap u” 

    “ahhhhhh” 

    “I jilat kelentit u” 

    “aaauuuuuuu sedap nya syg emmmmmm aaahhhh” 

    “emmm sambil I jilat, I ramas punggung u syg” 

    “emmm I ramas punggung I ni emmmm ahhhh sedap nya” 

    “emmmm Jilat lubang u” 

     “emmmmm ahhhhhh tak tahan syg” 

    “Ramas tetek u jilat kelentit u laju2” 

    “Ahhhhh Ahhhhh syg emmm basah sgt ni” 

    “I isap putting u sambil usap kelentit u syg” 

    “aaaahhhhh ahhhhh sedap nya syg! Aaaahhhhh Ahhhhhh”

    Badan aku mengeletar aku tak pernah rasa senikmat ni, kaki ku terkejang2 perut aku krem aku tak sangka sangat2 nikmat fon sex ni

    “kenapa syg?” 

    “I dh climax tapi mcm terkencing air I terpancut2, tak pe ke ni syg I tak pernah rasa mcm ni. I takut la” 

    “wow u tau tak u boleh squirt syg, wife I pun tk cmtu” 

    “Squirt?” 

    “aah climax smpai terpancut2” 

    “tak pe ke cmtu menakutkan la” 

    “selama sex dgn hb u pernah dapat cmni?” 

    “tak, selalu kalau I climax air I meleleh cm kita borak2 tentang sex tadi je” 

    “syg u tau tak, tak semua perempuan mcm u, lelaki semua idamkan wife dia squirt” 

    “betu ke?” 

    “aah, u nak squirt lg?” 

     “tak nak I kaki perut I semua kejang.. nk bangun pun tak larat ni” 

    “I tak pancut lg” 

    “maaf syg I tak larat sgt maaf sgt2”

    “it’s OK. So cmne best tak fon sex ni?” 

    “Emm I nak lagi tp bukan skg ye syg, I tak larat sgt2” 

    “Syg u tgk jam tak?” 

    “Haha dah dekat 2 jam kita borak?” 

    “yup, stgah jam kita fon sex then u puas sgt2” 

    “Syg nikmat nya la fon sex ni kan.. syg maaf mata I pun berat sgt ni sok kita text ye mmmuah sorry dear” 

    “syg u gak”

    Esok aku Tanya Murni pasal aktiviti aku semalam, murni hanya senyum dan kata tahniah, aku jadi pelik kenapa lak. Dia kata aku bertuah sebab squirt cepat, dia pun squirt tapi jarang nak sampai tahap tu kalau cuti memang suami dia akan bg dia squirt smpai dia tak larat nak bangun. Aku Tanya dia kenapa fon sex mampu puaskan aku compare sex dengan suami aku, dia Cuma jawap belajar fon sex tu dulu baru aku tau punca masalah sex aku dengan suami. 

    Dekat sebulan boleh di katakana aku squirt dgn Khairul dlm fon sex. Jujur aku kata aku enjoy dengan fon sex ni.. kenikmatan yang tidak boleh di bayangkan. Dari fon sampai la video call sangat2 nikmat. Setelah kerap kami lakukan fon sex ni, Khairul memohon untuk tidur bersama.. hati aku sangat bercelaru. 

    Aku plan cuti sama dgn dia.. kami minum bersama jalan2 kemudian dia ajak aku check in.

    Kami duduk di bilik senyap tak berkata apa2 dekat 15 min juga aku di penjuru sana dia pulak di kerusi sambal merenung mata masing2. Khairul mula kan perbualan 

    “syg u nak puas ngn I?” 

    “emmm” 

    “tak perlu la malu kita pun dah saling kenal, I dh Nampak tubuh u dlm vid call kan” 

    “emmm” 

    “jom duk sini I nk peluk u kat ktil” 

    “emmmm”

    Hangat nya badan Khairul ni, sangat romantic perlahan2 dia usap rambut ku, di kucup telinga ku sambil meraba tengkuk ku emmm aku rasa seperti malam pertama ku tapi ini lebih romantic. 

    Ya! Mood ni yang aku nak selama ni si suami yang membelai isteri dengan penuh romantic dan tidak gelojoh. 

    Tapi syg nya dia bukan suami ku, saat segala pakaian kami tertanggal Cuma tinggal boxer dia manakala aku hanya ber bra dan panties sahaja, tangan Khairul seolah2 ubat keghairahan ku, setiap sentuhan nya buat aku tersangat2 teruja. 

    Ya aku akui dia pandai melayani wanita, beruntung isterinya, dari sentuhan sahaja mampu membuat aku basah.

    “Syg I basah sgt, I tak tahan” 

    “emm syg, u kangkang ye” 

    “u nak jilat? Buka la panties I” 

    “I tak nak buka dulu” 

    “kenapa?” 

    “U rasa je”

    Emmm suami aku pun kalau dapat aku, habis bogel dah aku ni, mamat ni slow and stedy lak, dah la tak tahan sgt ni

    “ahhhhhhhh sedap nya”

    Baru aku tahu kenapa dia tak nak tanggalkan panties aku. Nikmat nya jilat dari luar, pantis aku basah dek air cipap aku dan air liur dia, sangat nikmat rasanya selang sebentar dia selak panties ku untuk jilat bibir cipap ku

    “aaahhhh syg sedap nya sedap sgt2 ahhhhhhhh”

    Sambil jilat di ramasnya punggung aku, terangkat2 pungung aku di buatnya. Ramasan tagan nya sangat lembut dia bukan la perakus orangnya, putting aku sekeras nikmat nya di gentel, di uli dengan rasa sangat lembut. 

    Sampai aku tak sedar aku terlanjang bulat. Bila masa dia buka pun aku tak perasan yang aku tahu rasa nikmat ni je.

    “ahhhhhh syg!”

    Aku terpancut terus ke muka Khairul dia tersenyum dan terus menjilat cipap ku

    “maaf syg” 

    “ssssssslllllrrruup”

    Sedutan panjang si Khairul menyedut air cipap ku. Nikmat nya apa yg dia lakukan tu

    “Syg cipap u sedap pandai u jaga, air nikmat u tak kan I tgl kan sikit pun”

    Di jilat dan di telan air nikmat ku, sgt nikmat rasanya bergetar2 tubuh ku menahan kenikmatan ini

    “syg u nak isap btg I?” 

    “tak pandai la syg” 

    “tak pe kita buat 69” 

    “69?”

    Aku tak tahu apa2 ayat yang di sebutnya, aku Cuma ikut apa yg dia lakukan.. smbil aku di atas nya menghadap batang yang aku tunggu2 kemudian terasa jilatn nikmat tu bermula kembali

    “Ahhhhh sedap syg” 

    “emmm syg u isap btg I ya” 

    “tak pandai” 

    “pejam mata isap buat mcm makan ice cream”

    Aku bayangkan seperti ice cream 

    “emmmmm emmmmm” 

    plop plop bunyi aku hisap btg nya

    “aaaahhhhh sedap nya u hisap syg aaahhhhhh kuat lg”

    Penuh mulut ku hisap btg nya. Pertama kali aku menyentuh batang yang gemuk dan panjang dlm hidup ku berbanding suami ku sangat2 berbeza

     Ploop plooooop aku hisap panjang, telo si Khairul ni naik turun, aku terasa air mazi dia, nikmat nya rasa batang rupanya, aku jilat seperti ice cream yang aku suka

    “syg kebas mulut I emmmm sedap btg u”

    Sambil dia sedap menjilat aku climax lagi kali ke dua

    “aaaahhhhhh syg I sampai lg!”

    Bergetar2 pungung ku di buat nya, kenikmatan yang tidak boleh digambarkan dengan kata2

    “syg nikmat nya jilatan u” 

    “syg I nk benam btg I dlm cipap u” 

    “Hah emmm takut la syg kalau I da baby dgn u cmne” 

    “I pancut luar” 

    “betul ni” 

    “ya betul, boleh ye” 

    “emmm tapi btg u besar I takut sakit” 

    “Rasa la dulu” 

    “bagi I kat atas dulu”

    Aku mohon mula di atas sebab aku boleh control rasa sakit, kalau dia kat atas mau rasa koyak cipap aku ni

    “aaaahhhhhh emmmmmmm”

    Dekat seminit btg dia tak terbenam2 lagi dalam cipap aku, basah sggt cipap ni tapi rasa sgt ketat sebab batang dia yg gemuk tu, tiba2 si Khairul tu pegang pinggang aku di tekan nya batang dia masuk semua

    “aaaaaarrrrr sakit!”

    Nak menangis rasa nya seperti kayu besar masuk dalam cipap aku ni, terbenam indah btg dia dalam ni, aku diam seketika menahan sakit, dia terus senyum dan mengusap tetek ku.. selang 2 minit macam tu dia bertanya

    “dah kurang?” 

    “emmm dah tapi jangan buat mcm tu sakit la”

    Rasa marah bercampur sedap di muka ku, dia terus senyum sambil mengangat punggung ku dengan perlahan2, di Tarik nya keluar batang terasa di bibir cipap ni kenikmatan yang belum pernah aku rasa

    “ahhhhhhh syg ahhhhh” ‘Emmmmmm aaahhhhhhh”

    Smpai je di hujung batang nya keluar ‘plop’ sedap nya tak terkata

    “I masukan lg ye, emmmmmmm ahhhhh”

    Pelahan2 masuk batang nya sampai kedasar, senak dan nikmat rasanya perlahan2 di keluar dan dimasukan penuh, bila cipap ku dah serasi dia tahu apa yang aku ingin kan perlhan2 di angkat dan diturun kan aku tanpa mengeluarkan batang nya dari cipap ku

    “aaaahhhh aahhhhh emmmmmm sedapppp nya”

    “uuuuuhhhh emmmmmm ketat cipap u sayang”

    “ahhhhhhhhhhhhhhhhh”

    Aku mengeluh panjang menikmati batang keramat si Khairul ni. Lama2 rentak nya mula laju

    “aaahhh ahhh ahhhhhhh sygggg aaahhhh ahhhh”

    “uuuuuhhhhh aaaahhhhh sedap cipap u syg aaahhhh”

    “syg I nk climax nak climax! Aaaaaaaahhhhh syg”

    Di saat Khairul meneruskan rentak dia aku terpancut 2 kali air aku terpercik seluruh tilam, dia masih meneruskan rentak nya. Nikmat nya bila climax tapi batang masih keluar masuk. Tak sampai beberapa minit aku pancut 2 kali lagi.

    “aaaaaahhhhhhhhhh syg”

    longlai badan ku rasanya, tiba2 khairul membaring kan aku, aku di bawah kangkang dan dia masih mengekal kan rentak tujahan nya. Aku tak pernah merasa kenikmatan ni apatah lagi nikmat batang dan orang yang arif tentang sex.

    “Sayang tahan ya” tak sempat berkata apa2 khairul terus mendayung dengan laju

    “aaaahhhhhh ahhhhhh syg cukup la aaaahhhhh”

    “uuuummhhhppphh uuummmphh”

    “ahhhhhhhhhhhhhh sudah la jagan lagi I tak mampu lagi ni”

    “aaaaaahhhhh I nak pancut ni sayang”

    “aaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh”

    Aku terpancut lagi, terus dia mancabut batang nya bangun dan pancut ke atas tetek ku

    “aaaahhhhhhhh sedap nya” 

    “emmmmm” 

    aku dah tak larat nk bergerak apatah lagi bangun untuk mencuci badan ni. Di lumur nya air mani nya ke seluruh tetek ku

    “knapa buat cm tu syg tak geli ke” 

    “org tua kata air mani ni banyak khasiat nya, lumur kat tetek nanti jadi kencang hehe”

    Aku membiarkan sahaja apa yg Khairul lakukan aku tak dapat nak kira berapa kali aku climax, setelah 2 jam kami rehat aku cuba bangun, tiba2 kaki aku kejang, segala otot badan kejang rasa macam nak menangis menahan sakit ni, Khairul melihat ku di dukung nya aku di bawa ke bilik air, air tab mandi yg suam dengan buih sabun wangi, aku di rendam di layan seolah2 seorang puteri. Khairul terus mengurut badan ku kaki yang kejang makin ok.

    “pandai u urut ya, I sakit sgt tadi tapi lepas urut bdn rasa selesa” 

    “I lepas main mmg akan urut wife I sb kalau tak urut esok tu dia amik MC sakit badan”

    Beruntung nya isteri dia, walaupun tiada rupa seperti suami ku tapi dia lebih memahami wanita.

    “syg u jgn tgl I ye, I sgt beruntung kenal u” 

    “eh I lg beruntung kenal u, terusterang kata cipap u paling sedap compare wife I” 

    “hah! Betul ke” 

    “yup sayang” 

    “u puas dgn wife u?” 

    “puas tapi tak sepuas dgn u” 

    “thanks syg”

    Aku Tarik kata2 ku hehe aku lebih mmemuaskan dari isteri dia, selepas kami bersiap balik dan malam text seperti biasa. Selama setahun kami kenal mmg Khairul tidak menghampa kan aku sama seperti aku dari malu dan tak tahu apa2 tentang sex aku lebih menikmati sex dengan Khairul. 

    Di masa lapang aku masih fon sex dengan dia, kaau berkesematan kami masih check in hotel dan kalau tiba2 mood nakal kami datang aku akan isap btg dia dan dia jilat cipap ku di dalam kereta. 

    Ada 1 permainan tetap kami cipta bila gila2, duduk dalam kereta berlumba lancap siapa pancut dahulu. Aku suka Khairul dia faham aku. Aku tak pernah terfikir untuk tinggal kan suami ku sama seperti Khairul. 

    Bermacam2 cara aku belajar dengan nya, dia juga pernah bertanya jika aku ingin melakukan 3 some. Hehe Murni kawan baik aku terus menyokong aku sebab dia pun dapat rasa batang si Khairul,  ini atas kerelaan aku sendiri untuk mencuba perkara yang baru. Di kala Murni mendapat pujian kerana prestasi nya aku juga tidak mengaku kalah, aku juga ingin di puji Khairul dengan prestasi ku hehe. 

    Biar la perkara ni terus rahsia sebab aku rasa ini yang membuat kami terus bahagia dengan pasangan masing2.

    zzdeans

    Park dulu…nanti baca

    Ain Gersang 1

    Panggil aje aku Ain, lebih senang demgan panggilan itu. Aku berkahwin di usiaku 19 tahun disaat alam remaja baru menjengah tiba. Suamiku pula Ujang memang panggilan serasi nya sejak dari bangku sekolah lagi katanya ..

    Jika difikirkan memanglah aku tidak puas merasakan alam remaja apa tah lagi menikmatinya. Suamiku seorang pemandu lori dah jodoh katanya.

    Sedangkan aku pula berperwatakan tinggi lampai dan cantik. Itulah pujian yang selalu aku terima dikalangan rakan rakan sekolah ku.

    Perkahwinan kami Indah khabar dari rupa walaupun pada mulanya atas dasar suka sama suka tapi pabila berlabuhnya malam pertama antara kami berdua .. suamiku gagal . Iya dia gagal untuk memuaskan aku walapaun sudah tiga kali dia sampai ke kemuncak tapi aku masih lagi tergapai gapai sendirian .

    Masih lagi aku ingat setelah persandingan kami .. dimalam itu di rumah mertuaku suamiku terburu buru agar kami dapat berduaan dan melayari bahtera pertama kami . Memang sejak berkenalan suamiku hanyalah setakat memegang tangan ku sahaja sepanjang 2 tahun kami berkenalan ... bukannya selalu pun kami berjumpa sebelum pernikahan kami ... iyalah suamiku kan pemandu lori dan amat sering keluar dari Kuala Lumpur ..

    "Ain mari " suamiku menunjukkan kearah bilik pengantin .Waktu itu jam didinding baru saja melepasi sepuluh setengah malam tatkala masih lagi ramai tetamu dirumah . Sampai saja di bilik suamiku menarik aku terus ke katil ....

    "Abang napa nihh tergopoh gapah ... Ain tak abis lagi lah buat kerja mengemas tu kat luar ... " Aku cuba berdalih .. walau aku tahu niat suamiku itu ... kurang dari 6 jam kami telah diijab kabulkan ..

    Suamiku telah pun melurutkan seluar dalamnya dan hanya berbaju singlet sahaja .. sambil duduk ditepi katil pengantin kami yang masih lagi terdapat beberapa hiasan dari siang tadi ...

    Aku masih lagi memegang tangan Ujang ,, dan berdiri dihadapanya ... Ujang terus saja menarik aku lebih rapat dan menyebamkan mukanya kearah payudaraku .. ketika itu aku masih lagi dengan baju songket pengantin ... baju sewaan ... esok dah nak kena dipulangkan ...

    Ujang terus menggomol kedua dua tetekku yang masih lagi dibungkus dengan baju tenunan songket benang emas. Belum sempat aku memberikan riaksi . Ujang telahpun menarik rambutku yang diparas pinggang itu dan memberikan isyarat supaya aku melutut di celah kelangkangnya ...

    Aku ikutkan saja kehendak suamiku itu ... terdetik pula argghh tak kan lah tidak ada adengan adengan panas yang lebih romantik ...terus terang memang aku tiada pengalaman ... umur 19 tahun yang dulu tidak sama dengan remaja sekarang yang sudahpun terdedah dengan perlbagai pengaruh media sosial ...

    " Cepatlahh Ain ... Ain tunduk ajee sini .... " suamiku sudah mula agak kasar dari tarikan tangan beliau ... walaupun dengan nada berbisik tapi terkesan dengan nada kasarnya itu ... Aku turuti dan duduk bersimpuh betul betul dicelah kangkanganya ... dia mengarahkan aku membuka zip seluar baju melayu songketnya dan tanganku di acu kepada batangnya .

    Aku turuti lagi dan mengeluarkan batang suamiku dari seluar dalamnya .... Ujang terus memandang ke syiling rumah papan tersebut dan menyuruh aku membelai zakarnya ... itulah pertama kali aku melihat zakar suamiku ... ermm kelihatan masih lagi terkulai zakarnyaa ... aku terus ramas dan lancapkan zakarnya ... tah betul ke tidak cara aku buat lantaklahh dia yang nak sangat .

    "Ain kulumlahh dah depan mata tuu kan .." sambil kedua tangan suamiku menekan nekan kepalaku agar lebih rapat pada zakarnya ... Pertama kali aku memasukkan zakarnya kedalam mulutku ... bibirku menyentuh hujung kepala zakarnya ... dan dengan cepat terdapat perubahan ... zakar yang terkulai layu itu beransur menegang sedikit demi sedikit .. akibat sentuhan bibirku ..

    Ujang melenguh agak kasar ... dan kedua tangannya terus saja menekan kepala ku agar dapat menelan zakarnya yang separuh tenggang itu . Aku seperti kelemasan akibat dari batangnya terus saja dirodok kedalam rongga mulutku ... tanpa aku betul betul bersedia lagi ..

    Tapi aku turutkan saja kehendak suamiku malam itu ... Aku masih lagi fikir batang Ujang masih belum tegang sepenuhnya mungkin aku perlu menghisap dan kulum lebih lama ... Aku mulakan hisapan pada zakar separuh tegang itu ...

    "Arghhhhh Best ... Ain best nyaaa .... " keluhan dari mulut suamiku ... agar kasar kedengaranya ... dan terus saja suamiku memancutkan air maninyaa yang licin dan cair terus kedalam ruang mulutku ...

    Aku tersedak dan terus saja melepaskan zakarnya dari hisapan mulutku .... Diwaktu itu aku masih lagi fikir itu adalah biasa di alam rumah tangga (suamiku pancut cepat ) ..

    "Dah lah Ain pergi basuh muka tuu ... lepas tu boleh sambung kerja yang kat luar tu .. tadi Ain cakap tak abis buat kerja lagi kan .. " Suamiku bersuara dan mula bangun dari bingkai katil dan menuju kebilik air sebelah.

    Aku masih lagi didalam keadaan keheranan diatas apa yang telah berlaku. 

    Aku meneruskan kembali kerja kerja ku mengemas apa yang patut di rumah mertuaku setelah peristiwa sebentar tadi . Ianya sebagai mimpi yang berlalu begitu pantas. Terlintas juga difikiran ku jika akan terjadi lagi peristiwa pada malam pertamaku .. tapi ianya hanyalah harapan palsu ku.

    Setelah mengemas diluar bilik dan tatkala aku masuk kembali ke biliik pengantin ternyata suamiku telahpun tertidur dengan nyenyaknya diatas katil. Perkara yg sama berlaku pada malam2 berikutnya. Setelah beberapa hari di kampung kami balik ke Kuala Lumpur. Itulah pertama kali aku menjejakan kakiku di bandar besar Kuala Lumpur. Selama ini hanya mendengar cerita dan melihat di kaca tv saja. Suamiku lah yg mengenalkan aku pada bandar besar ini. Begitulah juga perkahwinan perancangan keluarga kami rasanya seperti drama tv yang selalu ditayangakan di tv slot samarinda.

    Kami pulang ke KL dengan menaiki bas sahaja kerana suamiku tidak mempunyai kereta. Dari awal pagi kakak iparku menghantarkan kami kr stesen bas bagi memulakan perjalanan balik. Suamiku memang seorang yang pendiam tidak banyak yang dibicarakan dan hanya bercakap bila perlu sahaja. Sedang aku leka melihat pemandangan di luar tingkap bas kulihat suamiku telahpun lena disebelahku.

    Fikirankan masih lagi membayangkan bagaimana nanti kehidupan kami di KL. Bagaimana nanti aku harus menguruskan makan pakai suamiku seterusnya rumahtangga ku ini. Sedang fikiranku melayang layang di minda ku, aku merasakan tangan suamiku menjalar dipehaku. Aku hanya memakai baju kurung biasa.

    "Abang.."ujarku sambil menoleh kearah beliau dengan pantas. Tak pernah aku diraba sebegitu apatah lagi didalam bas.

    "Ain isap abang nya ni" suamiku menunjukan zip seluar jeansnya. Walaupun tiada orang ditempat duduk sebelah kami (kami duduk diseat yang belakang sekali) namun selang satu seat didepan masih ada penumpang lain.

    "Abang nanti orang nampaklah.. Kan baru pukul sembilan pagi ni aku cuba berdalih".

    "arghh orang tak nampak lahh kalau Ain tak hisap takpe biar abang je hisap tetek nie" tangan suamiku meramas tetek sebelah kananku.

    Aku terperanjat dan sedikit terjerit"ouuhh". Aku perasan penumpang di seat depan menoleh kebelakang dan tersenyum. Seorang pemuda bangla mungkin juga pakistan ataupun india dari bentuk rupa wajahnya. Handsome ala ala pelakon bolywood gitu. Aku malu dan cuba melarikan pandanganku dari beliau. Kulihat beliau hanya mencuri pandang seketika dan kembali membelek telefon bimbit beliau.

    Suamiku sudah mula merapatkan mukanya ke dadaku dan mahu menyelak naik baju kurung pink ku keatas supaya mulut beliau dapat rapat ke pangkal tetekku. Sedang aku masih risaukan pemuda penumpang itu Ujang sudahpun dapat apa yang dihajatinya. Bibirnya telahpun menghisap puting tetekku dan beliau menutup dengan tudung ku. Nasib baik tudung ni tudung labuh jadi dapatlah menyelubungi muka Ujang yang seperti bayi kehausan menghisap payu daraku.

    "Abang... abang .. Orang nampak ni.." Ujang sepertinya tidak mendengarkan dan terus menyonyot kedua belah tetekku. Aku hanya menahan kepedihan bila suamiku menggigit puting tetek ku dengan rakus.

    Aku cuba lagi merayu suamiku agar menghentikan kelakuanya tapi tidak diendahkan langsung. Malah beliau semakin berani menyelak tudungku semakin tinggi menampakkan tetek gebu 36D ku. Memang sejak sekolah akulah perempuan yang mempunyai payudara yang besar dan mengkal dikalangan kelas kami. Dibandingkan dengan tubuhku yang ramping dan kecil memang tidak sepadan. Setiap kali kalau aku memakai t-shirt untuk pendidikan jasmani akan tersembullah tetekku membusung kehadapan.

    Aku terleka sebentar dikala Ujang mengulum puting tetekku. Mataku terpejam sebentar dan khayal. Bila kubuka mataku kulihat mat bangla didepan sedang memandang tepat kearahku. Ujang pula masih tekun mengulum tetek kananku manakala tanganya meramas tetek kiriku. Memang bra ku telah disingkap keatas dan nampak nyata tetekku.

    "Abang abang sudah tu.. Iye Ain isap abang sekarang." agar aku dapat tunduk dan terhalang dari pemandangan tepat mat bangla didepan.

    Ujang berhenti dari menghisap dan tersenyum... "Macam nilah isteri abang".

    Sejak dari malam pertama kami aku hanya mengulum batang suamiku sehingga terpancut dan beliau tidak pun menyentuh mahkota kewanitaan ku yang sudah sah menjadi miliknya. Sekarang dia meminta lagi aku puaskan batangnya

    yang setengah lembik itu.

    Aku sempat juga berpaling pada mamat bangla penumpang didepan sementara suamiku masih lagi meraba dan meramas kedua dua tetekku.

    Mamat bangla itu makin tersenyum lebar sambil menjulurkan lidahnya dengan gaya kurang ajar dan lucah. Sekian lama aku menjaga tetekku dari pandangan umum namun hari itu aku dengan tak sengaja telah mempamirkannya kepada mamat tersebut. Aihhh... ini semua sebab nafsu rakus Ujang suamiku. Aku sempat menuding jari "fuck" kepada mamat bangla itu semasa aku menunduk mahu menunaikan permintaan suamiku sambil berharap suamiku perasan akan perlakuan ku itu. Ermmm... sia sia aje suamiku masih lagi leka meramas puting tetekku.

    Ujang terus menekan kepalaku kearah kangkangnya dan menyuruh aku membuka zip seluarnya.

    "cepatlah Ain napa diam je kat situ". Aku melurutkan zip dan mengeluarkan batang Ujang. Kali ni nampak jelas batangnya masih terkulai dan tidak tegang sepenuhnya. Aku mulakan jilatan ku di zakar Ujang dengan lembut. Suamiku terus lagi menekan nekan kepala ku kebawah sambil dia menolak batang nya kedalam mulutku dengan satu tujahan yang kasar.

    Tanpa kusedari mat bangla seat hadapan sedang mengacukan phone kameranya kearah kami . Merakam segala aksi ku mengulumn batang Ujang ...

    Kerakusan Ujang tidak lama dengan dua tiga kali sedutan bibirku Ujang terus mengejang dan memancutkan dua das air maninya kedalam mulutku. Argh... aku rasa geli dan jijik cepat cepat aku mencapai tisu kleenex dalam bag tanganku. Kuluahkan air mani nya bercampir dengan air liurku sendiri. Air mani Ujang cair dan tidaklah sebanyak mana.

    "best best Ain." Ujang berbisik sambil menepuk nepuk pehaku. Aku hanya diam tapi sebenarnya sejak 3 hari berkahwin suamiku masih belum menyetubuhiku lagi dan aku masih dara. Selama ini hanya nafsu Ujang sahaja yang aku puaskan sehinga dia pancut dua kali. Arghhh... malas aku nak fikir.

    Sementara itu Ajit.. Mat bangla yang duduk dikerusi hadapan berasa geram melihatkan gadis melayu bertudung melakukan aksi blow job di seat belakang. Ajit dapat merakam seawal bunyi rengekan Ain semasa diramas tettek oleh suaminya. Ajit sudahpun sangat teruja dan batang beliau menegang dengan kerasnya akibat sudah setahun lebih tidak merasa pantat perempuan. Semenjak dari beliau datang bekerja di Malaysia sebagai tukang sapu sampah... Ajit mula merancang sesuatu.....

    Ujang senyum lebar tanda kepuasan serta dalam hatinya malam ni aku akan dapatkan dara isteriku pula.. Dan mula memejamkan matanya.

    Sejak dari rabaan dan cumbuan Ujang tadi Ain telahpun basah dibahagian nonoknya. Ain merasa tidak selesa dengan kebasahan itu yang menyengat di seluar dalamnya. Apatah lagi hawa dingin bas tersebut memang terus menerus mengeluarkan angin dingin dengan kuatnya.

    Bas tersebut mula memperlahakan kelajuannya dan akan berhenti dikawasan rehat. Kawasan Rnr yang kecil sahaja. Hanya terdapat beberapa kereta yang berhenti disitu.

    "Kita berhenti rehat dulu ada masalah sikit dengan bas" kedengaran suara pemandu bas membuat pengumuman.

    Lega dalam hari Ain dapat jugak menyalin seluar dalamnya yang basah dik air nikmatnya sendiri. Ujang tidur lena ditepi tingkap dan tidak hiraukan apabila Ain menarik natik tangan suaminya. "Abang Ain nak turun sekejap". Ternyata suaminya tidak bergerak pun dari tidurnya. Ain terus mengambil beg kecil dibawah kakinya untuk dibawa turun bersama.

    Ain terus bangun dan mula berjalan keluar ke pintu bas. Ajit sedar peluangnya sudah tiba dan dengan ekor matanya melihat lingguk pinggul Ain berjalan. Ajit terangsang melihat pjnggul Ain yang baru saja berusia 19 tahun itu meliuk lintuk bila berjalan di ruangan sempit bas tersebut.

    Ain berasa segar dapat turun dari bas dan terus menuju ke tandas wanita. Lega dapat berjalan setelah sekian lama terperuk duduk didalam bas tadi.

    Beberapa tandas tergantung notis 'rosak' sementara tandas yang lain masih tertutup rapat tanda ada penggunanya. Ain terus sahaja menuju ke arah tandas OKU kerana dia sudah ingin terkucil untuk membuang air kecil. Tandas tersebut agak tersorok kedalam serta ruanganya pun lebih besar dari tandas biasa.

    Ain menguak pintu tandas dan mula meletakan beg kecilnya di sinki tandas. Sepantas kilat Ain merasakan badannya ditolak dengan kuat kehadapan. Ajit menolak tubuh Ain dari belakang dan terus menghimpit ke sinki. Secepat kilat jugak sebelah tangan Ajit nencapai engsel pintu tandas dan menguncinya.

    "Ohhhh" keluhan Ain akibat ditolak. Belum sempat Ain bertindak balas Ajit telah menekup mulut Ain dengan sapu tangan beliau. Tiada jeritan yang keluar dari mulut Ain sebaliknya hanyalah mampu meronta dari pelukan Ajit. Pelukan Ajit semakin kuat dan pejap merangkul leher Ain serta mengacukan badek dari Bangladesh yang tajam berkilau. Ianya lebih kecil dari saiz pisau biasa dan melengkung dibahagian tengah dan meruncing dibahagian hujungnya seperti tanduk atau gading gajah.

    Ain pasrah dan matanya terus tertumpu pada senjata badik yang diacukan dilehernya.

    "Mari adik manis..." suara parau Ajit memecah masuk keruang telinga Ain. Ain juga dapat merasakan bojolan tegang di letak dicelah alur bontotnya dari belakang.

    Ain dapat merasakan sesuatu yang tidak baik akan berlaku. Ain tidak mahu mengalah dan tidak mahu membiarkan dirinya disetubuhi secara paksa begitu. Sedangkan suaminya sendiri masih belum lagi merasai daranya sejak menikah tempoh hari.

    Secara sepontan Ain berhenti meronta dan mula menjalarkan tangannya ke arah batang Ajit . "ok ok saya kasi hisap ini " Ain berkata sambil mengusap perlahan batang Ajit yang masih berlapikkan seluar jeans lusuhnya.

    Ajit terseyum lebar dan terus memalingkan badan Ain supaya menghadapnya secara berdepan.

    Ain mula berfikir bagaimana untuk menyelamatkan daranya dari diragut oleh jantan bangla yang kini mula mencium pipi dan bibirnya dengan rakus. Pengalaman sex Ain hanyalah dua kali menhisap batang suaminya sekaligus memuaskan nafsu suaminya sejak beberapa hari yang lepas. Dia berfikir setelah menghisap batang Ajit pasti beliau akan puas setelah memancutkan air maninya kelak.

    Ain terus tunduk dan membuka butang jeans dan zip seluar Ajit dengan rela. Dia sudah nekad agar selaput daranya dapat disimpan untuk Ujang suaminya. Sebaik saja Ain mengeluarkan batang hitam Ajit dari seluar jeansnya . bau tengik yang amat kuat serta bercampir dengan bau tandas membuatkan Ain loya dan terbatuk.

    Ternyata si jantan bangla nie tak pakai seluar dalam .. tangan Ajit terus merangkul leher Ain dan menyuakan batangnya kebibir Ain. Ain masih lagi berbalut dengan tudung labuh tetapi sekarang kedua bibirnya telah disumbat oleh batang Ajit.

    Ain terpegun kerana batang Ajit tidak bersunat dan jauh lebih panjang berlengkar dari suaminya . bukan itu saja batang bangla tersebut padat dan gemuk malah susah bagi tangan Ain yang kecil molek itu untuk menggengam keseluruhan batang tersebut. Apatah lagi kini batang itu telah disodok sodok jauh kedalam rongga mulutnya. Rasa mual dan loya makin mencengkam tekak Ain dan beliau kini merasa sukar untuk bernafas.

    Batang Ajit semakin laju keluar masuk mulut Ain dan setiap hentakannya menjadi semakin kuat dan keras. Melalui pengalamannya menghisap batang suaminya Ain percaya dan berkata didalam hatinya sebentar lagi Ajit pasti akan memancutkan air maninya didalam mulut Ain. Dapatlah dia persembahkan daranya pada suaminya Ujang malam nanti. Ain terus menjilat jilat lubang kencing Ajit yang semakin keras dan hitam berkilat bercampur baur dengan air mazi Ajit dan air ludah Ain sendiri.

    Sedang Ain leka menjilat dan mengulum batang Ajit didalam mulutnya tiba tiba dia merasa tangan Ajit meraih kedua belah bahagian ketiaknya. Ajit mengangkat Ain dengan sekali raih. Ain cuba meronta .."jangan ....jangan ... Saya hisap sampai keluar ok ..." Ain memujuk Ajit. Pujukan Ain tidak lansung diendahkan oleh Ajit. Ain cuba lagi meronta lebih kuat malangnya kali ini sebuah penumbuk padu hinggap di perut Ain. Ain tersentak dan merasa amat senak. Tidak cukup dengan tumbukan Ajit melayangkan tendangan dari lutut kanannya yang tegap dan berisi tepat ke perut Ain sekali lagi.

    Ain terus tersungkur diatas sinki tandas dan berasa amat pedih dibahagian perut beliau. Sepertinya Ain tidak larat mahu bergerak lagi. Kesempatan itu tidak disia siakan oleh Ajit yang telah memuncak nafsu serakahnya. Mungkin kerana sudah lama dia tidak menikmati tubuh perempuan dan sekarang didepannya Ain budak berumur 19 tahun tersungkur layu.

    Badan Ain terus dipusingkan agar bontotnya menghala tepat dibatang Ajit dan muka Ain dihala ke cermin didepan sinki tandas. Dengan sekali rentap seluar dalam Ain dilurutkan kebawah keparas lutut Ain dan Ajit menekan badan Ain dengan tangannya agar tubuh Ain menonggeng dengan lebih lentik untuk menerima tusukan batangnya nanti.

    Ain hampir separuh pengsan setelah menerima tumbukan dan tendangan lutut Ajit tadi dan memang tidak bermaya lansung untuk melawan... Sedang Ain masih lagi cuba menahan rasa sakit di perutnya Ajit terus menghujam batangnya yang telah basah dik air ludah kuluman Ain tadi terus ke pantat Ain yang masih kering.

    Tangan kasar dan hitam Ajit melekap dengan kuat dimulut Ain.. Ain menjerit dalam tekupan tangan Ajit .. Menjerit kesakitan.. Buat pertama kalinya selaput dara Ain yang disimpan seoama 19 tahun itu diteroka oleh pekerja buruh kontrak bangladesh dengan kasar.

    "Umpppphhhj umpppppppphhhh umphh umpppppph umpppp" setiap hentakan batang Ajit dalam pantat Ain di sambut oleh jeritan Ain yang disekat oleh tangan kekar Ajit. Tiada pujuk rayu dan cumbu rayu dari Ajit untuk menenangkan Ain malah tangan kiri Ajit terus mencekik dan menekan leher Ain agar terus melekap disinki tandas orang kurang upaya .

    Segala upaya Ain telah habis dan pantat Ain sekarang berlumuran darah dari pemecahan daranya bercampur dengan air mazi Ajit yang tidak henti hentinya mengairi alur cipap gadis 19 tahun ini. Ajit mencekak tudung Ain agar mendongak keatas kearah cermin sinki sambil batang Ajit berterusan menghentak dan menghenyak pantat Ain tanpa belas kasihan. Air mata Ain berjujuran keluar akibat menahan kesakitan dan kepedihan di ruang alur pantatnya serta jugak kesedihan yang Ain rasakan kerana dara untuk dipersembahkan pada suaminya telah diragut oleh mamat bangla pekerja buruh kontraktor.

    Terhoyong hayang badan Ain dihenjut dan ditekan oleh Ajit. Ajit tetus saja mengeluarkan handphone samsung j7 miliknya dan merakam video aksi beliau menutuh pantat Ain dari bahagian doggy dibawah hinggalah ke muka Ain yang berlinangan air mata didepan cermin sinki.

    Tangan Ajit mula menjalar dari bawah meraba raba kedua dua belah tetek Ain yang pejal dan ranum. Tetek budak perempuan umur 19 tahun dan suaminya sendiri pun belum meraba sangat tetek isterinya.

    Ain merasa sangat hiba dan dalam masa yang sama menahan kepedihan di bahagian pantatnya. Tatkala Ajit terus menerus merodok batangnya yang hitam keras itu bertubi tubi mengasak keluar masuk pantat dara Ain...tiba tiba Ain merasa kegelian yang amat sangat di bahagian hujung kemaluanya. Rupanya Ajit menjalarkan tangan kasarnya kebawah dan menggetel kelentit sensitif Ain yang sebelum ini tak pernah sesiapa pun menyentuhnya.

    Badan Ain bergoncang dan terus terusan mengejang tanda Ain telah pun mencapai orgasmnya yang pertama kali dalam tempoh 19 tahun kehidupannya. Dalam tak sedar Ain sendiri yang menolak bontotnya kebelakang dan kedepan bagi merasai kekerasan batang Ajit didalam pantatnya.

    "Arghhh arghhh" Ajit mengumam kesedapan dan beliau sendiri terperanjat atas kelakuaan Ain menyorong tarik bontotnya bagi memuaskan batangnya itu. Ain sudah mula memberikan tindak balas positif setelah mencapai orgasm nya yang pertama tadi. Kesakitannya mula hilang cuma sekarang rasa bersalah pada suaminya masih lagi terasa. Tapi difikirkan balik kenapa suaminya tidak mahu menjamahnya terlebih dahulu .. dan hanya perlukan layanan mulutnya sahaja sehingga suaminya terpancut tapi tidak mengendahkan untuk menyetubuhinya.

    Dalam pada Ain masih lagi terawang awang dibuai kenikmatan dan antara rasa bersalah pada suaminya .. Ajit terus terusan merodok pantatnya dengan lebih laju. Ajit telah mula berpeluh dan semakin galak menyorong tarik batang hitamnya yang keras dan panjang itu kedalam setiap rongga kemaluan Ain. Ain mula merasakan kehangatan yang membara di hujung kelentit kemaluanya .. dan merasa sangat nikmat kegelian ... serentak dengan itu Ajit terus menyemburkan benih bangla pekatnya kedalam nonok Ain.

    Berdas das semburan dilepaskan oleh Ajit dan Ajit terus saja menghenyak batangnya dalam dalam di alur nonok Ain yang telahpun digenangi oleh air mazi beliau dan Ajit bercampur baur ... Setelah berdas das baru lah Ain sedar Ajit telah memancutkan benih banglanya yang pekat kedalam pantatnya arghhh... memang kurang ajar bangla nie desus hati Ain......

    Ajit terus terusan menghenyak batangnya dalam dalam ke pantat Ain. Ajit menhempap seluruh kekuatan badannya pada Ain. Ain masih merasakan batang Ajit masih keras dah penuh dicipapnya. Air mani Ajit dan campuran darah akibat pemecahan dara Ain meleleh ditepi peha Ain.

    Ajit masih beluh puas , dipalingkan wajah Ain dan terus mencium dan menjilat bibir, pipi , mata dan menghisap hisap bibir Ain. Ajit terus memegang kepala Ain dan menolak kepalanya ke bawah sementara Ajit berdiri tegak. Ain tak berdaya untuk melawan lagipun badik tajam masih lagi ditangan Ajit dan diacu acukan ke arah pipi Ain. Bila bila masa sahaja badik itu boleh menikam dan merobek wajah Ain yang putih bersih dan amat menarik itu.

    Akibatnya Ain turutkan sahaja kehendak Ajit . Ajit menekan masuk batangnya yang basah baru sahaja keluar dari lubang puki Ain dan kini dipaksa mengulumnya. Baru Ain sedar batang Ajit tidak bersunat dan bau yang sangat tengik menusuk hidungnya. Ajit terus menyorong batangnya kemulut Ain. Ternyata batang Ajit yang berkulup itu masih tegang dan perlukan layanan mulut Ain yang mungil.

    Bagi Ajit pemandangan perempuan melayu 19 tahun bertudung dan sedang mengulum batang hitamnya yang telah lama tidak dilayan atau diservis amat menghairahkannya. Ajit mendorong batangnya lebih jauh kedalam mulut Ain dan membuat beberapa hentakan kecil hingga kepala Ain berlaga dengan hujung sinki. Sungguh Ain tidak menyangka walaupun Ajit telah menyemburkan berdas das air mani pekatnya kedalam rahimnya namun batang berkulup itu masih tegang dan keras dan masih lagi perlu dipuaskan oleh mulutnya pula. Sedangkan batang suaminya setelah melelehkan air nikmatnya akan terkulai layu dan suaminya akan terus terlena.

    "Mari adik kasi isap ..." Suara Ajit kedengaran lembut tetapi tangan kasarnya mula mencengkam kepala ku dan mengarahkan tepat ke batang berkulupnya. Terbit bau yang menyesakkan menusuk hidung Ain apabila saja batang Ajit yang bercampur maninya dan darah dari selaput daranya sendiri. Rasa mual dan jijik mula menusuk nusuk di anak tekak Ain. Ajit membiarkan Ain berlutut di lantai tandas OKU itu sambil memegang kemas kepala Ain yang masih lagi termengah mengah mengulum batang besar Ajit.

    Rasa campuran segala macam cecair dan kerana Ain telah pun mencapai orgasm pertama dan keduanya tadi membuat Ain bertambah galak oleh nafsunya sendiri. Ternyata nafsu Ain sendiri telah berjaya dibangkitkan oleh Mat bangla kontraktor walaupun dengan secara paksa. Kemaluan Ain terkemut kemut dan masih terasa kehadiran batang Ajit sebentar tadi. Jauh dibenak fikirannya jika Ajit mahu menyetubuhinya lagi Ain akan merelakan dan akan melayaninya sebaik mungkin. Ain masih terasa ngilu di hujung biji kelentitnya.

    Ain mula menghisap disekeliling kulup Ajit yang berasa kenyal dan kental itu

    Ajit sendiri terpaksa menahan kesedapan akibat hisapan dan jilatan lidah Ain yang semakin laju dihujung batang keramatnya. Ain mula memainkan hujung lidahnya direkahan lubang kencing Ajit dan Ajit merasakan nikmat yang sukar digambarkan. Sedangkan isteri Ajit sendiri yang berada diBangladesh tidak pernah memberikannya kesedapan sebegini ...tapi dia tak menyangka Ain sanggup melakukannya.

    Ponnnnn ...kedengaran bunyi hon bas diluar menandakan bas akan memulakan perjalanan kembali ke KL. Berdecup decup Ain menghisap batang Ajit dan Ajit tidak dapat menahan kesedapan lalu memancutkan benihnya keluar dan kali ini kedalam mulut Nurul Ain yamg baru saja bergelar seorang isteri kepada Ujang . Ajit cuba menarik batangnya dari mulut Ain tapi kedua dua belah tangan Ain memaut bontot Ajit dari belakang dan sepertinya tidak mahu melepaskan batang Ajit dari mulutnya...

    Pancutan air mani Ajit terus saja diteguk dan ditelan dengan geram dan ghairah oleh Ain tanpa sedikit pun tersisa. Ain menelan kesemunya dengan rakus. Ajit buru buru menarik kepala Ain yang bertudung itu. Ajit menyarung semula seluar jeansnya dan menarik zipnya. Sempat jugak Ajit menanggalkan terus seluar dalam yang dikenakan oleh Ain tadi semasa beliau mendoggie Ain tadi. Ajit menghidunya dan tersenyum memandang kearah Ain sebelum memasukan seluar dalam Ain di poket seluar jeans beliau dan berlalu pergi. Ain juga turut tersenyum.

    Ain tergamam dan sama sekali tidak percaya yang beliau sendiri seakan tidak membenarkan zakar Ajit keluar dari mulutnya sebentar tadi. Sepertinya Ain dirasuk nafsu dorongan seks yang hebat dan mahukan batang Ajit terus berada dimulutnya. Malah Ain rela menelan setiap titisan air mani Ajit .. Arghhhh... sedangkan semasa menghisap batang suaminya Ujang Ain tak sanggup untuk menelan air maninya. Ain membuang kesemua air mani Ujang semasa beliau disuruh mengulum batang suaminya itu. Ain keluar dari tandas tersebut dan perlahan lahan berjalan menuju ke bas. Terasa berdenyut kemaluannya dan masih lagi basah dan berlendir akibat paksaan mamat bangla tadi . cuma kini Ain sendiri sangsi sama ada apa yang berlaku sebentar tadi atas dasar paksaan atau dengan kerelaan beliau ...